• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anemia Pernisiosa

Anemia Pernisiosa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anemia Pernisiosa

Pengertian Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang disebabkan oleh vitamin B12. Gejala penyakit ini berkembang perlahan sesuai dengan beratnya kekurangan vitamin B12. Anemia pernisiosa merupakan salah satu penyebab anemia defisiensi vitamin B12. Diperkirakan penyebabnya adalah proses autoimun yang membuat seseorang tidak dapat memproduksi zat di perut yang disebut faktor intrinsik.

Zat ini diperlukan untuk menyerap vitamin B12 makanan di usus kecil. Vitamin B12 merupakan nutrisi yang dibutuhkan yang memungkinkan produksi dan fungsi sel darah merah yang tepat dalam tubuh. Jenis anemia ini disebut “pernisiosa” karena pernah dianggap sebagai penyakit mematikan. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengobatan yang tersedia pada masanya. 

Sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang cukup diperlukan tubuh untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Anemia terjadi karena jumlah sel darah merah yang lebih sedikit dari normal atau memiliki kadar hemoglobin yang rendah. 

Faktor Risiko Anemia Pernisiosa

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap anemia pernisiosa adalah:

  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki penyakit autoimun, seperti penyakit Addison.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan anemia pernisiosa.
  • Riwayat pembedahan di bagian perut.
  • Memiliki riwayat penyakit lain yang mempengaruhi penyerapan nutrisi, seperti penyakit Crohn, HIV, atau infeksi lainnya.
  • Menjalani pengobatan antibiotik atau antikejang.

Penyebab Anemia Pernisiosa

Salah satu penyebab anemia pernisiosa adalah penyakit autoimun. Biasanya, vitamin B12 akan bergabung dengan protein di dalam saluran pencernaan yang kemudian akan diserap di bagian usus halus yang bernama ileum distal. Pada anemia pernisiosa, sistem imun pengidap akan menyerang bagian saluran cerna yang memproduksi faktor intrinsik, sehingga tubuh tidak bisa menyerap vitamin B12.

Penyebab lain dari anemia pernisiosa adalah kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Jenis makanan yang mengandung vitamin B12 antara lain daging, ikan, dan produk susu. 

Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab kekurangan vitamin B12, antara lain:

  • Kondisi yang memengaruhi saluran cerna seperti pembedahan.
  • Infeksi.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Penyakit jantung kongestif.
  • Kerusakan liver.
  • Dialisis jangka panjang.
  • Kehamilan.
  • Mengidap kanker.

Gejala Anemia Pernisiosa

Gejala penyakit ini berkembang perlahan sesuai dengan beratnya kekurangan vitamin B12. Gejala anemia pernisiosa, antara lain:

  • Merasa lemas atau lemah.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan.
  • Rasa kesemutan atau baal pada tangan dan kaki.
  • Sulit konsentrasi.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mudah lupa atau bingung.
  • Gangguan mood. 

Diagnosis Anemia Pernisiosa

Dokter akan menanyakan serangkaian pertanyaan untuk mengarahkan diagnosis dan melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, mungkin akan perlu dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti:

  • Pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan ini akan dapat mengukur kadar hemoglobin didalam darah dan kondisi sel darah merah.
  • Pemeriksaan Kadar Vitamin B12 .Melalui tes ini kadar vitamin B12 dapat diketahui.
  • Pemeriksaan antibodi faktor intrinsik. Pemeriksaan ini juga menggunakan sampel darah. Antibodi di dalam darah akan diuji terhadap faktor intrinsik. 

Pengobatan Anemia Pernisiosa

Pengobatan anemia pernisiosa diberikan berdasarkan penyebabnya, antara lain:

  1. Makanan Tinggi Vitamin B12

Rekomendasi untuk makan makanan yang tinggi vitamin B12, seperti daging, ikan salmon, susu dan produk turunannya, serta telur. Untuk vegetarian, dapat mengonsumsi ekstrak ragi (marmit), sereal yang sudah difortifikasi, dan produk kedelai. Bagi pengidap alergi makanan yang telah disebutkan, mereka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mencari alternatif makanan pengganti.

  1. Tablet Vitamin B12

Tablet vitamin B12 dapat diminum sekali sehari atau atas petunjuk dokter. Efek samping obat ini sangat jarang, tetapi jika kamu mengonsumsi vitamin B12 dan mengalami keluhan, seperti diare, bengkak, kram otot, haus, dan sering buang kecil, maka dapat segera didiskusikan dengan dokter terdekat.

  1. Injeksi Vitamin B12

Biasanya injeksi ini diberikan ketika anemia pernisiosa tidak dapat diperbaiki dengan asupan nutrisi melalui makanan. Biasanya, suntikan diberikan setiap 2 minggu sekali atau atas rekomendasi dokter. Beberapa efek samping injeksi vitamin B12 yang dapat terjadi, seperti nyeri atau tidak nyaman di tempat suntikan, mual, diare, nyeri sendi, ataupun pusing. Oleh karena itu, pastikan injeksi diberikan sesuai indikasi dan sesuai aturan dokter.

Komplikasi Anemia Pernisiosa

Komplikasi perlu diwaspadai dalam jangka panjang. Dokter akan mengidentifikasi kemungkinan efek serius dari anemia pernisiosa. Komplikasi potensial yang berbahaya adalah kanker lambung. Komplikasi potensia lain dari anemia pernisiosa meliputi:

  • Kerusakan saraf perifer.
  • Masalah saluran pencernaan.
  • Masalah jantung.
  • Masalah memori, kebingungan, atau gejala neurologis lainnya.

Komplikasi ini paling sering berasal dari anemia pernisiosa yang berlangsung lama. Kondisi tersebut bisa permanen, maka itu diperlukan pengelolaan penyakit secara efektif. 

Pencegahan Anemia Pernisiosa

Pencegahan anemia pernisiosa dapat dilakukan dengan rutin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 dan menjaga kesehatan saluran cerna, seperti:

  • Memakan makanan yang sehat.
  • Olahraga teratur.
  • Hindari stres dan kelelahan berlebih.
  • Apabila ingin melakukan penurunan berat badan, segera diskusikan dengan dokter terlebih dahulu, supaya kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi. 

Kapan Harus ke Dokter?

Kunjungi dokter terdekat jika mengalami gejala anemia pernisiosa, karena semakin lama tidak diobati, maka gejala akan semakin memberat. Kamu juga bisa hubungi dokter di aplikasi Halodoc seputar masalah kesehatan yang kamu alami. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD.com. Diakses tahun 2021. What Is Pernicious Anemia?