• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Gejala dan Penanganan Adenomyosis pada Rahim
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Gejala dan Penanganan Adenomyosis pada Rahim

Ketahui Gejala dan Penanganan Adenomyosis pada Rahim

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 September 2022

“Terkadang, gejala adenomyosis tidak terasa atau bersifat ringan sehingga mudah diabaikan. Namun, jika kondisi adenomyosis sangat mengganggu kualitas hidup, maka pilihan penanganan terakhir yaitu histerektomi.”

Ketahui Gejala dan Penanganan Adenomyosis pada RahimKetahui Gejala dan Penanganan Adenomyosis pada Rahim

Halodoc, Jakarta – Adenomyosis terjadi ketika jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh ke dalam dinding otot luar rahim (miometrium). Jaringan tersebut berkembang (menebal, pecah, dan berdarah) selama setiap siklus menstruasi. Namun, kondisi tersebut menyebabkan rahim membesar dua hingga tiga kali lipat, sehingga menstruasi terasa lebih berat, darah yang keluar banyak (abnormal), serta menyakitkan. 

Baru-baru ini tengah viral di sosial media, seorang wanita yang mengidap adenomyosis yang terpaksa harus menjalani pengangkatan rahim. Adenomyosis sebenarnya bukan kondisi yang mengancam jiwa, tapi jika tidak ditangani segera maka dapat berdampak serius pada kualitas hidup. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mengenali gejala adenomyosis agar lebih waspada. 

Gejala Adenomyosis yang Perlu Dikenali

Terkadang, adenomyosis tidak menimbulkan tanda atau gejala. Biasanya seseorang hanya merasa ketidaknyamanan ringan dan mengabaikannya. Namun, gejala adenomyosis yang perlu diwaspadai yaitu:

  • Pendarahan menstruasi yang berat atau berlangsung lama.
  • Kram parah atau nyeri panggul yang terasa tajam selama menstruasi (dismenore).
  • Nyeri panggul kronis.
  • Hubungan seksual terasa menyakitkan (dispareunia).

Kamu juga dapat merasakan adanya rasa nyeri tekan atau tekanan di perut bagian bawah. 

Adenomyosis merupakan kondisi umum, dan paling sering didiagnosis pada wanita paruh baya dan wanita yang telah memiliki anak. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang pernah menjalani operasi rahim sebelumnya mungkin juga berisiko mengalami adenomyosis. 

Meskipun penyebab adenomyosis belum diketahui, penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh faktor hormonal. Termasuk hormon estrogen, progesteron, prolaktin, dan hormon perangsang folikel.

Penanganan Adenomyosis pada Rahim

Wanita yang memiliki adenomyosis ringan, tanpa gejala, atau mendekati menopause mungkin tidak memerlukan perawatan medis. Sementara penanganan yang bertujuan untuk mengurangi gejala adenomyosis terdapat beberapa pilihan:

  • Obat antiinflamasi, seperti ibuprofen, dapat mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
  • Obat hormonal, seperti pil KB, alat kontrasepsi progestin, atau suntikan (Depo-Provera) dapat membantu meringankan gejala. Selain itu, dokter dapat meresepkan agonis atau antagonis hormon pelepas gonadotropin untuk penggunaan jangka pendek, karena obat tersebut dapat menyebabkan menopause palsu atau sementara. Namun dokter juga dapat meresepkannya untuk jangka panjang jika perawatan lain tidak bekerja dengan baik. 
  • Embolisasi arteri rahim: Pengobatan ini dengan menempatkan tabung di arteri utama di selangkangan dan menyuntikkan partikel kecil ke area yang terkenal. Cara ini dapat menghentikan suplai darah untuk mencapai area tersebut, mengecilkan adenomyosis dan mengurangi gejala. 

Lantas, apa yang menyebabkan orang yang memiliki adenomyosis harus menjalani penanganan berupa pengangkatan rahim?

Pengangkatan rahim atau histerektomi hanya dilakukan jika kualitas hidup seorang wanita sudah sangat terpengaruh, dan semua pilihan pengobatan lainnya tidak ada yang berhasil. Dengan begitu, satu-satunya pilihan penanganan terakhir adenomyosis adalah histerektomi. 

Tergantung pada situasinya, ada beberapa manfaat dari histerektomi:

  • Kemungkinan perawatan lebih lanjut berkurang.
  • Jika seorang wanita di luar usia subur, maka ini adalah pengobatan yang jauh lebih pasti.
  • Jika ada kondisi lain yang menyertai, seperti endometriosis, maka akan lebih mudah untuk mengobati semuanya sekaligus. 

Namun, disisi lain, pilihan histerektomi mungkin tidak cocok untuk semua wanita,  terutama mereka yang masih ingin hamil. Itulah pentingnya untuk segera mendapatkan pengobatan jika kamu merasakan gejala yang mengkhawatirkan. Kamu juga bisa membuat janji medis di fasilitas kesehatan pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. Adenomyosis and Hysterectomy
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about adenomyosis
Healthline. Diakses pada 2022. Understanding Adenomyosis, a Uterine Condition
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Adenomyosis.