Tortikolis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tortikolis

Tortikolis adalah suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping.

 

Faktor Risiko Tortikolis

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang alami tortikolis, antara lain:

  • Memiliki sejarah anggota keluarga yang mengidap tortikolis

  • Mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi area tubuh tertentu

  • Pernah mengalami luka, seperti pada leher

Baca juga: Hati-Hati, Ketahui 12 Gejala Tortikolis

 

Penyebab Tortikolis

Penyebab tortikolis bermacam-macam, bisa saja disebabkan oleh kerusakan pada otot leher, tulang belakang bagian atas, atau bahkan kerusakan pada sistem saraf. Selain trauma, kerusakan tersebut mungkin timbul oleh adanya infeksi, radang bantalan tulang belakang, jaringan parut, kelemahan ligamen, dan tumor. Selain itu, tortikolis juga bisa diturunkan dari orangtua ke anak karena adanya kelainan pada gen.

Bayi yang sedang dikandung dapat berisiko mengalami tortikolis jika terdapat kelainan pada posisi leher saat berada di dalam rahim. Posisi leher yang salah ini bisa mengakibatkan kerusakan pada otot leher atau terganggunya aliran darah pada leher seiring pertumbuhan bayi di dalam rahim. Tortikolis juga dapat terjadi tanpa penyebab, kondisi ini disebut dengan torikolis idiopatik.

 

Gejala Tortikolis

Selain membuat tampilan penderita seperti itu, tortikolis juga menyebabkan gejala-gejala seperti:

  • Terbatasnya gerakan kepala.

  • Kaku otot leher.

  • Sakit leher.

  • Bengkak otot leher.

  • Tremor kepala.

  • Sakit kepala.

  • Salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi.

 

Diagnosis Tortikolis

Diagnosis tortikolis diawali dengan pemeriksaan terkait gejala yang dialami oleh pengidapnya. Bisa melalui pemeriksaan fisik, terutama melihat gerakan kepala pengidap dan kondisi otot leher. Beberapa pemeriksaan penujang juga bisa dilakukan seperti elektromiogram (EMG). Pemeriksaan ini bertujuan mengukur aktivitas listrik dalam otot, sehingga bisa memastikan bagian otot yang terganggu.

Tidak hanya itu, pemeriksaan seperti pemindaian dengan foto Rontgen leher, CT scan leher, atau MRI juga bisa dilakukan untuk melihat masalah pada struktur jaringan. Tes darah juga bisa dilakukan untuk mencari kondisi lain yang menyebabkan tortikolis.

Baca juga: Kena Tortikolis, Ini yang Terjadi pada Tubuh

 

Pengobatan Tortikolis

Selain dengan memijat atau mengompres leher dengan air hangat, gejala nyeri bisa diredakan dengan sejumlah obat pereda rasa sakit dan menggunakan diazepam untuk merelaksasi leher kaku.

Contoh pengobatan tortikolis yang lain, diantaranya:

  • Pemberian suntikan botulinum toxin (botox) dan latihan peregangan pada bagian otot-otot terkait, terutama pada kasus kronis.

  • Pemberian diphenhydramine dan benztropine pada kasus akut.

  • Pemberian antibiotik bagi yang disebabkan oleh infeksi.

  • Operasi perbaikan otot leher.

  • Operasi tulang belakang pada kasus cedera yang mengakibatkan tulang terkilir.

  • Prosedur stimulasi otak.

  • Terapi posisi dan peregangan pasif untuk bayi dan anak-anak.

 

Pencegahan Tortikolis

Cara-cara pencegahan tortikolis:

  • Untuk mencegah bayi mengalami tortikolis, ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan prenatal untuk mendeteksi penyakit tersebut sejak dini.

  • Pada orang dewasa, torikolis dapat dicegah dengan segera memeriksakan diri ke dokter begitu merasakan gejala kesakitan pada leher.

Baca juga: Adakah Terapi untuk Atasi Tortikolis pada Bayi?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang terjadi. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Wry Neck (Torticollis).
Web MD. Diakses pada 2019. What is Torticollis?

Diperbarui pada 24 September 2019