Virus Zika

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Virus Zika

Viruz zika merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini bisat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika.

 

Faktor Risiko Virus Zika

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang alami virus Zika, antara lain: 

  • Ibu hamil.

  • Hubungan intim tanpa pengaman.

  • Berkunjung ke negara yang yang terinfeksi yang kebanyakan berada di Amerika Tengah, Selatan, dan Oseania.

Baca juga: Bayi Dapat Terkena Virus Zika, Ini Cara untuk Pencegahannya

 

Penyebab Virus Zika

Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Virus Zika yang telah menginfeksi manusia bisa menimbulkan beberapa gejala, mulau dari demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Walaupun kasusnya jarang ditemui, virus Zika nyatanya bisa ditransmisikan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya, dapat pula tertular pada waktu persalinan. Tidak hanya itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

 

Gejala Virus Zika

Selain gejala umum yang telah disebutkan, gejala lain virus Zika yang ditemukan adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan lelah. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.

 

Diagnosis Virus Zika

Untuk mendiagnosis virus Zika, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan oleh seseorang. Dokter juga akan bertanya apakah ia pernah mengunjungi negara yang terinfeksi dan aktivitas apa saja yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk membantu mempersempit diagnosis karena gejala virus Zika cukup mirip dengan penyakit lain, seperti dengue dan Chikungunya.

Pemeriksaan darah dan urine juga akan dilakukan. Khusus wanita hamil, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti: 

  • USG kehamilan untuk mendeteksi mikrosefali atau kelainan otak lainnya pada janin.

  • Amniosentesis dilakukan dengan memasukkan jarum berlubang ke dalam rahim untuk mengambil sampel cairan ketuban. Prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat virus Zika di dalamnya atau tidak.

Baca juga: Ketahui Gejala Virus Zika yang Dapat Menyerang Ibu Hamil

 

Pengobatan Virus Zika

Pengobatan virus Zika dibutuhkan dengan berfokus pada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pengidap karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. 

Bagi mereka yang telah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini. Pasalnya, virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah pengidap dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

 

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu upaya pencegahan tahap awal yang dapat membantu terhindar dari infeksi virus Zika. Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, adalah:

  • Memastikan tempat yang dikunjungi atau tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan. Apabila kamu tidak memiliki pendingin udara, gunakan kelambu pada tempat tidur.

  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang

  • Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang ada pada kemasan akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.

Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini. Oleh karena itu, orangtua wajib memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk. Perhatikan juga area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.

  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.

  • Penting untuk mempelajari informasi mengenai daerah yang akan dikunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.

  • Lakukan tes virus Zika juga setelah pulang berkunjung dari negara yang diduga terjangkit virus Zika, khususnya perempuan hamil. 

Baca juga: Waspada, Ternyata Virus Zika Bisa Memicu Mikrosefali

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi. 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. Zika Virus.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Zika Virus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Zika Virus.

Diperbarui pada 25 September 2019