09 October 2018

Ketombe Bandel, Jangan-Jangan Dermatitis Seboroik

Ketombe Bandel, Jangan-Jangan Dermatitis Seboroik

Halodoc, Jakarta - Kepala yang terasa gatal pasti membuat kamu merasa tidak nyaman. Apalagi jika ternyata muncul serpihan putih pada bagian bahu. Rasa percaya diri pun tentu berkurang. Namun, bagaimana jika yang mengotori bahu kamu adalah serpihan-serpihan seperti kerak? Bukan ketombe, mungkin kamu sedang mengalami gangguan kesehatan dermatitis seboroik.

Banyak orang yang belum tahu jika ketombe dan dermatitis merupakan dua penyakit yang berbeda, meski gejalanya mirip. Dermatitis juga diawali dengan jatuhnya serpihan dari kulit kepala. Oleh karena itu, ketombe disebut sebagai penyakit dermatitis paling ringan. Ketombe dan dermatitis juga disebabkan karena jamur jenis Malassezia pada kulit kepala.

Namun, ada perbedaan yang cukup signifikan antara ketombe dan dermatitis, yaitu pada tingkat keparahannya dan lokasinya. Ketombe umumnya hanya menyerang kulit kepala. Sementara itu, dermatitis seboroik terjadi pada bagian tubuh yang cenderung berminyak, seperti punggung, bagian belakang telinga, dada bagian atas, dan wajah terutama alis.

Ciri lain dari gangguan kesehatan ini adalah terjadinya perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan timbulnya rasa perih seperti terbakar, kering, dan kasar. Perubahan warna pada kulit juga bisa berupa putih kekuningan yang diikuti dengan tampilan seperti berminyak.

Bisa Menyerang Siapa Saja

Dermatitis seboroik bisa terjadi pada siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia pria maupun wanita. Risikonya akan lebih tinggi pada orang yang daya tahan tubuhnya cenderung rendah dan lemah, kelainan pada jantung, stres, hingga HIV. Gejala yang bisa diamati adalah rambut rontok, munculnya warna kemerahan dan sisik pada kulit yang disertai rasa gatal, munculnya lesi kulit dan kulit menjadi lebih berminyak. Penyakit ini lebih sering terjadi pada area kepala, alis, bulu mata, dan salah satu sisi hidung.

Selain ketombe, masih ada penyakit kulit lain yang gejalanya mirip dengan dermatitis. Oleh karena itu, agar tidak salah dalam melakukan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, biopsi, dan melakukan pemeriksaan pada sel kulit yang mengelupas. Beberapa gangguan kesehatan kulit lain dengan gejala yang tidak jauh berbeda adalah psoriasis, eksim, dan rosacea.

Penanganan Dermatitis Seboroik

Tentunya, pengobatan untuk ketombe dan dermatitis seboroik tidak sama. Untuk menghilangkan ketombe yang mengganggu, kamu cukup rajin mencuci rambut dengan sampo antiketombe yang mengandung zinc, selenium, asam salisilat, atau belerang. Selain itu, dokter akan menyarankan kamu untuk menghentikan penggunaan produk-produk seperti gel rambut, spray, atau produk rambut lainnya.

Namun, pengobatan untuk dermatitis bisa menggunakan sampo khusus yang mengandung ketokonazol, losion, atau krim, bergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Gel atau krim yang digunakan haruslah memiliki kandungan metronidazole yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Kandungan lainnya adalah fluocinolone atau hydrocortisone untuk meredakan rasa sakit atau peradangan yang terjadi.

Agar dermatitis seboroik tidak semakin parah, sebaiknya kamu tidak menggaruk bagian tubuh kamu yang sedang terinfeksi penyakit ini. Bersihkan rambut secara teratur untuk mengurangi risiko datangnya ketombe, terlebih jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan. Jika penyakit ini terjadi pada kelopak mata, gunakan sampo bayi dan kompres dengan air hangat.

Jika gejala tidak berkurang meski kamu sudah melakukan tindakan pengobatan sendiri, coba tanyakan pada dokter apa tindakan selanjutnya yang bisa dilakukan. Mungkin, dokter akan meresepkan obat krim atau sampo yang mengandung ketokonzole. Agar lebih mudah mendapatkannya, kamu bisa membelinya melalui layanan Apotek Antar Halodoc. Namun, download dulu aplikasi Halodoc di smartphone kamu, ya!

 

Baca juga: