Perlu Diwaspadai, Ini Komplikasi Akibat Astigmatisme

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Astigmatisme, gangguan penglihatan

Halodoc, Jakarta - Astigmatisme akan menyebabkan pandangan jadi kabur, dalam jarak jauh maupun dekat. Kondisi ini umumnya terjadi saat seseorang lahir, tetapi astigmatisme juga dapat terjadi akibat cedera mata atau operasi mata.

Berdasarkan letak kelainannya, astigmatisme dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Astigmatisme kornea, yaitu kelainan pada kelengkungan kornea.

  2. Astigmatisme lentikular, yaitu kelainan pada kelengkungan lensa mata.

Astigmatisme atau Mata Silinder, Apakah Itu?

Astigmatisme atau yang lebih dikenal dengan mata silinder merupakan suatu gangguan penglihatan akibat kelainan pada lengkungan kornea atau lensa mata. Kondisi ini merupakan kesalahan bias pada mata akibat dari kornea atau lensa bagian dalam mata yang tidak melengkung dengan halus.

Baca juga: 5 Fakta tentang Gangguan Mata Astigmatisme

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Mata Silinder

Pada beberapa kasus, astigmatisme tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, gejala umum dari kondisi ini adalah pandangan kabur. Selain itu, gejala yang muncul dapat berupa:

  1. Distorsi penglihatan, yaitu melihat garis lurus tampak miring.

  2. Mata sensitif terhadap cahaya.

  3. Sakit kepala atau pusing.

  4. Mata tegang dan mudah lelah.

  5. Sering menyipitkan mata ketika melihat suatu objek.

  6. Sulit untuk membedakan warna yang mirip.

Pada kasus astigmatisme yang sudah parah, gejala yang ditemukan dapat berupa penglihatan ganda. Kondisi ini terjadi akibat adanya kesalahan bias yang disebabkan kornea atau lensa yang tidak melengkung dengan rata atau halus.

Kornea dan lensa sendiri merupakan bagian mata yang berfungsi membiaskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke retina. Pada mata yang mengalami astigmatisme, cahaya yang masuk tidak terbiaskan secara sempurna, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi tidak fokus.

Ini Penyebab Terjadinya Astigmatisme

Penyakit ini tidak disebabkan oleh membaca pada cahaya yang redup, duduk terlalu dekat dengan TV, atau menyipitkan mata. Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa yang jadi pemicu kelainan tersebut. Namun, beberapa  faktor yang diduga dapat menjadi pemicu terjadinya astigmatisme pada seseorang, antara lain:

  • Rabun dekat, yaitu kondisi ketika kornea terlalu sedikit melengkung atau mata lebih pendek dari umumnya. Kondisi ini menyebabkan penglihatan kabur untuk objek yang dekat.

  • Rabun jauh, yaitu kondisi ketika kornea terlalu melengkung atau mata lebih panjang dari umumnya. Kondisi ini menyebabkan penglihatan kabur untuk objek yang jauh.

  • Mengidap gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea) atau penipisan kornea.

Baca juga: Suka Main Game, Hati-Hati Astigmatisme pada Mata

Perlu Diwaspadai, Ini Komplikasi Akibat Astigmatisme

Astigmatisme yang terjadi hanya pada satu mata sejak lahir, dapat memicu terjadinya mata malas. Mata malas sendiri merupakan gangguan penglihatan sebelah mata pada anak-anak, karena otak dan mata tidak terhubung dengan baik. Kondisi ini terjadi karena otak terbiasa mengabaikan sinyal yang dikirim oleh mata.

Beberapa gaya hidup yang dapat membantu mengatasi kondisi ini, antara lain berikan waktu istirahat untuk mata setelah mata lama menatap layar komputer atau TV, pencahayaan harus terang dan tidak redup, serta penuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi yang diperlukan oleh mata.

Baca juga: Astigmatisme atau Mata Silinder Enggak Bisa Sembuh?

Nah, jika kamu sudah melakukan langkah awal pencegahan, tetapi gejala belum juga hilang, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!