Infeksi Kulit

Pengertian Infeksi Kulit

Infeksi kulit adalah suatu gangguan pada kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Seseorang yang mengidap infeksi kulit dapat mengalami gejala yang beragam, mulai dari ringan hingga berat. Infeksi kulit ringan umumnya dapat diatasi dengan penggunaan obat yang dijual bebas dan perawatan di rumah. Namun, pada kasus infeksi kulit berat, penanganan dari dokter sangat dibutuhkan.

 

Gejala Infeksi Kulit

Gejala infeksi kulit tergantung jenis infeksi yang dialami. Berikut adalah gejala yang timbul pada masing-masing jenis infeksi.

  1. Cacar air.
  • Diawali demam, nyeri kepala, nyeri otot, dan kehilangan nafsu makan.
  • Timbul bintik-bintik kemerahan (ruam) berisi cairan pada lengan, kaki, dada, perut, belakang telinga, wajah, dan kulit kepala.
  • Ruam terasa sangat gatal setelah 12-14 jam sejak timbul.
  • Cairan di dalam ruam akan mengeruh dan akan mulai mengering dalam waktu 2 hari.
  • Ruam yang mengering akan terkelupas dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu.
  1. Herpes zoster.
  • Nyeri dan sensasi panas di area kulit yang terinfeksi.
  • Timbul ruam gatal kemerahan dan bintik-bintik berisi cairan pada satu sisi bagian tubuh.
  • Ruam akan pecah dan mengering dalam beberapa hari.
  • Dapat disertai demam, nyeri kepala, dan tubuh mudah lelah.
  1. Campak.
  • Diawali dengan batuk kering, demam, nyeri tenggorokan, pilek, konjungtivitis.
  • Bercak putih keabuan pada bagian dalam mulut.
  • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh yang dapat menempel satu sama lain.
  1. Kutil.
  • Timbul benjolan kecil pada kulit yang berukuran 1-10 milimeter.
  • Benjolan dapat tumbuh di area tubuh manapun, umumnya di wajah, tangan, dan kaki, terkadang dapat disertai dengan gatal.
  • Benjolan dapat timbul berkelompok.
  • Benjolan dapat terasa halus atau kasar jika disentuh.
  1. Bisul.
  • Pembengkakan disertai kemerahan di permukaan kulit yang terinfeksi, dan umumnya terjadi di area tubuh seperti wajah, leher, dan paha.
  • Terasa nyeri jika disentuh, dan seiring waktu akan membesar.
  • Benjolan akan pecah dan mengeluarkan nanah dalam 2-3 hari.
  • Dapat timbul secara tunggal atau dapat juga berkelompok (karbunkel).
  • Karbunkel ukurannya lebih besar, yaitu 3-10 cm, dan disertai demam tinggi.
  1. Impetigo.
  • Impetigo bulosa: timbul bintik-bintik berisi cairan yang terasa nyeri dan membuat area kulit di sekitarnya terasa gatal, yang akan pecah dan meninggalkan kerak berwarna kekuningan dalam waktu beberapa hari.
  • Impetigo krustosa: timbul bercak-bercak merah yang menyerupai luka, yang tidak nyeri tapi gatal. Bercak-bercak ini akan berubah menjadi kerak berwarna kecokelatan, kemudian mengering, dan meninggalkan bekas berwarna kemerahan.
  1. Selulitis.
  • Paling sering terjadi pada salah satu tungkai.
  • Rasa panas, nyeri, bengkak, kemerahan di area kulit yang terinfeksi, dan dapat timbul lepuhan-lepuhan pada kulit.
  • Dapat disertai demam hingga menggigil.
  1. Kusta.
  • Lesi pucat pada kulit.
  • Benjolan pada kulit yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.
  • Disertai lemah otot serta mati rasa pada tangan dan kaki.
  1. Kurap.
  • Ruam kemerahan berbentuk lingkaran tidak beraturan.
  • Tekstur bersisik dan terasa gatal.
  • Dapat timbul pada kulit kepala, selangkangan, kaki, atau bahkan kuku.
  1. Kandidiasis.
  • Dapat menginfeksi kulit bokong bayi jika bayi dibiarkan terlalu lama mengenakan popok basah (ruam popok).
  • Ditandai dengan timbulnya bercak-bercak merah pada bokong.
  1. Panu.
  • Timbul bercak yang warnanya lebih terang dari warna kulit sekitarnya.
  • Dapat timbul pada punggung, dada, leher, atau lengan bagian atas.
  • Bercak disertai gatal dan terasa bersisik jika diraba.
  1. Skabies (kudis).
  • Ruam yang gatal, yang memburuk pada malam hari.
  • Ruam menimbulkan luka dan infeksi karena terus digaruk.
  1. Cutaneous larva migrans.
  • Timbul ruam merah yang tidak beraturan bentuknya dan terasa gatal.

 

Penyebab Infeksi Kulit

Beberapa penyebab infeksi kulit, antara lain:

  • Virus, yaitu virus herpes, human papillomavirus, dan poxvirus, contohnya penyakit cacar, herpes zoster, campak, dan kutil.
  • Bakteri, contohnya bisul, impetigo, selulitis, dan kusta.
  • Jamur, contohnya kurap, ruam popok, dan panu.
  • Parasit, contohnya skabies, kutu rambut, kutu kemaluan, dan cutaneous larva migrans.

 

Diagnosis Infeksi Kulit

Sebagian besar infeksi kulit dapat dikenali dokter hanya dengan melihat penampakan kelainan di kulit. Jika diperlukan, dokter dapat menjalankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti tes darah atau kultur, dengan mengambil sampel dari kerokan kulit, usap, atau cairan yang timbul pada infeksi kulit, untuk mengetahui jenis infeksi kulit.

 

Pengobatan Infeksi Kulit

  1. Cacar air.
  • Umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Obat antihistamin untuk meredakan gatal.
  • Obat antivirus, seperti acyclovir, untuk meredakan gejala cacar air dengan memperlambat aktivitas virus.
  • Minum banyak air putih.
  • Tidak menggaruk ruam cacar.
  • Mandi dengan air dingin.
  • Mengenakan pakaian yang longgar.
  1. Herpes zoster.
  • Obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi, seperti acyclovir dan valacyclovir.
  • Obat antikonvulsan (gabapentin) atau antidepresan (amitriptyline) untuk meredakan nyeri yang berat, serta paracetamol untuk nyeri yang ringan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar.
  • Menjaga ruam selalu kering agar terhindar dari infeksi.
  • Mengompres dingin area kulit yang terinfeksi beberapa kali dalam sehari.
  1. Campak.
  • Obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri otot.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Minum banyak air putih (6-8 gelas sehari).
  • Mengonsumsi vitamin A.
  1. Kutil.
  • Obat yang mengandung asam salisilat, asam trikloroasetat, hingga nitrogen cair untuk membekukan kutil.
  • Tindakan bedah atau terapi sinar laser.
  1. Bakteri.
  • Pada kasus infeksi ringan, antibiotik dalam bentuk krim atau salep dapat dioleskan langsung pada kulit yang terinfeksi.
  • Pada kasus infeksi berat, dokter akan meresepkan antibiotik minum atau antibiotik suntik jika diperlukan.
  1. Jamur.
  • Obat antijamur minum atau krim, seperti miconazole, ketoconazole, fluconazole, clotrimazole, dan terbinafine.

 

Pencegahan Infeksi Kulit

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi kulit, antara lain:

  • Menghindari bersentuhan dengan pengidap infeksi kulit.
  • Tidak menggunakan barang-barang yang digunakan pengidap.
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama bagian tangan, agar bakteri, virus, atau jamur tidak dapat dengan mudah menginfeksi tubuh.
  • Jika ada luka di kulit, segera tutupi agar kuman penyebab infeksi tidak dapat masuk.
  • Selalu jaga kebersihan pakaian, kaos kaki, dan juga sepatu.
  • Segera ganti pakaian yang dikenakan jika terasa lembab karena berkeringat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.