• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Lebih Jauh Sistem Saraf pada Manusia

Ketahui Lebih Jauh Sistem Saraf pada Manusia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Lebih Jauh Sistem Saraf pada Manusia

Halodoc, Jakarta – Sistem saraf berfungsi untuk mengatur setiap tindakan yang dilakukan tubuh dengan cara saling mengirimkan sinyal dari berbagai bagian tubuh. Misalnya, saraf bekerja memberi tahu jantung untuk berdetak atau memberitahu paru-paru untuk bernapas tanpa kamu sadari. Sistem saraf sendiri terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik, dan seluruh saraf yang saling terhubung dengan organ di dalam tubuh. 

Sistem saraf juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom. Kedua sistem bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dari dalam tubuh dan dari lingkungan luarnya. Sistem memproses informasi yang dikumpulkan, kemudian mengirimkan instruksi ke seluruh tubuh dan memfasilitasi tanggapan yang sesuai.

Baca juga: 4 Gangguan Saraf yang Perlu Diketahui

Fungsi Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat berfungsi menerima informasi dari seluruh area tubuh. Kemudian, sistem akan mengkoordinasikan semua informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh. Organ tubuh yang termasuk dalam sistem saraf pusat di antaranya:

  • Otak. Otak ibarat mesin pengendali utama yang bertugas untuk mengendalikan fungsi tubuh termasuk sensasi, pikiran, gerakan, kesadaran, dan memori atau ingatan.
  • Sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang adalah organ yang terhubung langsung ke otak melalui batang otak dan kemudian mengalir sepanjang ruas tulang belakang. Organ ini berfungsi membawa informasi dari berbagai bagian tubuh ke otak dan sebaliknya.
  • Neuron. Neuron adalah sekelompok sel yang membangun sistem saraf pusat yang jumlahnya ada miliaran di tubuh manusia. Milyaran sel ini berkomunikasi satu sama lain untuk menghasilkan respons dan tindakan fisik. 

Fungsi Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi juga terbagi lagi menjadi dua komponen, yaitu sistem somatik dan otonom. Sistem somatik melibatkan bagian tubuh yang dapat dikendalikan sesuka hati dan sistem otonom berfungsi untuk menjalankan tugas yang tidak kamu sadari, seperti memompa darah. Berikut fungsi-fungsi yang dijalankan oleh dua komponen sistem saraf tepi:

1. Sistem Somatik

Sistem somatik terdiri atas serabut saraf perifer. Nah, serabut saraf perifer ini bertugas mengambil informasi sensorik atau sensasi dari organ perifer seperti kulit. Nantinya, informasi yang diperoleh akan dibawa ke sistem saraf pusat. Selain serabut saraf perifer, sistem saraf somatik juga terdiri dari serabut saraf motor yang menjulur keluar dari otak. Serabut saraf motorik berfungsi membawa pesan untuk menggerakkan tubuh.

Misalnya, ketika kamu tidak sengaja menyentuh api pada lilin, saraf perifer akan membawa informasi ke otak bahwa itu adalah sensasi panas. Setelah itu, saraf motorik memberi sinyal ke otak agar menggerakkan jari-jari tangan untuk segera menghindar, melepas atau menarik tangan dari termos panas tersebut. Walaupun prosesnya terlihat panjang, proses ini faktanya hanya berlangsung dalam satu detik saja. 

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Alami Kerusakan Saraf

2. Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom adalah jaringan sel kompleks yang mengontrol keadaan internal tubuh. Bedanya dengan sistem saraf somatik, sistem saraf otonom mengatur fungsi-fungsi tubuh yang di luar kesadaran seseorang. Ada dua bagian dari saraf otonom, yaitu sistem simpatik dan parasimpatik. Ini perbedaannya:

  • Sistem Simpatik bertugas membuat respons perlawanan dari dalam tubuh ketika ada ancaman dalam waktu cepat. Misalnya, ketika kamu sedang merasa takut atau gugup, sistem saraf simpatik akan memicu respons dengan mempercepat detak jantung, memproduksi kelenjar keringat, meningkatkan pernapasan, dan lain-lain. 
  • Sistem Parasimpatik bertugas membuat respons, sistem parasimpatik bertanggung jawab menjaga fungsi tubuh agar tetap berjalan normal setelah munculnya ancaman. Jadi, ketika ancaman sudah berlalu, sistem parasimpatik mulai bekerja untuk memperlambat detak jantung, memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot dan lain-lain.

Baca juga: Ketahui Cara-Cara untuk Atasi Kerusakan Saraf

Karena mempunyai fungsi yang penting, sistem saraf juga rentan mengalami masalah. Kalau kamu mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan saraf, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ini, kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Nervous System.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is the autonomic nervous system?