Sembuh dari Melanoma, Apakah Dapat Muncul Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sembuh dari Melanoma, Apakah Dapat Muncul Kembali?

 Halodoc, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa setiap tahun di seluruh dunia terdapat sekitar 132.000 kasus kanker melanoma. Penyakit ini dikhawatirkan terus mengalami peningkatan akibat lapisan ozon di atmosfer bumi yang makin menipis. WHO juga mengungkapkan bahwa pengurangan lapisan ozon hanya sepuluh persen saja, maka ini bisa menyebabkan peningkatan risiko kanker kulit hingga 4500 kasus baru. Parahnya lagi, kanker melanoma bisa muncul kembali, terutama jika kondisinya sudah berkembang sangat parah. 

Cara untuk mencegah melanoma muncul kembali, maka kamu wajib memonitor kondisi kesehatan. Apalagi jika tim dokter merasa bahwa kondisi kanker yang kamu alami memiliki kemungkinan untuk muncul kembali. Kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan perawatan yang tepat sejak awal. 

Baca Juga: Liburan Ke Pantai? Harus Tahu, 3 Bahayanya Sinar Matahari Bagi Kulit

Lantas, Apa yang Menjadi Penyebab Melanoma?

Kanker kulit melanoma muncul ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Namun sayangnya hingga kini belum diketahui apa alasannya. Banyak orang yang mencurigai paparan sinar ultraviolet baik dari matahari atau buatan seperti yang digunakan untuk proses tanning kulit dapat memicunya. Namun, tidak semua orang yang sering terpapar sinar UV akan mengidap melanoma. Beberapa orang yang berisiko tinggi mengalami kanker melanoma adalah mereka yang memiliki banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan mudah terbakar, memiliki anggota keluarga yang mengidap melanoma, serta yang berambut merah atau pirang.

Apa Saja Gejala dari Kanker Melanoma?

Gejala yang bisa terjadi adalah kemunculan banyak tahi lalat baru atau adanya perubahan bentuk dari tahi lalat yang lama. Bentuk tahi lalat normal ini biasanya memiliki satu warna, berbentuk bulat atau oval, dan berdiameter kurang dari 6 milimeter. Sementera itu, melanoma biasanya memiliki ciri-ciri lain, yaitu:

  • Memiliki lebih dari satu warna;

  • Bentuknya tidak beraturan;

  • Diameternya lebih besar dari 6 mm;

  • Terasa gatal dan bisa berdarah.

Baca Juga: Tanda Tahi Lalat Ciri Kanker Melanoma

Selain itu, dengan daftar ABCDE, kamu dapat membedakan tahi lalat normal dengan melanoma. Daftar ABCDE itu antara lain: 

  • A (asymmetrical) asimetris. Melanoma umumnya memiliki bentuk tidak beraturan dan tidak bisa dibagi dua sama rata.

  • B (border) pinggiran. Melanoma biasanya memiliki pinggiran yang tidak rata dan kasar, berbeda dengan tahi lalat normal.

  • C (colour) warna: Melanoma merupakan campuran dari dua atau tiga warna.

  • D (diameter) diameter: Melanoma biasanya berdiameter lebih besar dari 6 milimeter, dan berbeda dari tahi lalat biasa.

  • E (enlargement or evolution) pembesaran atau evolusi: Tahi lalat yang berubah bentuk dan ukuran setelah beberapa lama dicurigai menjadi melanoma.

Penting diingat bahwa melanoma bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, tapi bagian tubuh yang sering terpengaruh adalah wajah, tangan, punggung, dan kaki. Melanoma juga bisa muncul pada kulit yang terlihat normal dan jarang terpapar sinar ultraviolet. Terkadang melanoma juga bisa muncul di bawah kuku, di mulut, saluran pencernaan, saluran kemih, vagina, atau pada bagian mata. 

Karena bisa memicu bahaya, jangan ragu untuk memeriksakan diri dengan dokter. Kini buat janji dengan dokter pun bisa dilakukan dengan lebih mudah dengan aplikasi Halodoc

Baca Juga: Ciri Orang yang Bisa Terkena Melanoma

Bagaimana Cara Mencegahnya Kanker Melanoma?

Cara mencegah kanker melanoma yang paling tepat adalah dengan menghindarkan kulit dari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama. Caranya dengan selalu menggunakan krim tabir surya yang mengandung SPF, memakai baju berlengan panjang, dan menghindari sinar ultraviolet buatan. 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2019. Skin Cancers. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Melanoma. 
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Skin Cancer?