• Home
  • /
  • Ketahui Komplikasi yang Diakibatkan Melanoma pada Mata

Ketahui Komplikasi yang Diakibatkan Melanoma pada Mata

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Komplikasi yang Diakibatkan Kanker Mata Melanoma

Halodoc, Jakarta -  Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius. Kanker ini mulanya berkembang di dalam sel (melanosit) yang menghasilkan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit. Bukan cuma kulit, melanoma dapat terbentuk pada mata dan organ internal. Meskipun begitu, kondisi tersebut jarang terjadi dan lebih sering terjadi pada kulit.

Melanoma dapat berkembang menjadi ganas dan sulit diobati jika tidak dideteksi sedini mungkin. Ketika dideteksi lebih dini, kanker lebih mudah dikendalikan dan diobati. Jika tidak, maka pengidapnya dapat mengalami sejumlah komplikasi.

Baca Juga: Kenali 4 Jenis Melanoma yang Dapat Terjadi

Komplikasi Kanker Mata Melanoma

Dikutip dari Medscape, melanoma yang tidak kunjung diobati dapat menimbulkan kondisi yang lebih serius seperti, nekrosis kulit, infeksi luka, disfungsi atau nyeri saraf dan hematoma. Limfedema bisa terjadi pada ekstremitas atas dan bawah, sehingga menyulitkan kerja kelenjar getah bening. 

Melansir dari American Cancer Society, risiko melanoma dapat meningkat seseorang yang berusia di bawah 40 tahun. Selain itu, wanita juga rentan mengidap melanoma daripada pria. Mengetahui tanda-tanda peringatan kanker kulit dapat mencegah penyakitnya menyebar dan memudahkan perawatan. Banyak kasus melanoma yang sukses diobati ketika terdeteksi dini.

Baca Juga: Sembuh dari Melanoma, Apakah Dapat Muncul Kembali?

Tanda dan Gejala Kanker Mata Melanoma

Tanda dan gejala khas dari melanoma adalah munculnya bercak baru pada kulit atau bercak yang berubah dalam ukuran, bentuk, atau warna. Bercak ini berbeda dari bercak yang ada di kulit lainnya. Melanoma yang memengaruhi mata, umumnya akan menimbulkan gejala seperti :

  • Timbul bintik hitam pada iris mata.

  • Terasa seperti melihat kilatan cahaya.

  • Merasakan ada bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan.

  • Pandangan kabur atau hilangnya kemampuan untuk melihat.

  • Perubahan bentuk pupil.

  • Pembengkakan pada salah satu mata.

  • Adanya benjolan pada kelopak atau bola mata yang semakin lama semakin membesar.

Aturan ABCDE adalah panduan lain untuk mengenali tanda-tanda melanoma pada kulit. Segera periksakan ke dokter apabila kamu mendapati tahi lalat dengan gejala berikut:

  • A untuk Asimetri: Tahi lalat tidak asimetri dan berbeda dengan yang lain.

  • B untuk Border: Tepi tahi lalat tidak teratur, kasar, berlekuk, atau kabur.

  • C untuk color atau warna: Warna tahi lalat tidak sama dengan lainnya. Warnanya berupa coklat atau hitam yang berbeda atau kadang-kadang dengan bercak merah muda, merah, putih, atau biru.

  • D untuk Diameter: Tahi lalat biasanya berdiameter lebih besar dari 6 milimeter.

  • E untuk evolve atau berkembang: Tahi lalat mengalami perubahan ukuran, bentuk, atau warna.

Beberapa melanoma terkadang tidak sesuai dengan aturan ini, meski begitu penting untuk memberi tahu dokter tentang perubahan atau tahi lalat baru pada kulit, atau pertumbuhan yang terlihat berbeda dari tahi lalat lainnya. Kalau kamu mau memeriksakan diri, kini melalui Halodoc kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengunjungi rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca Juga: Langkah Pengobatan Melanoma yang Bisa Dilakukan

Pastikan untuk menunjukkan kepada dokter area apa saja yang dikhawatirkan dan minta dokter untuk melihat area yang mungkin sulit kamu lihat. Terkadang sulit untuk membedakan antara melanoma dan tahi lalat biasa, bahkan untuk dokter, jadi penting untuk menunjukkan kepada dokter tahi lalat apa pun yang terlihat mencurigakan dan berbeda dengan yang lainnya. 

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Melanoma Skin Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Melanoma.
Medscape. Diakses pada 2020. Melanoma.