Ketahui 3 Pengobatan Parestesia

Ketahui 3 Pengobatan Parestesia

Halodoc, Jakarta - Parestesia adalah sebuah kondisi yang terjadi pada tubuh ketika terasa tidak normal, sehingga menyebabkan beberapa hal seperti mati rasa, kesemutan, atau terbakar. Sensasi ini dapat dirasakan di jari, tangan, jari kaki, atau kaki. Hal ini bergantung dari penyebabnya, sehingga dapat bersifat jangka pendek dan menghilang dengan cepat.

Gangguan tersebut dapat terjadi karena hiperventilasi, serangan kecemasan, serta berbaring pada lengan saat tidur. Kebanyakan orang pernah mengalami parestesia sementara, yang dapat terjadi ketika duduk dengan kaki bersilang terlalu lama, atau tertidur dengan tangan yang berada di bawah kepala orang tersebut.

Hal tersebut terjadi ketika tekanan yang berkelanjutan ditempatkan pada saraf. Gejala yang timbul dapat cepat hilang begitu tekanan dilepaskan. Beberapa orang mungkin mengalami parestesia kronis. Gangguan ini biasanya merupakan gejala dari kondisi mendasar yang dapat berkembang menjadi parah.

Parestesia kronis umumnya merupakan gejala penyakit neurologis yang mendasari atau kerusakan saraf traumatis. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti stroke dan serangan iskemik sementara atau mini-stroke, multiple sclerosis, myelitis transversal, dan ensefalitis.

Selain itu, tumor atau lesi vaskular yang menekan otak atau sumsum tulang belakang juga dapat menyebabkan parestesia. Sindrom gangguan saraf, seperti carpal tunnel syndrome juga dapat merusak saraf perifer dan menyebabkan parestesia disertai rasa sakit.

Baca Juga : Ketahui Pencegahan Parestesia yang Bisa Dilakukan Sejak Dini

Penyebab Parestesia

Sebelum membahas tentang cara mengobati parestesia, kamu harus tahu hal yang menjadi penyebab dan gejala yang timbul dari gangguan tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab dari parestesia, antara lain:

  • Stroke.

  • Multiple sclerosis.

  • Tumor di sumsum tulang belakang atau otak.

  • Vitamin D atau vitamin lainnya yang berlebihan.

  • Diabetes.

  • Fibromyalgia.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Infeksi.

  • Cedera saraf.

  • Saraf terkompresi atau terjepit.

Saraf yang terjepit terjadi ketika terlalu banyak tekanan pada jaringan sekitarnya. Tekanan ini dapat menyebabkan parestesia, sehingga fungsinya terganggu. Saraf terjepit dapat terjadi di semua tempat pada tubuh, seperti wajah, leher, pergelangan tangan, atau punggung.

Selain itu, hernia yang terjadi di tulang belakang bagian bawah dapat menyebabkan rasa sakit di punggung, tungkai atau kaki di sisi yang sakit. Juga, carpal tunnel syndrome adalah saraf terjepit di pergelangan tangan yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan di jari.

Baca Juga : 10 Penyebab dari Parestesia yang Perlu Diketahui

Gejala Parestesia

Parestesia dapat memengaruhi bagian tubuh manapun, tetapi umumnya memengaruhi anggota tubuh seperti tangan, lengan, paha, dan kaki.

Gangguan ini bisa bersifat sementara atau kronis. Gejala yang timbul yang disebabkan oleh parestesia adalah mati rasa, kelemahan, perasaan geli, pembakaran, dan terasa dingin.

Parestesia kronis dapat menyebabkan rasa sakit yang menusuk. Hal tersebut dapat menyebabkan kecanggungan pada anggota tubuh yang terkena. Ketika parestesia terjadi pada tungkai dan kaki, kondisi tersebut dapat membuat pengidapnya sulit untuk berjalan.

Pengobatan Parestesia

Pilihan pengobatan dari gangguan parestesia tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika terdapat kondisi medis yang mendasari yang menimbulkan gejala dari kondisi tersebut, mengobati kondisi tersebut juga memengaruhi pengobatan parestesia. Berikut adalah beberapa pengobatan parestesia yang umumnya terjadi:

  1. Istirahatkan Bagian Tubuh yang Terserang

Mengistirahatkan bagian yang terkena kondisi ini sangat direkomendasikan untuk area yang mengalami saraf terjepit. Hal tersebut dapat membuat kompresi pada saraf, sehingga jaringannya pulih. Kamu juga dapat menggunakan alat penahan untuk menghentikan pergerakan area.

  1. Terapi Fisik

Terapi fisik dapat digunakan untuk membangun kekuatan pada otot-otot di sekitar saraf yang terserang. Otot yang lebih kuat dapat membantu meringankan kompresi jaringan dan mencegahnya terulang kembali. Otot yang bugar juga dapat meningkatkan fleksibilitas, rentang gerak dan mobilitas.

  1. Mengonsumsi Obat-Obatan

Beberapa obat, seperti ibuprofen dan naproxen sodium, serta suntikan steroid ke daerah yang terkena dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan juga peradangan. Untuk parestesia jangka panjang karena fibromyalgia, obat-obatan, termasuk pregabalin atau duloxetine, mungkin juga berdampak baik bagi pengidapnya.

Baca Juga : Sering Alami Kesemutan? Hati-Hati Gejala dari Parestesia

Itulah beberapa cara untuk mengobati parestesia yang dapat kamu lakukan. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!