29 March 2019

Harus Tahu, 6 Penyakit yang Disebabkan oleh Gangguan Hormon

Harus Tahu, 6 Penyakit yang Disebabkan oleh Gangguan Hormon

Halodoc, Jakarta - Hormon memiliki berbagai peran dalam tubuh manusia. Zat kimia ini diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh yang berfungsi untuk membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, hingga reproduksi.

Nah, sudah kebanyakan apa jadinya bila sistem hormon terganggu? Pastinya bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dalam tubuh. Lalu, penyakit apa saja sih yang bisa disebabkan oleh gangguan atau kelainan hormon?

Baca juga: Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Testosteron

1. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun diketahui lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Sebagian besar kasusnya terjadi pada mereka di usia 20–40 tahun. Penyakit autoimun sering kali berhubungan dengan hormonal, khususnya hormon estrogen. Nah, beruntunglah kaum adam, sebab pada dasarnya perempuan memang lebih banyak memiliki hormon estrogen dalam tubuhnya.

Hormon estrogen sendiri berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksi. Tak cuma itu, fungsinya mengatur fungsi organ dan sel hingga mengatur perkembangan dan metabolisme.

Banyak penyakit autoimun yang cenderung membaik atau memburuk seiring dengan fluktuasi hormon wanita. Misalnya, ketika mereka hamil, menggunakan kontrasepsi oral, atau sejalan dengan siklus menstruasi. Nah, inilah yang mengindikasikan kalau hormon seksual mungkin berperan dalam banyak penyakit autoimun.

Baca juga: 4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

2. Akromegali

Gangguan hormon dalam tubuh juga bisa menyebabkan akromegali. Akromegali sendiri merupakan kelainan yang muncul, karena tubuh kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone). Alhasil, akan terjadi pertumbuhan secara berlebihan pada jaringan tubuh. Misalnya, otot dan tulang, khususnya pada kaki, tangan, dan wajah.

Kondisi ini kebanyakan disebabkan oleh tumor jinak pada kelenjar hipofisis. Peningkatan produksi hormon pertumbuhan ini juga dapat disebabkan oleh tumor pada organ tubuh lainnya, seperti paru-paru atau pankreas meski sangat jarang terjadi.

3. Hipotiroidisme

Kondisi yang satu ini terjadi ketika tiroid terganggu dan tidak bisa menghasilkan cukup hormon. Hipotiroidisme menyebabkan proses metabolisme tubuh akan semakin lambat, sehingga energi yang diproduksi tubuh akan berkurang.

4. Benign prostatic Hyperplasia (BPH)

BPH atau pembesaran prostat jinak ini merupakan kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan. Tapi, pembengkakan ini tak bersifat kanker. Faktanya, penyebab pasti benign prostatic hyperplasia belum diketahui pasti. Tapi, diduga kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Umumnya, prostat sendiri akan terus tumbuh seumur hidup. Pada beberapa kasus, prostat terus berkembang dan mencapai ukuran yang cukup besar, sehingga secara bertahap bisa menghimpit uretra. Nah, uretra yang terjepit ini bisa menyebabkan urine susah keluar, sehingga terjadilah gejala-gejala BPH seperti di atas.

Baca juga:5 Faktor Ini Tingkatkan Risiko BPH Benign Prostatic Hyperplasia

5. Jerawat

Enggak sedikit kaum hawa yang “berlangganan” jerawat ketika masa menstruasi datang. Salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh hormon progesteron yang menghasilkan minyak berlebih pada kulit, sehingga memicu timbulnya jerawat. Yang bikin resahnya, masalah jerawat karena faktor hormon ini sulit dihilangkan.

6. Penyakit Addison

Penyakit yang satu ini juga bisa sebabkan oleh gangguan hormon dalam tubuh. Addison disebabkan oleh berkurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan beberapa gejala, contohnya kelelahan, dehidrasi, sakit perut, hingga perubahan warna kulit.

Memiliki keluhan kesehatan seperti di atas atau masalah lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!