• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui tentang Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri

Ketahui tentang Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Sakit tenggorokan mungkin pernah atau justru sering kamu alami. Penyakit ini mungkin saja tidak berbahaya, tetapi dapat membuat kamu menjadi tidak nyaman, terutama saat menelan dan berbicara. Oleh sebab itu, kamu perlu segera mengobatinya. Dengan cara apa? Pertama, kamu harus mengetahui terlebih dahulu penyebab sakit tenggorokan yang kamu alami. Apakah sakit tenggorokan terjadi akibat bakteri atau hal lain.

Sebab, sakit tenggorokan ada banyak penyebabnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Namun, yang akan dibahas lebih lanjut kali ini adalah sakit tenggorokan akibat bakteri. Jika disebabkan oleh bakteri, sakit tenggorokan biasanya dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik yang diresepkan dokter dan perawatan rumahan lainnya.

Baca juga: Ketahui 3 Infeksi Penyebab Radang Tenggorokan

Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri lebih jarang terjadi dibandingkan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus. Bakteri penyebab sakit tenggorokan adalah Streptococcus grup A. Infeksi bakteri jenis ini dapat membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal, sehingga pengidapnya mengalami kesulitan menelan, bahkan berbicara. Sakit tenggorokan akibat bakteri biasanya berlangsung lebih dari seminggu dan membutuhkan antibiotik.

Sakit tenggorokan akibat bakteri juga bisa disertai dengan demam dan amandel sering ditutupi dengan lapisan berwarna putih. Sementara itu, gejala batuk dan pilek umumnya tidak terjadi saat kamu mengalami sakit tenggorokan karena bakteri. Namun, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Pada kebanyakan kasus, sakit tenggorokan karena bakteri ini terjadi pada anak-anak usia 5-15 tahun. Namun sebenarnya orang di segala usia juga bisa terkena. Jika tidak diobati, sakit tenggorokan karena bakteri dapat menyebabkan radang ginjal dan demam rematik. Oleh sebab itu, kamu perlu mengobatinya segera, terutama jika merasakan gejala seperti:

  • Tenggorokan terasa sangat sakit.
  • Muncul bercak-bercak putih pada amandel.
  • Pembengkakan kelenjar di leher.
  • Muncul ruam merah di kulit.
  • Kesulitan menelan makanan.

Baca juga: Minum Es dan Makan Gorengan Bisa Bikin Radang Tenggorokan?

Untuk mengetahui apakah sakit tenggorokan yang kamu alami disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan melakukan tes strep dengan mengambil sampel dari bagian belakang tenggorokan dan memeriksanya di laboratorium. Oleh karena itu, jika kamu merasakan gejala seperti yang disebutkan, segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter atau membuat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis Antibiotik untuk Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk kamu jika mengalami sakit tenggorokan karena bakteri. Antibiotik untuk sakit tenggorokan ini bekerja dengan cara menghambat penyebaran bakteri dan infeksi yang menyebabkan peradangan pada tenggorokan. Penisilin dan amoksilin merupakan dua jenis antibiotik yang paling umum diresepkan untuk mengobati sakit tenggorokan akibat bakteri.

Penting bagi kamu untuk menghabiskan antibiotik selama pengobatan untuk membunuh semua bakteri yang menyebabkan infeksi. Berhenti minum antibiotik sebelum habis hanya karena merasa sudah membaik, justru dapat mengakibatkan sakit tenggorokan kambuh lagi. Sebagai perawatan rumahan, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut, untuk meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan:

  • Berkumur dengan air hangat dicampur garam.
  • Minum air hangat atau air putih yang banyak.
  • Menghindari alergen dan penyebab iritasi pada tenggorokan, seperti paparan asap dan bahan kimia.
  • Menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter sesuai jadwal dan tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Baca juga: Inilah Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Jika sakit tenggorokan tak kunjung sembuh lebih dari satu minggu, atau kamu juga merasakan kesulitan bernapas, menelan, dan demam, sebaiknya periksakan kembali ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat lain, seperti dekongestan dan pereda nyeri untuk meringankan gejala yang dirasakan. Hindari penggunaan antibiotik sembarangan atau tanpa resep dokter untuk menghindari munculnya kekebalan kuman terhadap antibiotik.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Strep Throat. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Strep Throat.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Strep Throat or Sore Throat? Best Ways You Can Tell.