27 July 2017

Ketahui Lebih Banyak Lagi Penyebab Hipertiroid

Ketahui Lebih Banyak Lagi Penyebab Hipertiroid

Halodoc, Jakarta - Penyakit hipertiroid atau hipertiroidisme berarti kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Hal ini ditandai dengan hipermetabolisme (metabolisme meningkat) dan tingginya serum hormon tiroid bebas. Kelenjar tiroid merupakan organ yang terletak di bagian depan leher yang memproduksi hormon untuk mengontrol metabolisme, pernapasan, detak jantung, sistem saraf, berat badan, suhu tubuh, dan banyak fungsi lainnya dalam tubuh. Ketika kelenjar tiroid terlalu aktif, maka proses tubuh akan terjadi lebih cepat.

Gejala hipertiroid terkait dengan efek dari kelebihan hormon tiroid. Hormon tiroid mengontrol metabolisme, sehingga jumlah hormon T4 atau T3 yang berlebihan menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh atau biasa disebut dengan hipermetabolik.

Inilah Tanda-tanda atau Gejala Pengidap Hipertiroid:

  • Peningkatan tekanan darah
  • Gugup
  • Tremor (gemetaran)
  • Sering berkeringat
  • Merasa gampang lapar
  • Gelisah
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi
  • Buang air besar bisa lebih sering dan wanita mungkin memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur (sering telat)
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Sulit tidur
  • Gatal-gatal
  • Rambut Rontok
  • Mual dan muntah
  • Kelenjar tiroid dapat membesar atau sering kita sebut dengan gondok.
  • Perkembangan payudara pada pria (ginekomastia) hipertiroidisme
  • Fibrilasi atrium menyebabkan aritmia (gangguan irama jantung) dapat berakibat stroke, atau bahkan menyebabkan gagal jantung kongestif  


Berbagai kondisi dapat menjadi penyebab hipertiroid atau hipertiroidisme adalah :

1.  Penyakit Graves atau penyakit autoimun, di mana tubuh membuat antibodi yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh gondok beracun atau multinodular goiter (toxic goiter), yang merupakan benjolan atau nodul di kelenjar tiroid yang menyebabkan tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang berlebihan.

2.  Mengonsumsi terlalu banyak yodium baik dari makanan atau suplemen yang menyebabkan kelenjar tiroid terlalu banyak menghasilkan hormon tiroid.

3.  Adanya tumor ovarium (testis) dan tumor jinak dari kelenjar tiroid atau hipofisis.

Diagnosis penyakit ini berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar thyroid stimulating hormone (TSH) dan hormon tiroid T3 dan T4. Tak jarang juga memerlukan pemeriksaan penunjang seperti USG atau scan tiroid untuk melihat apakah ada nodul, atau meradang bahkan terlalu aktif. Penyakit ini juga dapat menyebabkan tulang menjadi keropos (osteoporosis). Oleh karena itu diperlukan suplemen vitamin D dan kalsium selama dan setelah pengobatan.


Jika kamu ingin lebih mengetahui lebih banyak lagi tentang penyakit hipertiroid (pengertian, penyebab, gejala atau tanda-tanda, pencegahan dan pengobatan) dan berdiskusi dengan dokter spesialis mengenai hipertiroidisme dan akibatnya, kamu bisa melakukannya lewat aplikasi kesehatan Halodoc. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter melalui pilihan metode melalui chat, video call atau voice call. Segera download aplikasi Halodoc pada Google Play dan App Store untuk menggunakannya.