Ketahui Penanganan ODD Berdasar Tingkat Keparahannya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
penanganan odd, Oppositional Defiant Disorder, Terapi perilaku kognitif

Halodoc, Jakarta - Gangguan ODD (Oppositional Defiant Disorder) terjadi karena kondisi perilaku anak menunjukkan kemarahan, membantah, serta melawan orangtua dan figur otoritas lainnya secara terus-menerus. Sekitar 1 dari 10 anak di bawah 12 tahun diperkirakan mengalami ODD. Kondisi ODD meliputi conduct disorder (CD) dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Apabila tidak diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan kelainan perilaku yang lebih serius. Hal ini ditandai dengan perilaku melanggar hukum yang agresif dan perilaku kasar.

Penanganan ODD dilakukan berdasarkan beberapa faktor, seperti faktor usia anak, tingkat keparahan gejala, dan kemampuan anak untuk turut serta dalam berbagai terapi khusus. Penanganan ini selalu melibatkan orangtua dan berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Terdapat beberapa pilihan pengobatan ODD, yaitu:

Baca juga: Anak Mudah Marah Di Sekolah, Benarkan Gejala dari ODD?

  1. Psikoterapi

Cara penanganan ini sejenis konseling yang bertujuan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan dan pemecahan masalah, serta mengekspresikan diri dan mengendalikan amarah. Jenis-jenis psikoterapi yang bisa dilakukan terhadap pengidap ODD, antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini dilakukan oleh psikiater, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan amarah, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta kontrol terhadap dorongan atau hasrat.
  • Terapi interaksi orangtua-anak (PCIT). Orangtua diajarkan bagaimana cara berinteraksi dengan anak yang baik. Orangtua juga akan mempelajari teknik pengasuhan secara efektif.
  • Terapi keluarga. Psikiater dan keluarga bekerja sama untuk mencari cara atau strategi dalam menghadapi anak dengan ODD.
  • Terapi kemampuan sosialisasi. Terapi ini bertujuan untuk membantu anak pengidap ODD mempelajari cara meningkatkan kemampuan mereka dalam bersosialisasi dengan orang lain dan teman sebayanya.

Baca juga: Awas 6 Perilaku Anak yang Tidak Boleh Diabaikan

  1. Obat-Obatan

Cara ini tidak direkomendasikan sebagai terapi tahap awal. Obat antidepresan atau antipsikotik terkadang digunakan untuk mengendalikan perilaku anak dengan ODD.

Pengobatan ODD sedini mungkin perlu dilakukan. Apabila ODD yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa memperburuk gejala dan meningkatkan risiko depresi. Orangtua juga dapat menerapkan cara-cara berikut untuk membantu anak yang ODD:

  • Memberi contoh perilaku yang ingin diterapkan pada anak.
  • Memberikan instruksi atau petunjuk secara spesifik supaya jelas.
  • Memuji  perilaku positif anak, misalnya memuji anak yang sudah merapikan mainannya.
  • Membangun rutinitas sehari-hari secara konsisten.
  • Menghindari hal-hal yang dapat memicu perdebatan dengan anak.
  • Meluangkan waktu khusus untuk menemani anak.
  • Memberikan tugas rumah supaya anak terbiasa. Awali dengan tugas ringan, kemudian perlahan-lahan kombinasikan dengan tugas yang lebih berat setelah anak berhasil menyelesaikan tugas ringannya.
  • Bekerjasama dengan pasangan, anggota keluarga lain, atau dengan guru sekolah untuk menetapkan batas-batas disiplin yang sama, serta harus konsisten saat menerapkannya.

Penanganan ODD pada dasarnya sulit dilakukan. Namun, metode pengasuhan yang tepat dan pengobatan sejak dini dapat membantu memperbaiki perilaku sang anak dan menurunkan risiko ODD. Orangtua dan guru bisa menjalankan program peningkatan sosialisasi, pemecahan masalah, dan pengendalian amarah terhadap anak sejak usia prasekolah.

Baca juga: Anak Susah Diatur Bisa Jadi Karena Mencontoh Perilaku Orangtua

Anggota keluarga juga dapat melakukan beberapa hal lainnya, seperti memberikan kasih sayang yang cukup, bersikap suportif, dan menciptakan lingkungan rumah yang bisa menurunkan risiko munculnya gejala ODD.

Demikianlah penanganan ODD yang dapat orangtua lakukan pada anak yang mengalaminya. Langkah-langkah penanganan yang masih belum berhasil dapat ibu dan ayah diskusikan pada dokter spesialis, psikolog, atau psikiater melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter, psikolog, atau psikiater di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.