Ketahui Gejala Gangguan Sistem Endokrin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Gejala Gangguan Sistem Endokrin

Halodoc, Jakarta - Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon untuk mengendalikan banyak fungsi tubuh. Fungsi tubuh yang dikendalikan hormon endokrin, salah satunya mengubah kalori menjadi energi yang menggerakkan sel dan organ. Sistem ini juga mengendalikan detak jantung, pertumbuhan tulang, dan jaringan sampai perkembangan janin. 

Baca Juga: Harus Tahu, 6 Penyakit yang Disebabkan oleh Gangguan Hormon

Mengingat sistem endokrin dibutuhkan banyak fungsi tubuh dan memainkan peran penting dalam perkembangan diabetes, penyakit tiroid, gangguan pertumbuhan, disfungsi seksual, dan sejumlah gangguan terkait hormon lainnya. Maka dari itu, sistem endokrin yang mengalami gangguan bisa menimbulkan berbagai kondisi medis.

Penyebab Gangguan Endokrin

Gangguan endokrin dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu gangguan endokrin yang terjadi ketika kelenjar memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon (ketidakseimbangan hormon) dan gangguan endokrin yang terjadi akibat perkembangan lesi (seperti nodul atau tumor) dalam sistem endokrin. Oleh karena itu, gejala gangguan sistem endokrin bervariasi tergantung fungsi tubuh mana yang terpengaruh. Berikut ini gejala dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gangguan endokrin, yaitu:

  • Kurangnya kelenjar adrenal. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar adrenal melepaskan terlalu sedikit hormon kortisol atau aldosteron. Gejalanya meliputi kelelahan, sakit perut, dehidrasi, dan perubahan kulit. Penyakit Addison adalah jenis insufisiensi adrenal.

  • Penyakit Cushing. Produksi hormon kelenjar hipofisis yang berlebihan menyebabkan kelenjar adrenal terlalu aktif. Kondisi serupa yang disebut sindrom Cushing bisa terjadi pada anak-anak yang minum obat kortikosteroid dosis tinggi.

  • Gigantisme (akromegali) dan masalah hormon pertumbuhan lainnya. Jika kelenjar pituitari menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, tulang dan bagian tubuh anak dapat tumbuh dengan cepat melebihi batas normal. Jika kadar hormon pertumbuhan terlalu rendah, anak juga bisa berhenti bertambah tinggi.

  • Hipertiroidisme. Kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, yang menyebabkan penurunan berat badan, detak jantung yang cepat, berkeringat, dan gugup. Penyebab hipertiroidisme paling umum adalah gangguan autoimun yang disebut penyakit Grave.

Baca Juga: Ada Benjolan di Leher, Waspada Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

  • Hipotiroidisme. Kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, sehingga menyebabkan kelelahan, sembelit, kulit kering, dan depresi. Kelenjar yang kurang aktif menyebabkan perkembangan yang lambat pada anak-anak.

  • Hipopituitarisme. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar pituitari melepaskan sedikit atau tidak ada hormon. Wanita dengan kondisi ini dapat berhenti mendapatkan menstruasi.

  • Multi-endokrin neoplasia I dan II. Kondisi genetik langka ini umumnya diturunkan melalui keluarga. Multi-endokrin neoplasia menyebabkan tumor pada paratiroid, adrenal, dan kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan produksi hormon yang berlebihan.

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kelebihan hormon androgen dapat mengganggu perkembangan telur dan pelepasannya dari indung telur. PCOS adalah penyebab utama infertilitas pada wanita.

  • Pubertas sebelum waktunya. Pubertas dini abnormal yang terjadi ketika kelenjar memberitahu tubuh untuk melepaskan hormon seks terlalu dini.

Pengobatan Gangguan Sistem Endokrin

Seseorang yang mengalami gangguan sistem endokrin perlu mengunjungi ahli endokrin agar ditangani secara tepat. Ahli endokrin biasanya merekomendasikan tes darah dan urin untuk memeriksa kadar hormon guna mengidentifikasi adanya gangguan sistem endokrin. Tes pencitraan dilakukan untuk membantu menemukan atau menentukan nodul atau tumor yang disebabkan oleh gangguan sistem endokrin.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Komplikasi Gangguan Sistem Endokrin

Apabila kamu ingin memeriksakan diri ke ahli endokrin, buat janji melalui aplikasi Halodoc terlebih dahulu sebelum mengunjungi rumah sakit. Perawatan gangguan endokrin bisa rumit, karena perubahan dalam satu tingkat hormon memengaruhi fungsi tubuh lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan darah secara rutin diperlukan untuk memeriksa masalah dan menentukan obat dan rencana perawatan yang tepat.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Endocrine Disorders.
MSD Manual. Diakses pada 2019. Endocrine Disorders.