• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein Tinggi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein Tinggi

Ketahui 5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein Tinggi

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Agustus 2022

“Tanaman umbi-umbian biasanya identik dengan kandungan karbohidrat. Namun, ada juga jenis umbi yang menganudng protein tinggi, beberapa di antaranya adalah kentang, singkong, talas, bawang, dan ubi.”

Ketahui 5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein TinggiKetahui 5 Jenis Umbi yang Mengandung Protein Tinggi

Halodoc, Jakarta – Secara umum umbi-umbian mengandung kadar protein yang tidak terlalu tinggi. Ini disebabkan asam amino pada umbi-umbian yang mengandung sulfur, metionin dan sistin, bertindak membatasi asupan protein pada tanaman umbi-umbian. 

Namun, dari sekian jenis umbi-umbian,  kentang dan ubi mengandung protein yang cukup tinggi ketimbang jenis lainnya. Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Salah satu manfaatnya adalah membantu membuat antibodi untuk melawan infeksi dan penyakit serta menjaga sel tetap sehat dan membuat yang baru. Informasi selengkapnya mengenai jenis umbi yang mengandung protein tinggi bisa dibaca di sini!

Mengenal Jenis Umbi yang Mengandung Protein

Tanaman umbi-umbian biasanya identik dengan karbohidrat, namun pada faktanya umbi-umbian ini juga mengandung protein dengan kadar yang bervariasi. Yuk, simak jenis umbi yang tinggi protein berikut ini!

1. Kentang

Dibanding tanaman pangan lainnya seperti gandum, beras, dan jagung, kentang memiliki jumlah karbohidrat paling rendah. Namun, kualitas protein kentang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya. 

Kandungan protein pada kentang dapat membantu meningkatkan laju sintesis protein otot saat istirahat dan selama pemulihan dari olahraga. Ini bisa jadi alternatif pilihan untuk orang-orang yang menghindari daging namun senang berolahraga. Makan kentang bisa mendukung pertumbuhan dan perbaikan otot saat istirahat dan selama pemulihan. 

2. Singkong

Walaupun hanya sedikit, tetapi singkong juga mengandung protein dan lemak. Di dalam singkong juga terdapat kalori tinggi, karbohidrat, dan serat larut. Itulah sebabnya singkong menjadi pilihan yang baik sebagai sumber energi setelah berolahraga, terutama untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

Selain umbi yang ada pada bagian akarnya, daun singkong juga merupakan sumber protein yang baik. Jadi, sebagai alternatif lainnya, kamu bisa mengonsumsi daun singkong sebagai asupan protein pilihan.

3. Talas

Talas adalah salah satu sumber makanan yang direkomendasikan untuk orang yang ingin menurunkan berat badan dan juga pengidap diabetes. Selain itu, talas juga mengandung protein. Sekitar 11 persen dari total protein dalam talas adalah albumin dengan jumlah fenilalanin dan leusin yang tinggi. 

Fenilalanin adalah asam amino yang juga dibutuhkan untuk memproduksi dopamin, sedangkan leusin dapat membantu memperbaiki kerusakan otot yang dipecah saat berolahraga. Protein talas disuplai dengan baik dengan ratusan asam amino esensial meskipun dalam histidin dan lisin yang rendah.

4. Ubi

Protein adalah makronutrien penting yang membangun jaringan otot tanpa lemak, mendukung fungsi neurologis, menyediakan energi dan berperan dalam banyak fungsi tubuh lainnya. Nah, ubi adalah salah satu jenis umbi-umbian yang mengandung protein. 

Kamu bisa mendapatkan tambahan protein dengan memasangkan ubi dengan jenis makanan berprotein lainnya. Ubi pun dikenal rendah kalori, mengandung serat, serta kaya akan vitamin dan mineral penting. 

5. Bawang

Walaupun sangat sedikit, tetapi bawang merah dan bawang bombay memiliki kandungan protein. Arginin, glutamin, asparagin dan asam glutamat adalah asam amino utama dalam bawang mentah. 

Di dalam tubuh, asam amino arginin berubah menjadi oksida nitrat (NO). Oksida nitrat adalah neurotransmitter kuat yang membantu merilekskan pembuluh darah dan juga meningkatkan sirkulasi, terutama aliran darah di arteri jantung.

Kebutuhan Protein Tiap Orang Berbeda

Tubuh membutuhkan protein untuk tetap sehat dan beraktivitas sebagaimana mestinya. Tidak mendapatkan cukup protein dalam makanan dapat menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari jaringan yang rusak dan hilangnya massa otot. 

Asupan protein tiap-tiap orang bisa berbeda, tergantung dari usia dan jenis aktivitas yang dilakukannya. Pada umumnya, kriteria kebutuhan protein orang adalah sebagai berikut:

  • Anak usia di bawah 4 tahun : 13 gram
  • Anak-anak usia 4 hingga 8 tahun : 19 gram
  • Anak-anak usia 9 hingga 13: 34 gram
  • Wanita dan anak perempuan usia 14 tahun ke atas: 46 gram
  • Anak laki-laki usia 14 hingga 18 tahun: 52 gram
  • Pria usia 19 tahun ke atas: 56 gram

Ini adalah kadar protein yang dibutuhkan per harinya.  Kebanyakan orang mendapatkan 10 hingga 35 persen protein yang dibutuhkan dari makanan hariannya. Kamu akan membutuhkan lebih banyak protein bila kamu aktif berolahraga seperti bersepeda, angkat beban, atau lari.

Menginjak usia 40 tahunan, kamu bisa kehilangan massa otot, sehingga perlu makan lebih banyak protein lagi.  Itulah informasi mengenai manfaat protein dan jenis umbi-umbian yang mengandung protein, kalau kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya, tanyakan saja ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Potatoes 101: Nutrition Facts and Health Effects.
Medindia.net. Diakses pada 2022. Potato Protein as Good as Animal Protein: Study.
Very Well Fit. Diakses pada 2022. Cassava Nutrition Facts and Health Benefits.
Core.ac.uk. Diakses pada 2022. Nutritional Potential, Health and Food Security Benefits of Taro Colocasia Esculenta (L.): A Review. 
Fat Secret.com. Diakses pada 2022. Protein in Sweet Potato.
Healthline. Diakses pada 2022. 6 Surprising Health Benefits of Sweet Potatoes.
WebMD. Diakses pada 2022. Benefits of Protein.