• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hamil Anggur

Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hamil Anggur

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hamil Anggur

Halodoc, Jakarta - Kehamilan terjadi setelah sel telur dibuahi dan berkembang di dalam rahim. Namun, terkadang tahap-tahap awal kehamilan merupakan hal yang rumit. Tidak semua kehamilan berjalan sebagaimana mestinya, yaitu seperti terjadinya hamil anggur, dan ini bukan kesalahan dari siapapun. 

Hamil anggur terjadi ketika plasenta tidak berkembang secara normal. Sebagai akibatnya, sebuah tumor terbentuk di dalam rahim dan menyebabkan plasenta menjadi massa kantung berisi cairan, yang juga disebut kista. Kehamilan seperti ini tidak berlangsung lama, karena plasenta biasanya tidak dapat memberi makan atau menumbuhkan bayi. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan ibu.

Baca juga: Inilah Bedanya Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Komplikasi Hamil Anggur yang Perlu Diwaspadai

Hamil anggur tidak dapat tumbuh menjadi kehamilan normal dan sehat. Wanita yang mengalaminya harus menjalani perawatan untuk mencegah komplikasi. Ini bisa menjadi kabar yang sangat sulit untuk diterima oleh pasangan suami-istri setelah bergembira di awal karena hasil tes kehamilan yang positif. 

Setelah hamil anggur ditangani dan diangkat, jaringan molar dapat tetap dan terus tumbuh. Kondisi ini disebut gestational trophoblastic neoplasia (GTN) persisten. Ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 20 persen dari kehamilan anggur komplit, dan hingga 5 persen dari kehamilan anggur parsial. 

Salah satu tanda GTN persisten adalah tingkat tinggi human chorionic gonadotropin (HCG), hormon kehamilan, setelah kehamilan anggur telah dihilangkan. Dalam beberapa kasus, mola hidatidosa invasif menembus jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim, yang menyebabkan perdarahan di vagina. 

GTN persisten hampir selalu berhasil diobati, biasanya dengan prosedur kemoterapi. Pilihan perawatan lain adalah pengangkatan rahim (histerektomi). Dalam kasus yang jarang terjadi, bentuk kanker GTN yang dikenal sebagai choriocarcinoma berkembang dan menyebar ke organ lain. Koriokarsinoma biasanya berhasil diobati dengan beberapa obat kanker. Hamil anggur komplit lebih cenderung mengalami komplikasi ini dibandingkan hamil anggur parsial. 

Baca juga: Apa Itu Hamil Anggur dan Bagaimana Mencegahnya?

Gejala Hamil Anggur yang Perlu Diwaspadai

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan agar bisa diperiksa lebih lanjut, inilah beberapa gejala hamil anggur yang perlu kamu ketahui:

  • Perdarahan. Kamu mungkin mengalami perdarahan merah hingga cokelat tua pada trimester pertama (hingga 13 minggu). Ini lebih mungkin terjadi jika kamu memiliki hamil anggur lengkap. Perdarahan mungkin memiliki kista seperti anggur (gumpalan jaringan). 
  • HCG tinggi dengan mual dan muntah yang parah. Hormon hCg dibuat oleh plasenta. Ini bertanggung jawab untuk memberi banyak wanita hamil mual dan muntah dalam jumlah tertentu. Pada hamil anggur, mungkin ada lebih banyak jaringan plasenta daripada normal. Tingkat hCG yang lebih tinggi dapat menyebabkan mual dan muntah yang parah. 
  • Nyeri dan tekanan pada panggul. Jaringan dalam kehamilan molar tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya, terutama pada trimester kedua. Perut ibu hamil mungkin terlihat terlalu besar untuk tahap awal kehamilan. Pertumbuhan yang cepat juga dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit. 

Selain itu, dokter mungkin juga menemukan tanda-tanda lain seperti:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Anemia (zat besi rendah).
  • Preeklampsia.
  • Kista ovarium.
  • Hipertiroidisme.

Baca juga: Janin Tidak Berkembang, Ini Ciri-Ciri Hamil Anggur

Jika kamu pernah mengalami hamil anggur, segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum kamu berencana untuk hamil lagi. Dokter mungkin akan merekomendasikan kamu untuk menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba hamil lagi. Risiko kekambuhan rendah, tetapi lebih tinggi dari risiko untuk wanita yang tidak memiliki riwayat hamil anggur. 

Selama kehamilan berikutnya, dokter akan melakukan USG dini untuk memantau kondisi ibu dan menawarkan jaminan perkembangan normal. Dokter juga dapat mendiskusikan tes genetik prenatal, yang dapat digunakan untuk mendiagnosis hamil anggur. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Molar Pregnancy: What You Need to Know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Molar pregnancy.