12 June 2018

Ketahui Perbedaan Antara Amandel dan Radang Tenggorokan

perbedaan amandel dan radang tenggorokan, radang tenggorokan, amandel

Halodoc, Jakarta – Rasa gatal apalagi sakit saat menelan dan suara serak, bahkan hampir hilang adalah tanda jika tenggorokan kamu mengalami masalah. Radang tenggorokan menjadi istilah umum yang biasa dikenal oleh masyarakat awam, yakni untuk menggambarkan rasa nyeri di tenggorokan. Namun, ada juga yang menyebut rasa sakit pada tenggorokan dengan menyebutnya radang amandel.

Perlu diketahui jika tenggorokan sendiri memiliki beberapa bagian, yakni faring, amandel, dan laring. Ketiga bagian tersebut bisa memberikan gejala yang berbeda bila sedang mengalami radang. Jika mengalami radang, masing-masing bagian akan menimbulkan keluhan yang berbeda seperti berikut ini:

Baca juga: 3 Tips Cegah Radang Tenggorokan Pasca-lebaran

Faring

Faring ialah bagian tenggorokan yang paling luar dan posisinya berada di belakang langit-langit mulut dan masih bisa terlihat dari luar rongga mulut. Pada bagian ini, saluran untuk bernapas dan pencernaan belum terpisah, sehingga cairan, makanan, dan udara masih melewati saluran ini.

Bila bagian ini mengalami radang (faringitis), pengidap akan merasakan rasa nyeri atau sensasi panas di tenggorokan, tenggorokan memerah, sulit dan sakit saat menelan, tenggorokan berlendir, hingga mulut berbau. Seseorang bisa mengidap faringitis disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Kondisi ini juga sering disebut masyarakat Indonesia dengan sebutan panas dalam. Namun jangan khawatir, faringitis bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari dengan daya tahan tubuh yang baik.

Baca juga: Sebelum Operasi Amandel, Ketahui 3 Efek Samping Ini!

Tonsil

Tonsil atau amandel adalah bagian yang letaknya ada di kedua sisi pangkal lidah, sehingga tonsil tidak terlalu terlihat. Fungsi tonsil untuk memonitor kualitas udara, makanan, dan cairan guna memasuki tubuh. Tonsil menjadi bagian dari sistem imun yang bisa menghancurkan bakteri. Orang yang mengalami radang amandel atau tonsilitis, biasanya akan merasakan keluhan seperti sulit dan sakit saat menelan, rasa berlendir di tenggorokan, serta mulut yang berbau. Dalam kondisi yang parah, gangguan ini bisa mengalami pembengkakan dan kemerahan tonsil.

Penyebab radang amandel pada umumnya adalah infeksi virus dan bakteri. Beberapa infeksi virus yang menjadi penyebab radang amandel seperti influenza, coronavirus, adenovirus, Epstein-Barr virus, dan herpes simplex virus. Untuk radang amandel yang disebabkan oleh bakteri biasanya karena terinfeksi bakteri dari group A Streptococcus, yang juga jadi penyebab radang tenggorokan.  

Baca juga: Amandel pada Anak, Perlukah Dioperasi?

Laring

Pada bagian laring, terdapat juga pita suara yang memproduksi suara jika berkontraksi dan dilewati oleh udara. Laring juga berfungsi untuk menyaring udara ke trakea, untuk mencegah benda padat dan masuk. Jika bagian ini mengalami radang (laringitis), pengidapnya akan mengalami batuk, suara serak, sakit ketika berbicara, serta napas mendengkur.

Berdasarkan penjelasan di atas, itulah perbedaan amandel dan radang tenggorokan yang perlu kamu pahami. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah radang tenggorokan maupun radang amandel adalah dengan mengonsumsi minum air putih lebih banyak dan menghindari konsumsi makanan yang mengandung banyak MSG guna membantu mencegah timbulnya radang tenggorokan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait perbedaan amandel dan radang tenggorokan, kamu bisa menanyakannya pada dokter yang ada di Halodoc melalui aplikasi kesehatan ini, kamu bisa berkomunikasi dengan dokter ahli atau tepercaya untuk mendiskusikan masalah amandel atau kesehatan apa saja melalui pilihan komunikasi Chat atau Voice/Video Call di layanan Contact Doctor. Kamu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesanan kamu tidak lebih dari satu jam.

Selain itu, kamu bisa melakukan pemeriksaan darah dan juga menentukan jadwal, lokasi, dan petugas lab yang akan datang ke lokasi tujuan melalui layanan Lab Service. Hasil lab bisa dilihat langsung pada aplikasi layanan kesehatan Halodoc. Bagaimana, cukup lengkap bukan? Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasi   Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!