• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Mengatasi Keputihan Abnormal
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Mengatasi Keputihan Abnormal

Ketahui Cara Mengatasi Keputihan Abnormal

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Mei 2022

“Mengatasi keputihan abnormal akan tergantung pada apa yang menyebabkan masalahnya. Salah satu cara mengatasi keputihan abnormal yang bisa kamu lakukan adalah mengganti celana saat berkeringat atau lembap. ”

Ketahui Cara Mengatasi Keputihan Abnormal

Halodoc, Jakarta – Keputihan abnormal didefinisikan sebagai keputihan yang berbeda dari biasanya. Perbedaannya bisa kamu lihat dari segi warna, aroma, dan konsistensi, misalnya berubah warna, bernanah, atau berbau busuk. Mengganti celana saat berkeringat atau lembap adalah salah satu cara mengatasi keputihan abnormal.

Kondisi keputihan abnormal sering dikaitkan dengan beberapa gejala, seperti pruritus vulva, nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia), nyeri atau sulit buang air kecil (disuria), dan nyeri perut bagian bawah.  Keputihan abnormal juga mungkin merupakan tanda infeksi pada vagina (vaginitis) atau serviks (servisitis), atau infeksi saluran genital bagian atas. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi keputihan abnormal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Cara Mengatasi Keputihan Abnormal

Mengatasi keputihan abnormal tergantung pada apa yang menyebabkan masalahnya. Misalnya, infeksi jamur biasanya diobati dengan obat antijamur (dalam bentuk krim atau gel) yang dimasukkan ke dalam vagina. Sedangkan vaginosis bakterial diobati dengan pil atau krim antibiotik. Sementara itu, trikomoniasis biasanya diobati dengan obat metronidazol atau tinidazole. 

Selain itu, berikut ini cara mengatasi keputihan abnormal lainnya:

1. Menjaga Kebersihan Vagina

Kamu bisa menjaga kebersihan bagian luar vagina dengan mencucinya dengan sabun yang lembut serta air hangat. Sementara untuk bagian dalam vagina, kamu tidak dianjurkan untuk menggunakan sabun. 

2. Hindari Penggunaan Produk Feminim

Jangan pernah menggunakan sabun beraroma dan produk kewanitaan atau bahkan melakukan douching. Hindari juga menyemprotkan produk kewanitaan dan mandi busa. 

3. Jaga Area Vagina Tetap Kering

Setelah dari kamar mandi, selalu usap vagina dari depan ke belakang dengan handuk bersih. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi. Pastikan juga mengganti celana dalam saat berkeringat dan lembap dan jangan biarkan arena vagina terasa lembap.

4. Kenakan Pakaian Dalam yang Nyaman

Pilih celana dalam berbahan 100 persen katun dan hindari pakaian dalam yang terlalu ketat. 

5. Hindari Stres dan Jaga Pola Makan

Cara lain untuk mengatasi keputihan abnormal yaitu dengan mengelola stres dan menjaga pola makan. Stres dapat memengaruhi siklus menstruasi dan perkembangan bakteri di area genital. Selain itu stres juga berpengaruh pada nafsu makan, sehingga menyebabkan seseorang banyak mengonsumsi makanan.

Makanan manis dapat menambah berat badan yang berujung pada risiko obesitas. Saat berat badan meningkat, maka terjadilah penumpukan lemak di area paha. Pada akhirnya kondisi tersebut dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar genital, dan memicu keputihan abnormal.

6. Dapatkan Penanganan Dokter

Jika kondisi keputihan abnormal tidak membaik dengan berbagai cara yang sudah kamu upayakan, segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Dengan begitu, pengobatan yang tepat pun akan kamu dapatkan. 

Kamu juga bisa bertanya dengan dokter di aplikasi Halodoc saat mengalami kondisi ini. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Namun, perlu kamu pahami bahwa keputihan abnormal berbeda dengan keputihan yang normal setiap bulannya. Keputihan abnormal kemungkinan disertai dengan sensasi terbakar atau gatal, atau keduanya. Bahkan kemungkinan besar memiliki aroma tidak sedap yang cukup kuat. Keputihan jenis ini juga tidak boleh diabaikan, karena merupakan tanda masalah yang harus ditangani. 

Terkadang infeksi dapat disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri normal  vagina. Kondisi ini pun akhirnya akan menyebabkan gejala seperti gatal-gatal dan keputihan. Selain itu, infeksi jamur atau jenis infeksi menular seksual lainnya juga bisa menyebabkan kondisi ini. 

Dua jenis penyakit yang merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan gatal dan keputihan pada vagina adalah gonore dan klamidia. Jika tidak diobati segera, keduanya bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. Difference Between Normal and Abnormal Vaginal Discharge
Very Well Health. Diakses pada 2022. Prevent Abnormal Vaginal Discharge and Infection
WebMD. Diakses pada 2022. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?