Xerosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Xerosis

Xerosis merupakan suatu istilah medis untuk kondisi kulit kering. Xerosis dapat menyerang siapapun, tetapi paling banyak dialami oleh orang lanjut usia. Pengidapnya dapat mengalami kondisi ini dalam waktu yang singkat, namun dapat pula berkepanjangan. Pada umumnya, xerosis banyak dialami oleh orang yang tinggal di daerah dengan tingkat kelembaban rendah, seperti pada daerah bersuhu dingin. Xerosis sebenarnya dapat dicegah dengan banyak mengonsumsi air putih setiap hari untuk membantu menjaga kelembaban kulit.

 

Faktor Risiko Xerosis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami xerosis, antara lain:

  • Memiliki hobi berenang.
  • Memiliki pekerjaan yang banyak menghabiskan waktu berendam di dalam air.
  • Menggosok kulit dengan kasar, seperti saat mengeringkan kulit dengan handuk.
  • Menggunakan sabun mandi dengan bahan kimia tertentu, seperti pewangi.
  • Orang yang berusia di atas 40 tahun.
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari.
  • Terlalu sering mandi, terutama dengan menggunakan air panas.

 

Penyebab Xerosis

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan xerosis, antara lain:

  • Dehidrasi.
  • Gen kulit kering yang diturunkan.
  • Kurang gizi.
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis.
  • Menggunakan obat-obatan, seperti diuretik, retinoid, atau kemoterapi.
  • Mengidap gagal ginjal.
  • Mengidap penyakit tiroid.
  • Menopause.

 

Gejala Xerosis

Beberapa gejala yang dirasakan oleh pengidap xerosis, antara lain:

  • Kulit kering, kasar, dan bersisik, terutama pada lengan dan tungkai.
  • Kulit menjadi kemerahan karena mengalami iritasi.
  • Kulit pecah-pecah, mengelupas, dan rentan berdarah.
  • Kulit pucat, kusam, dan berwarna keputihan.
  • Rasa gatal yang memicu untuk digaruk, sehingga dapat menimbulkan infeksi.

 

Diagnosis Xerosis

Pada umumnya, xerosis dapat segera diidentifikasi setelah dokter menilai kondisi kulit yang dikeluhkan pengidap. Dokter juga akan melakukan wawancara medis lengkap untuk mengetahui penyebab dari xerosis ini, yang meliputi perjalanan gejala yang dirasakan pengidap, perawatan kulit yang telah dilakukan sebelumnya, pola makan yang dijalani pengidap, riwayat penyakit lain yang mungkin dimiliki pengidap, serta kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal pengidap. Jika dokter menduga kemungkinan penyakit lain, dokter akan melakukan biopsi kulit dengan mengambil sampel jaringan kulit, untuk diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium.

 

Komplikasi Xerosis

Komplikasi xerosis yang umum terjadi adalah infeksi kulit, yang disebabkan karena garukan, akibat dari rasa gatal yang dialami pengidap. Bakteri penyebab infeksi akan masuk melalui celah kulit yang luka akibat garukan.

 

Pengobatan Xerosis

Dokter umumnya akan memberikan pelembab untuk mengatasi xerosis. Pelembab yang diberikan adalah yang berbahan dasar minyak, karena lebih dapat bertahan lama pada kulit dibandingkan pelembab berbahan dasar air. Untuk mengatasi kulit kering, pelembap yang mengandung asam laktat dan urea dapat digunakan. 

Jika setelah dirawat dengan pelembap xerosis tidak kunjung membaik, dokter akan memberikan krim kortikosteroid, seperti hidrokortison, atau krim lainnya yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan kulit, seperti pimecrolimus atau tacrolimus. Beberapa krim ini berfungsi untuk meredakan peradangan, kemerahan, dan mengurangi gatal.

 

Pencegahan Xerosis

Pencegahan xerosis adalah dengan mengupayakan kelembaban kulit agar tetap terjaga dengan baik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menggunakan sabun yang sesuai dan dengan kandungan pelembab.
  • Menggunakan pelembab kulit atau baby oil setelah mandi.
  • Memasang pelembab ruangan untuk mengurangi udara yang panas dan kering.
  • Melindungi kulit dari udara dingin dengan mengenakan sarung tangan, syal, dan topi.
  • Menggunakan tabir surya, terutama saat melakukan kegiatan di luar ruangan.
  • Menghindari mandi terlalu lama dan tidak mandi dengan air panas.
  • Menghindari menggosok atau menggaruk kulit dengan kasar.
  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari. 
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, seperti ikan salmon.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya di atas yang tidak kunjung membaik, atau pada kulit yang kering terjadi pengelupasan kulit yang luas, timbul ruam kemerahan berbentuk cincin, serta mengalami infeksi atau bernanah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.