Varises Esofagus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Varises Esofagus

Varises esofagus adalah kondisi saat terjadi pembesaran abnormal vena yang terletak pada esofagus. Esofagus merupakan pipa yang menghubungkan kerongkongan dan lambung.

Varises terjadi ketika katup vena melemah atau rusak dan dinding vena menjadi renggang yang menyebabkan aliran darah menuju hati terhalang oleh penggumpalan atau jaringan parut pada hati. Penyumbatan inilah yang memicu adanya aliran darah ke pembuluh darah yang berukuran kecil di sekitarnya.

Jika pembuluh darah kecil tersebut pecah, maka akan menyebabkan pendarahan. Ukuran varises dan risiko pendarahan tersebut dipengaruhi oleh tekanan darah pada sistem portal hati. Apabila telah terjadi pendarahan berpotensi mengancam jiwa, kondisi ini harus segera mungkin ditangani di rumah sakit.

 

Faktor Risiko Varises Esofagus

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena varises esofagus, antara lain: 

  • Memiliki tekanan tinggi pada pembuluh darah portal.

  • Memiliki varises besar.

  • Adanya tanda merah pada varises.

  • Mengidap sirosis parah atau gagal hati.

  • Minum alkohol dalam waktu lama.

Baca juga: 4 Makanan Sehat yang Aman Dikonsumsi Pengidap Varises Esofagus

 

Penyebab Varises Esofagus

Varises esofagus disebabkan oleh hipertensi portal, yakni kondisi saat tekanan darah tinggi pada vena portal yang membawa darah ke hati. Tekanan tersebut akan menyebabkan darah mengalir ke pembuluh darah lain yang berukuran lebih kecil yang tidak mampu menampung darah dalam jumlah banyak, sehingga pembuluh darah menjadi pecah. Terdapat sejumlah faktor dan kondisi kesehatan yang dapat memicu terjadinya hipertensi portal, seperti:

  • Komplikasi dari sejumlah gangguan hati, seperti trombosis vena portal, sirosis, hepatitis akut, serta fibrosis hepatik bawaan. Sebagian besar varises esofagus dialami oleh pengidap penyakit hati kronis.

  • Kekurangan gizi.

  • Konsumsi minuman keras jangka panjang.

  • Peningkatan tekanan dalam perut.

  • Konsumsi obat anti inflamasi non-steroid.

  • Infeksi bakteri.

 

Gejala Varises Esofagus

Sebetulnya varises esofagus tidak akan menyebabkan gejala, kecuali jika pembuluh darah tersebut bocor atau pecah, pengidap varises esofagus mungkin akan mengalami:

  • Sakit perut.

  • Muntah darah dengan volume yang signifikan.

  • Tinja berwarna hitam dan disertai darah.

  • Sakit saat menelan.

  • Mengalami gejala-gejala gangguan hati, misalnya sakit kuning, mudah mengalami pendarahan atau lebam, serta penumpukan cairan dalam perut.

  • Pucat.

  • Hipotensi.

  • Detak jantung yang cepat.

  • Penurunan volume urine.

  • Linglung dan bahkan kehilangan kesadaran.

Baca juga:Hentikan Kebiasaan Konsumsi Alkohol untuk Cegah Varises Esofagus

 

Diagnosis Varises Esofagus

Untuk memperkuat diagnosis, maka dokter bisa meminta pengidapnya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Jenis pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Endoskopi, yakni prosedur memasukkan selang kecil ke mulut, hingga ke esofagus dan duodenum (bagian usus halus). Melalui pemeriksaan ini endoskopi, dokter bisa memeriksa kemungkinan pelebaran vena, serta adanya garis atau bintik merah pada varises yang bisa menjadi tanda perdarahan.

  • Endoskopi kapsul. Pada prosedur ini, pasien akan menelan kapsul berisi kamera nirkabel, yang akan mengambil gambar esofagus. Prosedur ini bisa menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani endoskopi biasa.

  • Tes pencitraan pada vena porta, hati, dan organ lain di dalam perut dengan CT scan, USG Doppler, atau MRI.

  • Tes darah, untuk mengukur kadar sel darah, serta memeriksa fungsi hati dan ginjal.

 

Pengobatan Varises Esofagus

Tujuan utama pengobatan varises esofagus adalah untuk mencegah pendarahan. Menurunkan tekanan darah pada vena portal merupakan langkah utama dalam penanganan ini. Berikut adalah beberapa cara yang mungkin dianjurkan oleh dokter:

  • Obat-obatan untuk menurunkan tekanan pada vena portal seperti beta blockers.

  • Pengikatan varises.

Apabila terjadi pendarahan, pengidap membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Langkah-langkah penanganan medis untuk mengatasi kondisi ini meliputi:

  • Pengikatan varises menggunakan gelang karet khusus.

  • Obat-obatan untuk memperlambat aliran darah ke vena portal.

  • Mengalihkan aliran darah dari vena portal melalui prosedur Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt (TIPS) apabila pengikatan varises tidak cukup atau kurang efektif untuk mengatasi pendarahan.

  • Sclerotherapy, yakni proses penyuntikan cairan pembeku darah langsung ke dalam varises.

  • Transfusi darah untuk menggantikan darah yang terbuang sekaligus mengendalikan pendarahan.

  • Mencegah infeksi dengan antibiotik.

  • Operasi pengangkatan varises yang mengalami pendarahan. Ini dilakukan jika TIPS tidak efektif.

  • Prosedur pembedahan pada esofagus. Dalam tindakan ini, esofagus akan disayat lalu ditutup kembali setelah varises yang mengalami pendarahan selesai diangkat.

  • Transplantasi hati bagi pengidap penyakit hati stadium lanjut.

 

Pencegahan Varises Esofagus

Kamu bisa melakukan hal-hal ini agar terhindar dari penyakit varises esofagus:

  • Hentikan mengonsumsi alkohol.

  • Terapkan pola makan yang sehat dengan banyak memakan sayur-sayuran dan buah-buahan.

  • Jaga agar berat badan tetap ideal dengan berolahraga secara teratur.

Baca juga:Kebiasaan yang Ternyata Menjadi Pemicu Terkena Varises Esofagus

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019.  Esophageal Varices: Management and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Esophageal Varices.
Healthline. Diakses pada 2019. Bleeding Esophageal Varices.

Diperbarui pada 25 September 2019