• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tes PCR
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tes PCR

Tes PCR

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
tes-widal-bisa-deteksi-malaria-cek-faktanya-halodoctes-widal-bisa-deteksi-malaria-cek-faktanya-halodoc

Pengertian Tes PCR

Tes polymerase chain reaction (PCR) adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi DNA atau RNA virus. Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Hal ini membantu untuk mendiagnosis sebuah virus penyebab penyakit.

TujuanTes PCR

Tes PCR sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Namun, prosedur pemeriksaan ini semakin marak dilakukan semenjak COVID-19 merebak. Tes ini diklaim sebagai pemeriksaan paling akurat untuk mendeteksi virus COVID-19.

Selain COVID-19, tes ini sebenarnya juga bisa digunakan untuk mendeteksi sejumlah kecil sel kanker dan perubahan genetik yang menyebabkan penyakit. Kondisi lain yang bisa dideteksi melalui tes PCR, yaitu influenza, tuberkulosis, HIV, ebola dan hepatitis C. 

Manfaat Tes PCR

Tes PCR menjadi bagian penting untuk menahan laju pandemi COVID-19 dengan mengidentifikasi individu yang terinfeksi virus ini. Selain itu, hasil tes ini juga membantu petugas kesehatan dalam memilih jenis perawatan sesuai gejala yang dialami.

Jika hasil tes menunjukan positif, orang tersebut diminta untuk melakukan karantina untuk mencegah penularan virus ke orang lain. Sementara itu, jika hasilnya negatif, artinya virus COVID-19 tidak terdeteksi melalui tes ini.

Hasil tes negatif juga menunjukkan bahwa semua gejala COVID-19 yang dialami kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit lain, seperti flu atau pilek. Meskipun jarang, ada kemungkinan hasil negatif maupun positif dari pemeriksaan palsu. 

Jika demikian, petugas perlu mempertimbangkan hasil tes tersebut bersama semua aspek lain. Mulai dari riwayat kesehatan, termasuk gejala, kemungkinan paparan, dan lokasi geografis tempat yang baru saja dikunjungi.

Kapan Harus Melakukan Tes PCR?

Pemeriksaan ini dapat dilakukan jika kamu mengalami:

  • Gejala COVID-19, bahkan setelah vaksinasi.
  • Setelah kontak dekat dengan seseorang yang terkonfirmasi COVID-19.
  • Melakukan kegiatan yang berisiko terkena infeksi.
  • Direkomendasikan oleh profesional kesehatan atau departemen kesehatan untuk menjalani tes.

Prosedur Tes PCR

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil lendir dari hidung dan tenggorokan. Alat yang digunakan untuk mengambil sampel mirip cotton bud, tetapi dengan tungkai lebih panjang.

Alat tersebut diputar selama lebih kurang 15 detik untuk mendapatkan sampel yang dibutuhkan. Kesalahan dalam pengambilan sampel dapat berisiko terhadap hasil yang salah atau cidera pada area yang di-swab. 

Tempat Melakukan Tes PCR

Pemeriksaan ini dapat dilakukan di rumah sakit, puskesmas, klinik atau laboratorium penyelenggara dengan tarif yang bervariasi.

Jika kamu ingin melakukan tes PCR, kamu bisa memesannya di toko kesehatan Halodoc. Tak usah repot dan lebih praktis, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about PCR tests.
Healthline. Diakses pada 2022. Fast Isn’t Always Better: What to Know About Rise of Rapid Coronavirus Testing.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. I’ve Heard About Antibody Testing for COVID-19.