04 January 2019

Ketahui Manfaat Donor Darah Bagi Wanita

Ketahui Manfaat Donor Darah Bagi Wanita

Halodoc, Jakarta – Donor darah di Indonesia telah diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 02 tahun 2011. Pengawasan donor darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) juga dijamin UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. UU tersebut menyebutkan pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan donor darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Maka itu, donor darah adalah proses yang terjamin aman sehingga kamu tidak perlu ragu melakukannya.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

Alasan Perlu Dilakukan Donor Darah

Donor dilakukan karena kebutuhan suplai darah sangat tinggi. Kamu tidak perlu khawatir kekurangan darah akibat donor yang dilakukan, karena darah bisa beregenerasi untuk mengganti semua sel dan cairan yang hilang. Waktu donor darah ideal pria dan wanita berbeda-beda. Pria bisa mendonorkan darahnya tiap 3 bulan, sedangkan wanita bisa mendonorkan darahnya tiap 4 bulan (maksimal 5 kali dalam 2 tahun). Alasannya karena pria memiliki lebih banyak persediaan zat besi dibandingkan wanita.

Baca Juga: Sebelum Donor Darah, Konsumsi 3 Makanan Ini Dulu

Hal yang perlu diketahui adalah, tidak semua orang boleh mendonorkan darahnya. Syarat pendonor darah memiliki kesehatan jasmani baik, berat badan minimal 45 kilogram, berusia 17 - 65 tahun, dan dilakukan 3 bulan setelah donor darah sebelumnya. Sementara orang dengan masalah kesehatan tertentu (seperti penyakit jantung, paru-paru, kanker, diabetes, hipertensi, hepatitis B, hepatitis C, sipilis, dan HIV/AIDS) tidak boleh mendonorkan darah. Kondisi lain yang dilarang mendonorkan darah adalah sedang hamil, sedang haid, ketergantungan narkoba, dan kecanduan minuman beralkohol.

Baca Juga: Bikin Sehat, Ini 4 Manfaat Donor Darah

Manfaat Donor Darah Bagi Wanita

1. Menjaga Sirkulasi Darah

Donor darah melancarkan aliran darah, sehingga mencegah penyumbatan arteri yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (seperti penyakit jantung, stroke, dan hipertensi). Donor darah membantu menstabilkan kadar zat besi dalam tubuh. Zat besi berperan penting mengangkut oksigen dari paru – paru ke jaringan, serta mengangkut elektron dalam proses pembentukan energi dalam tubuh.

2. Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah

Sel darah merah berkurang setelah donor darah. Setelahnya, sumsum tulang belakang memproduksi sel yang baru untuk menggantikan sel darah merah yang hilang. Proses ini umumnya memakan waktu beberapa minggu.

3. Memperpanjang Usia

Donor darah termasuk tindakan sosial karena bertujuan membantu orang lain. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behavior menyebutkan orang yang suka menolong cenderung hidup lebih lama dibandingkan yang tidak.

4. Membantu Deteksi Penyakit

Darah yang didonorkan akan dipastikan keamanannya melalui prosedur pemeriksaan yang sudah ditetapkan. Maka itu, orang yang terdeteksi mengidap penyakit serius, seperti hepatitis B, hepatitis C, sifilis, malaria, dan HIV/AIDS tidak diperbolehkan donor darah karena penyakit ini bisa ditularkan melalui darah.

Sebelum donor dilakukan, hal yang perlu dilakukan adalah tidur cukup, beritahu petugas tentang riwayat konsumsi obat dan jenis obat yang sedang dikonsumsi, perbanyak minum air putih, dan makan cukup terutama yang mengandung zat besi (seperti daging sapi, ikan, brokoli, bayam, atau sayuran hijau lain). Kalau kamu punya pertanyaan seputar donor darah, tanya dokter Halodoc untuk mendapatkan jawaban terpercaya. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kandungan via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!