Vitiligo

Pengertian Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan terbentuknya bercak-bercak putih pada kulit yang dapat terjadi pada segala usia, tapi umumnya sebelum pengidap berusia 20 tahun.  Vitiligo juga terbagi ke dalam dua kategori, yaitu vitiligo menyeluruh yang menyerang kedua sisi tubuh dan vitiligo yang hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu atau salah satu sisi tubuh saja. 

Gejala Vitiligo

Gejala utama yang paling menonjol adalah munculnya bercak-bercak yang awalnya berwarna lebih muda dari kulit normal dan kemudian berubah menjadi putih. Bercak-bercak tersebut biasanya permanen dan lebih rentan terbakar sinar matahari. Walau tidak menyebabkan iritasi atau ruam, bercak-bercak tersebut terkadang terasa gatal.

Bagian tubuh yang rentan terserang vitiligo adalah permukaan yang paling sering terpajan sinar matahari seperti tangan, kaki, wajah, bibir, serta leher. Vitiligo juga dapat menyerang akar rambut dan menyebabkan tumbuhnya uban pada rambut, bulu mata, alis, dan jenggot.

Penyebab Vitiligo

Vitiligo terjadi ketika kulit tidak dapat memproduksi melanin atau senyawa yang menentukan warna kulit dan melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari tidak memadai. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

  • Faktor keturunan.
  • Mengidap penyakit autoimun lain, misalnya hipertiroidisme, diabetes atau penyakit Addison.
  • Mengalami kerusakan kulit, misalnya akibat terbakar matahari.
  • Terpajan senyawa kimia tertentu.

Pengobatan Vitiligo

Penanganan utama pada vitiligo adalah medagan memaksimalkan perlindungan kulit dari sinar matahari, oleh Karena itu gunakanlah tabur surya dengan SPF 30 atau lebih agar kulit tidak mudah terbakar matahari dan terhindar dari kerusakan. Kamu juga dapat menggunakan krim kamuflase kulit untuk menyamarkan bercak-bercak vitiligo, alternatif lainnya adalah penggunaan kospetik seperi losion penggelap kulit atau dikenal dengan nama tanning lotion. Dokter cenderung menganjurkan penanganan vitiligo dengan produk perawatan tubuh dan kosmetik secara maksimal sebelum memutuskan langkah penanganan lain.

Obat yang digunakan untuk penanganan vitiligo adalah

  • Kortikosteroid. Krim atau salep kortikosteroid dianjurkan oleh dokter untuk pengidap vitiligo yang hanya memiliki bercak-bercak pada sebagian kecil tubuhnya. Salep ini bukan untuk digunakan pada wajah. Pengidap vitiligo yang sedang hamil juga sebaiknya menghindari obat ini.
  • Pimecrolimus atau tacrolimus. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati eksim. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat obat-obat ini di antaranya kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari, muncul sensasi terbakar atau sakit, serta wajah memerah dan iritasi kulit ketika mengonsumsi minuman keras.
  • Losion depigmentasi. Digunakan apabila mengidap vitiligo dengan bercak-bercak putih di sebagian besar tubuh. Sayangnya, depigmentasi kulit yang dijalani akan bersifat permanen sehingga kulit tidak memiliki perlindungan alami dari sinar matahari lagi.

Analog vitamin D. Penggunaan obat ini dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid atau fototerapi. Contohnya adalah calcipotriol.

Langkah penanganan medis umumnya memiliki efek samping yang dapat memengaruhi kesehatan dan membutuhkan kesabaran karena membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum merasakan keefektifannya. Langkah penangannan media diantaranya :

  • Terapi cahaya (fototerapi). Langkah medis ini akan dipilih jika bercak-bercak vitiligo pengidap sudah menyebar luas atau tidak bisa ditangani dengan obat oles. Terapi ini menggunakan cahaya ultraviolet (UV) A atau B untuk mengembalikan warna kulit yang terserang vitiligo. Efek samping terapi ini adalah meningkatnya risiko kanker kulit.
  • Terapi laser. Sama seperti fototerapi, prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan warna kulit pada bercak-bercak vitiligo, tapi hanya efektif untuk vitiligo yang menyerang sebagian kecil kulit tubuh.
  • Operasi cangkok kulit. Kulit sehat dari bagian tubuh yang tidak mengalami vitiligo akan diambil dan digunakan untuk melapisi kulit yang memiliki bercak-bercak vitiligo. Operasi ini dapat dilakukan jika bercak-bercak vitiligo hanya menyerang sebagian kecil tubuh dan tidak mengalami perkembangan.

Apabila tidak ditangani vitiligo akan terus berkembang dan terkadang mengakibatkan beberapa komplikasi, misalnya:

  • Kekurangan melanin akan menyebabkan kulit rentan terhadap pengaruh sinar matahari sehingga mudah terbakar dan mempertinggi risiko kanker kulit. Kekurangan pigmen pada mata dapat menyebabkan inflamasi pada bagian iris.
  • Penurunan kemampuan pendengaran dikarenan kurangnya melanin yang berperan dalam fungsi dan struktur telinga bagian dalam. Kondisi ini umumnya terjadi pada kasus vitiligo yang bersifat keturunan.

Pencegahan Vitiligo

Pencegahan Vitiligo dapat dilakukan melalui :

  • Menghindari lingkungan yang tercemar paparan bahan kimia seperti yang berasal dari industri, logam berat, dan pelapis cat.
  • Memakan makanan sehat dan melakukan diet bergizi & seimbang.
  • Lindungin kulit dengan perlindungan maksimal ataupun memanfaatkan krim kamuflase kulit agar kulit terlindungi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicara dengan dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas.