Tinea Barbae

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tinea Barbae

Tinea barbae merupakan infeksi jamur yang umumnya terjadi pada kulit bagian wajah dan leher yang biasanya ditumbuhi rambut.

 

Gejala Tinea Barbae

Tinea barbae memiliki tanda dengan munculnya peradangan yang luas pada area kumis atau janggut. Tanda-tanda peradangan berupa kemunculan benjolan kemerahan, bengkak, serta timbul nanah dan berkerak di area wajah. Kendati demikian, benjolan tersebut tidak terasa gatal atau sakit. Namun, rambut-rambut pada area yang mengalami infeksi dapat menyebabkan rontok dengan mudah.

 

Penyebab Tinea Barbae

Tinea barbae merupakan jenis infeksi yang bersifat zoofilik. Artinya infeksi ini terjadi diperantarai oleh hewan.

Dua jenis jamur yang menyebabkan tinea barbae, yaitu:

  • T. verrucosum (diperantarai kucing);
  • T. mentagrophytes var. equinum (diperantarai kuda);

Spora jamur yang berkembang di hewan tersebut kemudian menyebar ke orang yang kerap berkontak dengan mereka. Penularannya sangat jarang terjadi dari orang ke orang

 

Faktor Risiko Tinea Barbae

Faktor risiko yang dapat menyebabkan tinea barbae, meliputi:

  • Memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan kuda; dan
  • Kondisi hewan peliharaan yang tidak bersih.

 

Diagnosis Tinea Barbae

Diagnosis tinea barbae dapat ditegakkan melalui anamnesa atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Pada wawancara medis, didapatkan keluhan berupa kemerahan yang disertai gatal di area tempat tumbuhnya janggut dan kumis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya kemerahan, benjolan atau bintik-bintik seperti jerawat pada daerah tersebut.

Untuk memastikan dari infeksi tinea barbae diperlukan pemeriksaan penunjang melalui mikroskopis. Pemeriksaan penunjang tersebut, yaitu pemeriksaan dari kerokan kulit atau contoh rambut beserta akarnya dari area tersebut.

  • Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi bila tinea barbae ini tidak ditangani dengan baik adalah infeksi sekunder. Bakteri akan turut berkembang biak pada kulit yang mengalami perlukaan akibat garukan, misalnya. Infeksi sekunder dapat muncul menjadi komplikasi dari tinea barbae jika tidak ditangani dengan baik.

 

Pengobatan Tinea Barbae

Pada kasus tinea barbae yang ringan, dokter dapat memberi obat-obatan antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur. Dianjurkan agar mencukur rambut terlebih dahulu di bagian yang mengalami infeksi sebelum memberikan antijamur topikal.

Obat-obatan tablet diperlukan untuk dikonsumsi pada kasus yang kondisinya lebih parah. Salah satunya adalah griseofulvin yang dikonsumsi pengidap selama 2–3 minggu. Obat ini bekerja dengan cara menghambat perkembangan sel jamur. Itraconazole juga dapat digunakan untuk mengatasi tinea barbae selain griseofulvin dan terbinafine.

Tinea barbae dapat sembuh jika diobati dengan benar. Lesi yang bengkak akan mereda dalam waktu beberapa bulan. Namun jika penyakit ini tidak diobati, maka pengidap dapat mengalami kebotakan dengan luka parut.

 

Pencegahan Tinea Barbae

Oleh karena penyebaran penyakit ini diperantarai hewan, maka menjaga kebersihan setelah melakukan kontak dengan hewan adalah kuncinya. Pastikan hewan peliharaan diperiksa secara teratur guna menghindari berkembang biaknya jamur pada hewan yang dapat menjadi media penyebaran infeksi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan apapun, diskusikanlah dengan dokter. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.