Komplikasi yang Bisa Terjadi Karena Skoliosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Komplikasi yang Bisa Terjadi Karena Skoliosis

Halodoc, Jakarta – Skoliosis adalah kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Akibatnya, pengidap skoliosis mengalami nyeri pada tulang belakang, salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol, panjang kaki menjadi tidak seimbang, serta posisi salah satu bahu lebih tinggi, dan membuat tubuh condong ke sisi tertentu. Gejala tersebut membuat skoliosis mudah dideteksi sejak dini, tapi umumnya penyakit ini terjadi saat usia 10 – 15 tahun.

Komplikasi Akibat Skoliosis yang Perlu Diwaspadai

Meski bersifat ringan, anak dengan skoliosis  perlu menjalani pemeriksaan X-ray secara rutin untuk memantau kondisi tulang dan mencegah terjadinya komplikasi lanjutan. Lantas, apa saja komplikasi skoliosis yang perlu diwaspadai?

1. Sesak Napas

Skoliosis yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menambah derajat kemiringan tulang belakang. Kondisi tersebut mengganggu kemampuan paru untuk mengembang sempurna akibat menyempitnya ruang paru, sehingga menyebabkan keluhan sesak napas.

2. Nyeri Punggung Belakang

Nyeri punggung belakang terjadi karena semakin parahnya lengkungan tulang belakang. Meski umumnya hilang timbul, nyeri akibat skoliosis bisa menetap dan menyebar kebagian tubuh lain, seperti dari tulang belakang ke kaki, punggung, dan tangan. Nyeri akibat skoliosis mereda jika pengidapnya berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh.

3. Masalah Jantung

Tulang belakang yang terlalu miring bisa menekan jantung dan membuatnya kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, pengidap skoliosis berisiko lebih besar mengalami pneumonia (infeksi paru) hingga gagal jantung.

4. Masalah Saraf

Jika ujung saraf tertekan oleh tulang belakang yang melengkung, sistem saraf akan terpengaruh oleh kondisi skoliosis. Kondisi ini berdampak pada kaki terasa kebas dan menurunnya kemampuan untuk menahan buang air kecil maupun buang air besar.

5. Gangguan Psikologis

Pengidap skoliosis rentan mengalami gangguan psikologis akibat kondisi yang dialaminya. Alasannya adalah perbedaan postur tubuh pengidap skoliosis bisa menurunkan rasa percaya diri dan membuatnya rentan mengalami masalah psikologis, seperti stres dan depresi.

Kelainan Tulang Belakang Akibat Skoliosis Bisa Saja Disembuhkan

Tingkat kesembuhan skoliosis tergantung pada usia, derajat kemiringan tulang dan perkembangan kondisi tulang sering waktu. Sebagian orang dengan skoliosis mungkin tidak memerlukan perawatan khusus, tapi sebagian yang lain memerlukan operasi tulang belakang untuk sembuh. Misalnya pada balita, skoliosis yang dialami tidak memerlukan perawatan khusus karena kondisi tulangnya membaik seiring tumbuh kembangnya. Atau, bayi bisa menggunakan brace pada punggung untuk menghentikan kemiringan tulang.

Brace juga bisa digunakan anak yang lebih tua untuk menghentikan lengkungan tulang memburuk hingga pertumbuhannya berhenti. Pada kasus yang parah, skoliosis harus diatasi dengan operasi untuk meluruskan tulang. Operasi baru bisa dilakukan saat tulang berhenti tumbuh atau saat sudah dewasa. Pengidap skoliosis juga bisa konsumsi obat pereda nyeri atau suntikan tulang belakang untuk meredakan nyeri yang dirasakan.

Itulah komplikasi skoliosis yang perlu diwaspadai. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar skoliosis, tanya dokter Halodoc untuk mendapat jawaban terpercaya. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: