31 December 2017

Ketahui Bell’s Palsy, Serangan Kelumpuhan Mendadak

Ketahui Bell’s Palsy, Serangan Kelumpuhan Mendadak

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar Bell’s palsy? Bell’s palsy merupakan kelumpuhan atau kelemahan sementara yang terjadi pada salah satu sisi otot di wajah yang mengakibatkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat tidak simetris. Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kamu juga tidak perlu terlalu khawatir karena Bell’s palsy tidak berpengaruh kepada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya.

Bell’s palsy biasanya datang secara tiba-tiba dan bell’s palsy biasanya datang secara tiba-tiba mengenai persarafan wajah salah satu sisi dan bisa memengaruhi pada indera perasa, produksi air mata serta air liur atau ludah. Kondisi ini umumnya bisa baik dalam hitungan minggu.

Penyebab Bell’s Palsy

Bell’s palsy ini bisa terjadi saat persarafan yang mengontrol otot-otot di wajah teriritasi atau tertekan. Ketika saraf wajah ini tertekan atau mengalami peradangan, maka akan memengaruhi sinyal yang dikirimkan otak menuju ke otot wajah akan terganggu. Namun, penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui secara pasti mengapa bisa terjadi. Tetapi diperkirakan beberapa jenis infeksi virus seperti virus herpes simpleks (HSV), virus varicella-zoster, virus epstein barr, cytomegalovirus, autoimun, diabetes melitus, radang pada kulit wajah, serta tumor penyakit sifilis, dan penyakit Lyme diduga menjadi penyebab kondisi Bell’s palsy.

Gejala Bell’s Palsy

Terjadinya Bell’s palsy pada sebagian orang memiliki gejala yang berbeda-beda yakni ada kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah disebut sebagai kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total di mana tidak ada gerakan sama sekali. Bukan hanya wajah, tapi kondisi ini juga memengaruhi mulut serta kelopak mata,di mana kedua bagian ini akan kesulitan untuk dibuka dan ditutup.

Pengobatan Bell’s Palsy

Untuk memastikan diagnosis Bell’s palsy, kamu perlu menanyakannnya pada dokter dan memberitahukan tentang riwayat gejala yang pernah kamu alami. Biasanya untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada saraf wajah, dokter akan memberikan prednisolone atau prednison (kelompok obat kortikosteroid) yang bisa digunakan. Sementra untuk mencegah munculnya masalah yang terjadi pada mata yang tidak bisa menutup, kamu bisa memberikan obat tetes mata. Sebenarnya pada sebagian besar orang yang mengidap Bell’s palsy, gejala mulai membaik dalam waktu dua atau tiga minggu. Tapi untuk bisa pulih sepenuhnya akan membutuhkan sekitar sembilan bulan. Lama masa pemulihan tergantung pada tingkat tidak berfungsinya saraf yang diidap.

Ada baiknya kamu segera memeriksakan kondisi jika merasakan gejala dari Bell’s palsy yang disebutkan di atas. Kamu bisa memeriksakan kondisi diri dengan menggunakan aplikasi HaloDoc untuk menghubungi dokter melalui fitur Contact Doctor dengan memilih metode chat, voice call, dan video call. Dan beli obat atau vitamin melalui menu Pharmacy Delivery. Download aplikasi HaloDoc sekarang di App Store dan Google Play.