• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Friends with Benefits bagi Kesehatan Seksual
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Friends with Benefits bagi Kesehatan Seksual

Ketahui Dampak Friends with Benefits bagi Kesehatan Seksual

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Agustus 2022

“Pastikan kamu melakukan hubungan intim yang aman bersama pasangan yang setia. Pasalnya, menjalin hubungan friends with benefits atau FWB dapat memicu berbagai dampak negatif pada kesehatan seksual, salah satunya berisiko memicu penyakit menular seksual.”

Ketahui Dampak Friends with Benefits bagi Kesehatan SeksualKetahui Dampak Friends with Benefits bagi Kesehatan Seksual

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar istilah teman tapi mesra? Kini ada sebutan lain yang menggambarkan hubungan percintaan antara pria dan wanita ini, yaitu friends with benefits atau FWB. Istilah ini digambarkan sebagai hubungan pertemanan antara wanita dan pria tetapi terdapat keintiman secara fisik maupun seksual di dalamnya.

Biasanya, seseorang yang melakukan hubungan friends with benefit kerap memiliki kesepakatan untuk tidak menjalani hubungan yang serius dan tidak memiliki komitmen. Namun, adakah dampak pada hubungan friends with benefit pada kesehatan seksual? Simak ulasannya berikut ini!

Adakah Dampak Friends with Benefits atau FWB bagi Kesehatan Seksual?

Friends with benefits atau FWB adalah salah satu istilah relasi yang digunakan oleh wanita dan pria yang memiliki hubungan tanpa komitmen tetapi memiliki keintiman secara fisik dan seksual. Bahkan, hubungan ini tidak melibatkan perasaan dan ikatan emosi antar pasangan.

Hubungan ini tidak memiliki komitmen dan ikatan apapun sehingga bisa berlangsung dalam waktu yang singkat. Namun, bukan tidak mungkin kondisi ini membuat seseorang menjadi sering berganti pasangan akibat hubungan tanpa ikatan.

Padahal, kerap berganti pasangan seksual memicu berbagai dampak buruk yang bisa terjadi pada kesehatan seksual. Nah, berikut ini risiko yang bisa dialami akibat terlalu sering berganti pasangan ketika menjalani hubungan FWB, yaitu:

1. Menurunnya Gairah Seksual

Menjalani hubungan secara fisik dan intim memicu munculnya ikatan emosional. Namun, jika salah satu pasangan merasakan perasaan yang tidak terbalas, kondisi ini bisa menyebabkan stres atau gangguan cemas yang dapat menurunkan gairah seksual. 

2. Mengalami Penyakit Menular Seksual

Selain mengalami penurunan gairah seksual, hubungan ini sangat berisiko menyebabkan penyakit menular seksual. Sering berganti pasangan saat melakukan hubungan intim menjadi penyebab utama dari penyakit menular seksual.

Ada berbagai penyakit menular seksual yang berisiko dialami, seperti:

  • Sifilis. Penyakit ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal dari sifilis adalah munculnya luka pada area kelamin, mulut, hingga dubur. Penyebaran bisa terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan luka yang terbuka. 
  • Gonore. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae dan menyebar melalui hubungan seksual, baik secara oral, anal, maupun melalui vagina. Gonore dapat menyebabkan pengidapnya mengalami nyeri saat buang air kecil. Pada pria, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri pada testis, sedangkan pada wanita, penyakit ini bisa memicu perdarahan diluar menstruasi.
  • Herpes Kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex. Penularannya bisa terjadi akibat hubungan intim. Ada beberapa gejala terkait penyakit ini, seperti luka terbuka pada area mulut dan kelamin, demam, dan nyeri saat buang air kecil. 
  • HIV. Penyakit ini terjadi akibat virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan vagina masuk ke dalam tubuh orang lain. Proses ini bisa terjadi ketika melakukan hubungan intim dan menggunakan jarum suntik bersama dengan orang lain.

3. Kehamilan yang Tidak Direncanakan

Selain memicu penularan penyakit seksual, FWB juga bisa menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan. Pasalnya, kedua belah pihak biasanya hanya mengejar kepuasan belaka dan tidak mengindahkan konsekuensi akibat hubungan intim yang dilakukan. Akibatnya mereka lupa menggunakan kondom atau alat kontrasepsi lainnya. 

Itulah beberapa dampak pada kesehatan seksual yang bisa terjadi ketika kamu melakukan friends with benefit (FWB). Ingat, hubungan ini tidak dapat dilakukan oleh semua orang, bahkan kamu dianjurkan untuk tidak melakukannya demi terhindar dari dampak negatif baik pada kesehatan fisik dan mental yang bisa dialami.

Segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang terkait dengan penyakit menular seksual. Kamu bisa cari tahu lokasi rumah sakit yang paling dekat untuk dikunjungi guna melakukan pemeriksaan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc untuk mengetahui rumah sakit terdekat.

Referensi:

Brides. Diakses pada 2022. Friends With Benefits: What Does It Mean and Is It Right for You?
Psych Central. Diakses pada 2022. How to Navigate Friends with Benefits.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Gonorrhea.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Herpes Simplex.