• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Mengawasi Kadar Kolesterol Selama Kehamilan

Pentingnya Mengawasi Kadar Kolesterol Selama Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pentingnya Mengawasi Kadar Kolesterol Selama Kehamilan

“Kadar kolesterol tinggi dibutuhkan saat hamil. Hal tersebut berguna untuk membuat hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dari kehamilan. Kolesterol juga berguna untuk pertumbuhan anggota tubuh dan otak pada janin.”


Halodoc, Jakarta –  Menjaga kesehatan ibu hamil sangat penting karena masa kehamilan dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak dalam kandungan. Menjaga kesehatan tidak melulu harus diisi dengan konsumsi makan yang banyak. Karena terlalu banyak makan juga dapat memicu obesitas. 

Apalagi kalau ibu hamil makan terlalu banyak daging dan lemak, bisa-bisa malah mengidap kolesterol. Pada kondisi biasa saja kolesterol bisa berbahaya untuk kesehatan, apalagi semasa kehamilan. Simak selengkapnya bahaya kolesterol pada ibu hamil di sini!

Bahaya dan Manfaat Kolesterol pada Ibu Hamil

Tahukah kamu kadar kolesterol tinggi dibutuhkan saat hamil? Hal tersebut berguna untuk membuat hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dari kehamilan. Kolesterol berguna untuk pertumbuhan anggota tubuh dan otak pada janin.

Baca juga: Benarkah Sereh Ampuh Turunkan Kolesterol?

Tingkat kolesterol dapat meningkat secara alami pada trimester kedua yang akan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Setelah itu, kandungan tersebut akan kembali normal setelah empat minggu dari melahirkan. Jadi, jangan kaget ketika memeriksa tingkat kolesterol tetap tinggi setelah melahirkan.

Ibu hamil harus mengetahui kadar kolesterol yang aman untuk menjaga kesehatan bayinya. Kadar kolesterol jahat (LDL) harus kurang dari 100 mg/dL dan kadar kolesterol baik (HDL) harus lebih besar dari 60 mg/dL. Pada wanita hamil, kadar kolesterolnya akan meningkat 25-50 persen, tetapi tingkat HDL yang meningkat lebih banyak.

Apa kemungkinan bahaya yang dapat terjadi ketika kolesterol LDL terlalu tinggi pada ibu hamil? Tingkat kolesterol yang tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan hipertensi yang terinduksi pada kehamilan. Pada tingkat yang parah, gangguan tersebut dapat menyebabkan gangguan keselamatan pada bayi dan sang ibu. Kolesterol yang rendah juga dapat menyebabkan lahir prematur dan berat bayi lahir rendah.

Baca juga: 5 Hal Ini Menunjukkan Tanda Kehamilan yang Sehat

Bahaya lainnya dari kolesterol tinggi pada ibu hamil adalah dampak turunan pada janin, baik saat di dalam rahim atau di kemudian hari. Anak yang ibunya memiliki tingkat kolesterol tinggi sebelum hamil mempunyai kemungkinan lebih besar untuk memiliki gangguan hipertensi ketika dewasa.

Maka dari itu, saat kondisi masih normal, dokter akan meresepkan obat statin untuk menurunkan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Walau begitu, obat ini ternyata dapat menyebabkan kelainan pada perkembangan fisiologis bayi. 

Dokter akan benar-benar mempertimbangkan manfaat dan dampak buruknya pada ibu dan janin. Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait bahaya kolesterol pada ibu hamil, tanyakan saja ke Halodoc. Ibu juga bisa buat janji untuk pemeriksaan kehamilan melalui aplikasi Halodoc!

Pembatasan Konsumsi Obat Penurun Kolesterol Penting Dilakukan

Dengan mempertimbangkan dampak kolesterol pada ibu hamil, sangat disarankan untuk menurunkan kadar kolesterol dengan cepat. Bumil memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi jika juga punya hipertensi sebelum hamil. 

Baca juga: Ibu Hamil Bolehkah Minum Obat?

Buat perempuan yang berencana untuk hamil disarankan untuk menghentikan obat penurun lipid selama minimal 3 bulan sebelum mencoba untuk hamil. Hal ini memungkinkan obat-obatan tersebut hilang sepenuhnya hingga tidak tersisa di dalam darah di awal kehamilan. Waktu 3 bulan tersebut disebut dengan periode pembersihan.

Hal ini disebabkan obat penurun kolesterol, seperti statin dan ezetimibe, dapat melewati plasenta dan dapat membahayakan bayi yang berada di dalam janin. Walaupun risikonya terbilang kecil, obat-obatan ini tidak dapat dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

 

Referensi:
Parents.com. Diakses pada 2021. Is High Cholesterol During Pregnancy Normal?
Heartuk.org.uk. Diakses pada 2021. Pregnancy and Blood Fats.