20 November 2018

Beginilah Cara Penyebaran Flu Burung

beginilah cara penyebaran flu burung

Halodoc, Jakarta – Pada tahun 2005 yang lalu, Indonesia pernah dihebohkan dengan munculnya wabah flu burung. Ancaman virus flu yang berasal dari unggas ini pun tidak main-main. Sampai dengan Oktober 2017, sudah terdapat 200 kasus penularan flu burung yang terjadi di Indonesia dan hampir 80 persen berakhir dengan kematian. Meskipun sekarang ini wabah flu burung di Indonesia sudah mereda, tapi bukan berarti kamu boleh mengurangi kewaspadaan terhadap virus ini. Ketahui cara penyebaran flu burung di sini agar kamu bisa terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Seperti namanya, flu burung sebenarnya adalah infeksi virus yang menyebar di antara unggas, baik itu unggas liar maupun unggas yang dipelihara dalam peternakan (ayam, bebek, angsa, ataupun burung). Namun, virus flu burung juga dapat ditularkan dari unggas kepada manusia. Dua jenis virus flu burung yang dapat menular ke manusia dan menyebabkan kematian adalah H5N1 dan H7N9. Sampai saat ini, kedua virus tersebut masih menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa.

Penyebab Flu Burung

Virus flu burung sebenarnya merupakan virus influenza. Jenis virus flu burung yang dilaporkan pertama kali menginfeksi manusia pada tahun 1997 adalah H5N1. Kemudian pada tahun 2013, dilaporkan kembali bahwa ada jenis virus lain yang bisa menular ke manusia, yaitu virus influenza H7N9. Namun selain kedua jenis virus tersebut, masih ada beberapa jenis virus flu burung lainnya yang dapat menyerang manusia, antara lain H9N2, H7N7, H6N1, H5N6, dan H10N8.

Ketahui Cara Penyebaran Flu Burung

Cara penyebaran flu burung yang paling utama adalah melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit atau lingkungan yang terkontaminasi, seperti:

  • Melakukan kontak langsung dengan unggas yang telah terinfeksi, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
  • Menyentuh cairan tubuh unggas yang sakit, misalnya air liur. Selain itu, tidak sengaja menghirup percikan cairan tubuh unggas tersebut.
  • Melakukan kontak atau menghirup debu dari kotoran unggas sakit yang telah mengering.
  • Mengonsumsi daging atau telur unggas yang tidak dimasak sampai benar-benar matang. Namun, bila kamu mengonsumsi daging dan telur yang dimasak sampai matang maka tidak akan tertular virus flu burung.
  • Mengunjungi pasar unggas yang sangat kotor juga bisa membuat kamu tertular virus flu burung.

Sayangnya, unggas yang terinfeksi virus flu burung sulit disadari oleh manusia karena burung tidak selalu tampak sakit akibat infeksi ini, malahan di antaranya masih tampak sehat. Karena itu, banyak orang seringkali tidak bisa mencegah virus tersebut. Selain bersentuhan langsung dengan unggas, penyebaran flu burung dari orang ke orang masih belum jelas mekanismenya.

Cara Mencegah Flu Burung

Meskipun penyebaran flu burung memang sulit untuk dicegah, tapi kamu bisa melakukan beberapa hal untuk memperkecil risiko terkena virus flu burung. Contohnya, selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan setelah menyentuh unggas, menjaga kebersihan kandang apabila memelihara unggas, serta pastikan kamu mengonsumsi daging atau telur unggas yang sudah dimasak sampai matang.

Selain itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena kamu tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin mereka bawa. Cara yang paling aman adalah dengan membeli daging unggas yang sudah dipotong dan siap masak di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya sudah terjamin. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot memotong dan mencabuti bulu atau membersihkan isi unggas, sehingga kamu bisa meminimalkan risiko penyebaran flu burung.

Sampai saat ini memang belum ada vaksinasi khusus untuk mencegah virus flu burung. Namun, kamu bisa melakukan vaksinasi flu tiap tahunnya untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mirip seperti gejala flu burung, segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan apapun kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: