• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Tahap Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi

Ketahui Tahap Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa perkembangan gigi pada bayi dimulai saat mereka masih di dalam kandungan? Ya, pada usia kehamilan sekitar lima minggu, kuncup pertama gigi sulung muncul di rahang bayi. Kemudian pada saat lahir, bayi telah memiliki 20 gigi (10 di rahang atas, 10 di rahang bawah) yang masih tersembunyi di dalam gusi. 

Setelah lahir, waktu gigi bayi tumbuh bisa berbeda tiap anak. Namun, rata-rata gigi bayi pertama bayi tumbuh mulai usia enam bulan. Seorang anak juga bisa mengalami pertumbuhan gigi yang lebih cepat, atau bahkan baru tumbuh hingga mereka berusia 12 bulan atau lebih. Berikut ini tahapan pertumbuhan gigi bayi yang perlu diketahui.

Baca juga: 6 Tanda Si Kecil Mulai Tumbuh Gigi 

Tahap Pertumbuhan Gigi Bayi 

Meski waktu gigi bayi tumbuh bisa bervariasi, berikut ini urutan pertumbuhan gigi bayi yang perlu diketahui, yaitu:

  • Dua gigi depan (gigi seri tengah) di rahang bawah biasanya yang pertama muncul. Ini terjadi saat bayi berusia antara usia enam hingga 10 bulan.

  • Gigi seri lateral, yang merupakan gigi di setiap sisi gigi seri sentral, tumbuh di rahang atas dan bawah antara usia delapan hingga 16 bulan. Umumnya, gigi seri bawah cenderung tumbuh lebih dulu dari gigi seri atas. 

  • Perangkat molar pertama atas dan bawah (gigi belakang dengan permukaan datar) tumbuh antara usia 13 dan 19 bulan.

  • Gigi taring akan tumbuh di samping gigi seri lateral di rahang atas dan bawah antara usia 16 hingga 23 bulan.

  • Perangkat molar atas dan bawah yang kedua muncul antara usia 25 dan 33 bulan.

Secara umum, rata-rata anak memiliki 20 gigi primer yang lengkap saat usianya menginjak tiga tahun. 

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Bawa Anak ke Dokter Gigi

Mengelola Proses Tumbuh Gigi Balita

Ketika bayi berusia sekitar enam bulan, tingkat antibodi yang diturunkan dari ibu mereka mulai turun, yang mengubah sistem kekebalan tubuh mereka. Pada usia ini, bayi mulai cenderung meletakkan barang-barang di mulut mereka, sehingga mereka rentan terhadap penyakit sehingga orangtua harus mengawasinya dan memastikan mainan bayi selalu bersih.

Saat gigi mulai tumbuh, biasanya bayi akan mengalami beberapa gejala seperti perubahan pola tidur dan pola makan, kerewelan, lebih banyak air liur,  sering dikaitkan dengan tumbuh gigi. Jika anak memiliki gejala-gejala ini, pastikan bahwa mereka tidak menderita kemungkinan penyebab lain seperti bakteri, virus, atau infeksi telinga tengah.

Pertumbuhan gigi memakan waktu sekitar delapan hari, yang meliputi empat hari sebelum dan tiga hari setelah gigi melalui gusi. Kamu mungkin melihat gelembung biru-abu-abu pada gusi tempat gigi akan muncul. Ini disebut kista erupsi dan biasanya akan hilang tanpa perawatan. Selama waktu ini, mungkin sulit untuk menjaga anak-anak tetap nyaman.

Jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, yakni: 

  • Pijat - pijat area gigi dengan lembut menggunakan jari bersih atau kain basah yang lembut,

  • Bayi bisa diberikan biskuit tumbuh gigi bebas gula, namun pastikan ini hanya diberikan kepada bayi di atas enam bulan atau yang sudah mulai makan makanan padat,

  • Jika sakitnya cukup mengganggu, bayi bisa diberi obat pereda nyeri seperti parasetamol. Namun tanyakan dulu pada dokter sebelum memberikannya. 

  • Saat bayi mulai banyak mengeluarkan air liur, maka segera bersihkan. Biasanya air liur ini ada di sekitar mulut, khususnya daerah dagu, dan bisa menjadi teriritasi. Lap area ini dengan kain lembut sepanjang hari.

Baca juga: Waspada, Ini Bahaya Pembusukan Gigi pada Bayi

Jika Gigi Bayi Sudah Tumbuh, Ini Cara Merawatnya

Beberapa orangtua mungkin merasa bahwa merawat gigi bayi tidak sepenting merawat gigi orang dewasa (permanen). Anggapan ini salah besar. Gigi bayi penting karena mereka membantu untuk mengunyah makanan dan berbicara dengan benar, dan mereka menyediakan ruang di jaringan gusi untuk gigi dewasa nantinya. 

Kerusakan gigi pada bayi bisa dicegah dengan menerapkan kebersihan mulut yang baik dan diet yang sehat sejak dini, serta secara signifikan mengurangi risiko pembusukan gigi. Nah, berikut tips merawat gigi bayi, yaitu:

  • Bayi baru lahir, bersihkan mulut dan gusi bayi dengan menyeka dengan kain lembut.
  • Jika sudah mulai tumbuh, sikat gigi pertama dua kali sehari dengan sikat gigi lembut dan air putih.
  • Saat usia satu tahun, ajak mereka mengunjungi dokter gigi.
  • Saat berusia 18 bulan, mulai tambahkan pasta gigi rendah fluoride atau pasta gigi berukuran seukuran kacang polong, dan minta anak untuk memuntahkan pasta gigi (jangan sampai tertelan, namun tak perlu dibilas).
  • Lakukan flossing dua di antara gigi yang bersentuhan saat usia dua tahun.
  • Saat usia beranjak empat hingga lima tahun, mulai ajari anak untuk menyikat gigi sendiri.
  • Saat enam tahun, beralihlah ke pasta gigi dewasa dan terus ajarkan anak untuk  mengeluarkannya namun tidak membilasnya. 

Jika bayi merasakan sakit pada giginya dan rewel, kamu bisa diskusikan hal ini pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan memberikan saran mengenai cara mengatasi masalah pada bayi dan memberikan saran yang tepat untuk merawat gigi bayi.

Referensi:
American Dental Association. Diakses pada 2020. Baby Teeth Eruption Chart.
Better Health Channel. Diakses pada 2020. Teeth Development in Children.
Web MD. Diakses pada 2020. Dental Health and Your Child's Teeth.