• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Defisiensi Zat Besi pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Defisiensi Zat Besi pada Anak

Ketahui Dampak Defisiensi Zat Besi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 Maret 2021
Ketahui Dampak Defisiensi Zat Besi pada Anak

Halodoc, Jakarta - Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat. Ada berbagai penyebab seseorang mengalami anemia, salah satunya adalah defisiensi zat besi. Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan cukup. 

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Dampak Jika Anak Mengalami Anemia Defisiensi Zat Besi pada Anak

Bukan hanya ibu hamil, anemia jenis ini sangat rentan dialami oleh anak-anak. Nah, jika ibu melihat adanya tanda gangguan kesehatan ini, sebaiknya segera lakukan pengobatan dengan tepat. Anemia defisiensi zat besi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak.

Kelompok Anak yang Rentan Alami Anemia Defisiensi Zat Besi

Zat besi menjadi salah satu kandungan yang cukup penting bagi tubuh. Dengan terpenuhinya kebutuhan zat besi, maka tubuh akan mampu memproduksi sel darah merah (hemoglobin) yang sehat. 

Pada kondisi defisiensi zat besi, menyebabkan tubuh kesulitan memproduksi sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa pasokan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh, menyebabkan tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal.

Bukan hanya orang dewasa, nyatanya anak-anak pun sangat rentan mengalami kondisi ini. Berikut ini kelompok anak yang rentan mengalami anemia defisiensi zat besi:

  1. Anak dengan kelahiran prematur atau berat badan rendah.
  2. Anak yang memiliki penyakit kronis.
  3. Anak yang memiliki berat badan berlebih.
  4. Anak yang kurang mendapatkan asupan nutrisi dan gizi saat MPASI.

Baca juga: Begini Penanganan Anemia Defisiensi Besi pada Anak

Waspada Gejala Defisiensi Zat Besi pada Anak

Umumnya, gejala dari kondisi ini akan sangat beragam dialami oleh tiap anak. Bahkan, tidak jarang, kondisi awal dari defisiensi zat besi pada anak tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, saat penyakit berkembang, ada beberapa gejala yang umumnya akan dialami oleh anak.

Anak akan terlihat lebih pucat dari wajah maupun kulitnya. Selain itu, anak dengan kondisi ini akan lebih mudah marah, cepat kelelahan, mengeluhkan kondisi pusing, detak jantung yang lebih cepat, kaki dan tangan yang cenderung dingin, kehilangan nafsu makan, hingga lebih sering mengalami infeksi. Bahkan, defisiensi zat besi terkadang memicu gejala lain yang terbilang aneh. Misalnya, menginginkan mengonsumsi es atau hal yang bukan makanan.

Dampak Defisiensi Zat Besi pada Anak

Melakukan tes darah secara lengkap merupakan cara tepat untuk mengetahui adanya kondisi anemia defisiensi zat besi pada anak. Dengan begitu, kamu dapat memberikan penanganan dengan tepat. Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat agar kondisi kesehatan anak segera ditangani dengan tepat.

Untuk mempermudah pemeriksaan dan pengobatan yang akan dilakukan, kini ibu bisa gunakan Halodoc. Dengan aplikasi ini, ibu bisa buat janji di rumah sakit terdekat agar pemeriksaan lebih aman dan mudah dilakukan. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Anemia defisiensi zat besi pada anak yang tidak diatasi nyatanya dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan anak. Kondisi ini dapat memicu gangguan pertumbuhan dan perkembang anak secara menyeluruh. 

Baca juga: Awas, Anemia Defisiensi Besi Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Anemia defisiensi zat besi pada anak yang tidak diatasi dapat menyebabkan gangguan perilaku, emosi, hingga gangguan motorik anak. Anak juga mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mengalami gangguan makan. Hal lain yang lebih berbahaya, kondisi ini dapat memicu penurunan imunitas tubuh anak.

Ibu bisa mencegah kondisi ini terjadi pada anak dengan menjalankan pola makan tepat pada anak. Ibu bisa memberikan makanan, seperti daging, ikan, tahu, kuning telur, dan sayuran hijau untuk menambah zat besi pada anak. Selain itu, memberikan anak suplemen zat besi sesuai anjuran dokter juga perlu dilakukan agar anak tidak mengalami anemia defisiensi zat besi.

Referensi:
Cedars Sinai. Diakses pada 2021. Iron-Deficiency Anemia in Children.
Kids Health. Diakses pada 2021. Iron Deficiency Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Iron Deficiency in Children: Prevention Tips for Parents.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. What Causes Iron Deficiency in Your Child and How to Spot It.