Komplikasi Flu Burung Sebabkan Pneumonia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Komplikasi Flu Burung Sebabkan Pneumonia

Halodoc, Jakarta - Kilas balik ke belakang, setidaknya ada tiga penyakit berbahaya yang menjadi perhatian Kementerian Kesehatan di tahun 2017. Mulai dari virus zika, demam berdarah dengue, dan flu burung. Sebab pada Desember 2016, setelah Korea Selatan, wabah flu burung perlahan mulai melanda Jepang. Di bulan itu, setidaknya petugas kesehatan di Jepang telah memusnahkan sekitar 122.000 unggas peliharaan.

Baca juga: Perkembangan Pengobatan Flu Burung

Nah, flu burung sendiri merupakan suatu jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung pada manusia. Setidaknya ada dua jenis flu burung, yaitu H5N1 dan H7N9. Hingga kini, masalah global ini masih menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa.

Selain menyebabkan gejala berupa batuk, diare, suhu tinggi, sakit kepala, sakit otot, hingga lemas, virus H5N1 dan H7N9 juga bisa menimbulkan komplikasi flu burung yang serius, lho.

Dari Flu ke Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu komplikasi flu burung yang bisa terjadi. Menurut ahli dari perawatan paru dan kritis di Weill Cornell Medical College di New York, Amerika Serikat, penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, merupakan infeksi di unit penukar gas paru-paru (alveoli). Kondisi ini juga disebut sebagai radang paru yang terisi dengan cairan atau nanah.

Di Indonesia, penyakit pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Imbasnya, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

Baca juga: Penanganan Flu Burung Mesti Cepat atau Bisa Berakibat Fatal?

Gejala dan dampak pneumonia amat bervariasi. Hal ini dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala dan dampak pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Meski begitu, setidaknya ada beberapa gejala umum yang biasanya muncul pada pengidap pneumonia, seperti:

  • Demam.

  • Batuk kering atau batuk berdahak kental berwarna kuning atau hijau.

  • Mual atau muntah.

  • Diare.

  • Berkeringat dan menggigil.

  • Napas terengah-engah dan pendek.

  • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.

Dalam kasus komplikasi flu burung berupa pneumonia dengan kesulitan bernapas, terkadang pengidapnya membutuhkan tambahan oksigen dan alat bantu napas (ventilator). Enggak cuma itu, pemberian obat-obatan antibiotik juga akan diberikan sampai pneumonia sembuh.

Langkah Pencegahan Flu Burung

Penyebaran virus flu burung memang terbilang sulit untuk dicegah. Tapi, kita sudah seharusnya melakukan hal-hal yang dapat meminimalkan risiko terjangkit penyakit ini. Nah, berikut langkah pencegahan flu burung yang perlu diketahui.

Baca juga: 4 Faktor Penyebaran Flu Burung

  1. Vaksin, tapi belum ada vaksin yang spesifik untuk virus flu H5N1. Meski begitu, kamu bisa melakukan vaksin flu tiap tahunnya untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus.

  2. Jangan berdekatan dengan orang yang terinfeksi.

  3. Segeralah minta bantuan dokter bila timbul gejala yang mengarah ke flu burung.

  4. Jangan mengonsumsi unggas liar hasil buruan. Sebab, kita tak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada di tubuh mereka.

  5. Selalu jaga kebersihan tangan.

  6. Bila memelihara unggas, pastikan kandang selalu bersih.

  7. Hindarilah lapak unggas hidup di pasar, apalagi bila tak menerapkan kebersihan dengan baik.

  8. Belilah daging unggas yang telah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya terjaga.

  9. Pastikan mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik. Usahakan api mencapai lebih dari 70 derajat Celsius.

  10. Pilihlah daging siap masak. Sebab, kita tak perlu repot untuk memotong, mencabuti bulu, ataupun membersihkan isi perut unggas.

  11. Cucilah tangan atau mandi ketika berdekatan atau memegang unggas.

  12. Jangan menyentuh langsung unggas yang sudah mati, apalagi kotoran atau jeroannya.

  13. Kenakan masker dan sarung tangan ketika berdekatan dengan unggas, termasuk masuk ke tempat pemeliharaannya.

  14. Berilah jarak minimal 25 meter antara tempat pemeliharaan unggas dengan pemukiman.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah flu burung? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!