Infeksi Kulit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Infeksi Kulit

Infeksi kulit adalah gangguan pada kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Seseorang yang mengidap infeksi kulit dapat mengalami gejala yang beragam, mulai dari ringan hingga berat. Infeksi kulit yang ringan biasanya bisa diatasi dengan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, pada kasus infeksi kulit yang berat, diperlukan penanganan medis oleh dokter.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit yang Biasa Muncul di Kaki

 

Faktor Risiko Infeksi Kulit

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi kulit, yaitu:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Membiarkan kulit dalam kondisi basah cukup lama, misalnya tidak berganti pakaian kering setelah berolahraga.

  • Tidak menutup luka pada kulit.

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Dapat Sebabkan Infeksi Kulit

 

Penyebab Infeksi Kulit

Beberapa penyebab infeksi kulit, antara lain:

  • Virus, yaitu virus herpes, human papillomavirus, dan poxvirus, contohnya penyakit cacar, herpes zoster, campak, dan kutil.

  • Bakteri, contohnya bisul, impetigo, selulitis, dan kusta.

  • Jamur, contohnya kurap, ruam popok, dan panu.

  • Parasit, contohnya skabies, kutu rambut, kutu kemaluan, dan cutaneous larva migrans.

 

Gejala Infeksi Kulit

Gejala infeksi kulit tergantung jenis infeksi yang dialami. Berikut adalah gejala yang timbul pada masing-masing jenis infeksi.

  1. Cacar air

  • Diawali demam, nyeri kepala, nyeri otot, dan kehilangan nafsu makan.

  • Timbul bintik-bintik kemerahan (ruam) berisi cairan pada lengan, kaki, dada, perut, belakang telinga, wajah, dan kulit kepala.

  • Ruam terasa sangat gatal setelah 12-14 jam sejak timbul.

  • Cairan di dalam ruam akan mengeruh dan akan mulai mengering dalam waktu 2 hari.

  • Ruam yang mengering akan terkelupas dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu.

  1. Herpes Zoster

  • Muncul rasa nyeri dan sensasi panas di area kulit yang terinfeksi.

  • Timbul ruam gatal kemerahan dan bintik-bintik berisi cairan pada satu sisi bagian tubuh.

  • Ruam akan pecah dan mengering dalam beberapa hari.

  • Dapat disertai demam, nyeri kepala, dan tubuh mudah lelah.

  1. Campak

  • Gejala awal berupa batuk kering, demam, nyeri tenggorokan, pilek, konjungtivitis.

  • Bercak putih keabuan pada bagian dalam mulut.

  • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh yang dapat menempel satu sama lain.

  1. Kutil

  • Timbul benjolan kecil pada kulit yang berukuran 1-10 milimeter.

  • Benjolan dapat tumbuh di area tubuh manapun, umumnya di wajah, tangan, dan kaki, terkadang dapat disertai dengan gatal.

  • Benjolan dapat timbul berkelompok.

  • Benjolan dapat terasa halus atau kasar jika disentuh.

  1. Bisul

  • Kulit yang terinfeksi bengkak dan memerah. Gejala ini biasanya terjadi di area tubuh seperti wajah, leher, dan paha.

  • Terasa nyeri jika disentuh, dan seiring waktu akan membesar.

  • Benjolan akan pecah dan mengeluarkan nanah dalam 2-3 hari.

  • Dapat muncul sendiri atau dapat juga berkelompok (karbunkel).

  • Pada kasus bisul karbunkel, ukurannya biasanya lebih besar, yaitu 3-10 sentimeter, dan disertai demam tinggi.

  1. Impetigo

  • Impetigo bulosa: timbul bintik-bintik berisi cairan yang terasa nyeri dan membuat area kulit di sekitarnya terasa gatal, yang akan pecah dan meninggalkan kerak berwarna kekuningan dalam waktu beberapa hari.

  • Impetigo krustosa: muncul bercak-bercak merah yang mirip luka, yang tidak terasa nyeri tapi gatal. Bercak-bercak ini akan berubah menjadi kerak berwarna kecokelatan, kemudian mengering, dan meninggalkan bekas berwarna kemerahan.

  1. Selulitis

  • Paling sering terjadi pada salah satu tungkai.

  • Rasa panas, nyeri, bengkak, kemerahan di area kulit yang terinfeksi, dan dapat timbul lepuhan-lepuhan pada kulit.

  • Dapat disertai demam hingga menggigil.

  1. Kusta

  • Lesi pucat pada kulit.

  • Benjolan pada kulit yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.

  • Disertai lemah otot serta mati rasa pada tangan dan kaki.

  1. Kurap

  • Ruam kemerahan berbentuk lingkaran tidak beraturan.

  • Tekstur bersisik dan terasa gatal.

  • Dapat timbul pada kulit kepala, selangkangan, kaki, atau bahkan kuku.

  1. Kandidiasis

  • Dapat terjadi di kulit bokong bayi jika bayi dibiarkan terlalu lama mengenakan popok basah (ruam popok).

  • Ditandai dengan timbulnya bercak-bercak merah pada bokong.

  1. Panu

  • Timbul bercak yang warnanya lebih terang dari warna kulit sekitarnya.

  • Dapat timbul pada punggung, dada, leher, atau lengan bagian atas.

  • Bercak disertai gatal dan terasa bersisik jika diraba.

  1. Skabies (Kudis)

  • Muncul ruam yang terasa gatal, yang memburuk pada malam hari.

  • Ruam menimbulkan luka dan infeksi bila terus digaruk.

  1. Cutaneous Larva Migrans

  • Timbul ruam merah yang tidak beraturan bentuknya dan terasa gatal.

Baca juga:  Kenali Scabies, Penyakit Kulit Akibat Kutu Hewan

 

Diagnosis Infeksi Kulit

Sebagian besar infeksi kulit dapat langsung dikenali dokter hanya dengan melihat penampakan kelainan di kulit. Bila perlu, dokter dapat menjalankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti tes darah atau kultur. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mengambil sampel dari kerokan kulit, usap, atau cairan yang timbul pada infeksi kulit, untuk mengetahui jenis infeksi kulit.

 

Pengobatan Infeksi Kulit

  1. Cacar air

  • Umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

  • Obat antihistamin untuk meredakan gatal.

  • Obat antivirus, seperti acyclovir, untuk meredakan gejala cacar air dengan memperlambat aktivitas virus.

  • Minum banyak air putih.

  • Tidak menggaruk ruam cacar.

  • Mandi dengan air dingin.

  • Mengenakan pakaian yang longgar.

  1. Herpes zoster

  • Obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi, seperti acyclovir dan valacyclovir.

  • Obat antikonvulsan (gabapentin) atau antidepresan (amitriptyline) untuk meredakan nyeri yang berat, serta paracetamol untuk nyeri yang ringan.

  • Mengenakan pakaian yang longgar.

  • Menjaga ruam selalu kering agar terhindar dari infeksi.

  • Kompres area kulit yang terinfeksi dengan handuk dingin beberapa kali dalam sehari.

  1. Campak

  • Obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri otot.

  • Beristirahat yang cukup.

  • Minum banyak air putih (6-8 gelas sehari).

  • Mengonsumsi vitamin A.

  1. Kutil

  • Obat yang mengandung asam salisilat, asam trikloroasetat, hingga nitrogen cair untuk membekukan kutil.

  • Tindakan bedah atau terapi sinar laser.

  1. Bakteri

  • Pada kasus infeksi yang ringan, pengidap bisa mengoleskan antibiotik yang tersedia dalam bentuk krim atau salep langsung pada kulit yang terinfeksi.

  • Pada kasus infeksi berat, dokter akan meresepkan antibiotik minum atau antibiotik suntik jika diperlukan.

  1. Jamur

  • Obat antijamur minum atau krim, seperti miconazole, ketoconazole, fluconazole, clotrimazole, dan terbinafine.

 

Pencegahan Infeksi Kulit

Ada beberapa upaya yang dapat kamu lakukan untuk mencegah infeksi kulit, antara lain:

  • Menghindari bersentuhan dengan pengidap infeksi kulit.

  • Tidak menggunakan barang-barang yang digunakan pengidap.

  • Selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama bagian tangan, agar bakteri, virus, atau jamur tidak dapat dengan mudah menginfeksi tubuh.

  • Bila ada luka di kulit, sebaiknya ditutupi dengan menggunakan perban agar kuman tidak masuk dan menyebabkan infeksi.

  • Selalu jaga kebersihan pakaian, kaos kaki, dan juga sepatu.

  • Segera ganti pakaian yang dikenakan jika terasa lembap karena berkeringat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Ingat, penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Skin Infection: Types, Causes, and Treatment.
WebMD. Diakses pada 2019. Skin Infections.

 

Pertanyaan Seputar Infeksi Kulit

Dok, kulit saya ada kuman airnya, dan anehnya itu bukan satu dok, penyebabnya apa ya?

Ditanyakan oleh: kyranii

Dijawab oleh: dr Rizal Fadli

Keluhan pada kulit berupa bintik berair dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti dermatitis, infeksi virus, infeksi jamur, atau infeksilain.

  • Cacar air (Varicella): Keluhan bintik berair diawali dengan demam sebelumnya.

  • Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang dapat disebabkan karena faktor dari luar (bahan kimia, sinar matahari, dan lain-lain) maupun dari dalam (makanan).

  • Infeksi jamur pada kulit tubuh (tinea korporis): keluhan seperti gatal, merah, terasa seperti terbakar, terkadang ada luka seperti jerawat atau luka menonjol, serta terjadi penebalan kulit.