Ketahui 4 Bahan Kondom yang Aman

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
ketahui-4-bahan-kondom-yang-aman-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bukan hanya wanita, pria juga memiliki peran yang sangat penting dalam perencanaan keluarga. Untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, para pria bisa berpartisipasi dalam memilih alat kontrasepsi, seperti kondom atau vasektomi

Namun, kondom lebih sering dijadikan pilihan karena praktis dan mudah. Selain itu, penggunaan kondom juga penting untuk melindungi baik diri sendiri maupun pasangan dari infeksi menular seksual maupun HIV.

Baca juga:  10 Kesalahan Paling Umum Pemasangan Kondom

Namun sayangnya, masih banyak pria yang enggan menggunakan kondom karena terasa tebal, tidak alami dan berbau lateks, sehingga dianggap bisa mengurangi kenikmatan seksual. Nyatanya, sekarang ini sudah banyak kondom dengan berbagai bahan yang enggak hanya menawarkan keamanan, tapi juga rasa nyaman dalam berhubungan intim. Karena itu, yuk ketahui bahan kondom yang aman dan nyaman di sini.

1. Thin and Ultra-Thin

Seperti yang sudah bisa ketahui dari namanya, jenis kondom ini memiliki bahan yang sangat tipis dengan tujuan agar kondom tidak terlalu terasa, sehingga kamu bisa mendapatkan kenikmatan yang maksimal saat berhubungan intim. Selain itu, kondom thin and ultra-thin juga bisa mempertahankan ereksi.

Jangan khawatir, meski bahannya tipis, kondom jenis ini sudah teruji mampu menawarkan perlindungan yang sama baiknya dari risiko kerusakan, kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit kelamin.

2. Kondom Berbahan Lateks

Kamu juga sangat dianjurkan untuk memilih  kondom berbahan lateks karena dinilai paling efektif untuk mencegah kehamilan dan penyakit kelamin. Kondom lateks terbuat dari getah pohon karet dan biasanya lebih mahal dari kondom berbahan lainnya. Keunggulannya adalah bahannya elastis dan bisa “fit” sesuai dengan bentuk Mr.P, sehingga nyaman digunakan seolah-olah tidak memakai kondom. 

Namun, kondom lateks hanya bisa digunakan dengan pelumas berbahan dasar air. Produk pelumas berbahan dasar minyak atau petroleum jelly bisa menyebabkan kondom lateks, menipis, aus, dan rusak. Selain itu, orang yang memiliki alergi terhadap lateks dianjurkan untuk tidak mengenakan kondom ini, karena bisa menyebabkan gatal, sensasi terbakar atau muncul ruam kemerahan.

Baca juga: Menggunakan Pelumas untuk Kelancaran Bercinta, Amankah?

3. Kondom Poliuretan

Bagi kamu yang memiliki alergi lateks, dianjurkan untuk menggunakan kondom poliuretan yang terbuat dari plastik sintetis. Kondom berbahan ini tidak berwarna, tidak berbau, lebih tipis dan kuat, tapi kurang elastis dibandingkan bahan lateks. Kondom poliuretan bisa digunakan dengan produk pelumas berbahan dasar air maupun minyak. 

Selain itu, bahan poliuretan juga menghasilkan panas yang bisa meningkatkan sensitivitas selama berhubungan intim.

Bahan poliuretan yang tidak berpori sebenarnya juga bisa memberikan perlindungan dari kehamilan dan penyakit kelamin menular. Meski demikian, tidak diketahui secara pasti seberapa baik performa kondom poliuretan dalam memberikan perlindungan ini.

4. Kondom Berbahan Kulit Domba (Lambskin)

Kondom ini menawarkan sensitivitas yang super, ketahanan tinggi, bebas lateks dan memiliki sensasi paling alami dibandingkan kondom berbahan lainnya. Kulit domba juga memiliki pori yang sangat kecil, sehingga bisa mencegah sperma menembus keluar. 

Namun, kondom jenis ini tidak bisa melindungi kamu dan pasangan dari penyakit kelamin, seperti HIV, herpes, dan hepatitis B. Karena itu, kondom berbahan kulit domba sebaiknya digunakan bila kamu dan pasangan terbukti bebas dari penyakit kelamin dan tidak pernah bergonta-ganti pasangan.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Penularan Penyakit Seksual

Nah, itulah berbagai bahan kondom yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan kamu. Kalau kamu telah melakukan hubungan intim dengan pasangan dan mengalami yang tidak menyenangkan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Enggak usah repot, sekarang buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu bisa melalui aplikasi Halodoc lho! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!