Ketahui 5 Pencegahan dari Kondisi Lichen Planus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui 5 Pencegahan dari Kondisi Lichen Planus

Halodoc, Jakarta – Iritasi tidak cuma bisa terjadi pada kulit, melainkan juga rambut, kuku, bahkan selaput lendir. Lichen planus adalah kondisi yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir. Gejalanya bisa bervariasi tergantung bagian yang terkena. Pada kulit, gejala umumnya berupa lesi keunguan yang berbentuk rata dan terasa gatal selama berminggu-minggu. 

Baca Juga: Kenali 5 Penyakit Kulit yang Jarang Terjadi

Sedangkan bagian yang banyak tertutup lendir, seperti mulut, vagina dan area lain, lichen planus membentuk bercak putih berenda. Bercak terkadang membentuk luka yang menyakitkan. Tidak seperti penyakit kulit pada umumnya, lichen planus bersifat tidak menular.

Lichen Planus Ditandai Oleh Lesi

Lesi keunguan yang muncul pada kulit dapat berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Tidak hanya itu, lesi cenderung menimbulkan rasa gatal, sehingga membuat kondisi pengidapnya semakin tidak nyaman. Lesi putih pucat di mulut mungkin terasa menyakitkan bahkan bisa menimbulkan sensasi terbakar.

Lesi yang tidak sengaja tergores dan pecah bisa menimbulkan luka dan menjadi kudis. Di atas lesi biasanya muncul sebuah garis tipis berwarna putih. Gejala yang rutin diobati dapat sembuh dalam 6-16 bulan. Selain kulit dan kelamin, lesi dapat muncul pada membran mukosa, kuku, dan kulit kepala.

Jika kamu mengalami kondisi-kondisi di atas, periksakan ke dokter untuk memastikan apakah kamu benar-benar mengalami lichen planus. Sekarang, periksa ke dokter tidak perlu mengantre terlalu lama. Buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc untuk mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Bagaimana Mencegah Lichen Planus?

Lichen planus adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit atau selaput lendir, sehingga memicu timbulnya lesi. Ada berbagai faktor yang diduga memicu lichen planus. Faktor tersebut adalah infeksi hepatitis C, pemberian vaksin flu, paparan bahan kimia atau logam dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Baca Juga: 7 Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Lichen Planus

Faktor-faktor tersebut diduga bisa mengacaukan sistem kekebalan tubuh. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Mencegah terjadinya infeksi hepatitis C dengan menjaga kebersihan, tidak menggunakan obat terlarang dan menerapkan seks yang aman;

  • Pilih vaksin flu yang aman dan pastikan kondisi sedang sehat saat pemberian vaksin;

  • Hindari paparan bahan kimia dan logam tertentu;

  • Hindari penggunaan penghilang rasa sakit terlalu sering, seperti ibuprofen dan naproxen;

  • Ikuti aturan pakai sebelum mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau radang sendi.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Lichen planus yang masih dalam tahap ringan mudah hilang dalam beberapa minggu atau hitungan bulan. Lichen planus ringan tidak memerlukan perawatan khusus dan bisa diobati untuk meringankan gejalanya. Beberapa obat-obatan yang sering diresepkan termasuk:

  • Retinoid topikal atau oral;

  • Kortikosteroid topikal atau oral untuk mengurangi peradangan;

  • Antihistamin bisa mengurangi peradangan jika ruam lesi dipicu oleh alergen;

  • Krim non steroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi lesi;

  • Terapi cahaya dengan sinar ultraviolet.

Selain pemberian obat-obatan, ada pengobatan rumahan untuk mempercepat penyembuhan. Berikut perawatan rumahan yang bisa dicoba, yaitu:

  • Berendam di bak mandi yang dicampur oatmeal;

  • Hindari goresan;

  • Oleskan kompres dingin ke lesi;

  • Gunakan krim anti-gatal OTC.

Baca Juga: Eksim, Penyakit Kulit Menahun yang Ganggu Penampilan

Itulah informasi terkait penyakit lichen planus. Selalu terapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan untuk menghindari berbagai penyakit.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lichen Planus.