Awas, Komplikasi yang Diakibatkan Fistula Trakea Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Komplikasi yang Diakibatkan Fistula Trakea Esofagus

Halodoc, Jakarta – Fistula trakea esofagus (TFE) merupakan kelainan yang terjadi karena ada pertumbuhan jaringan abnormal yang menyambungkan esofagus (kerongkongan, pipa penghubung leher ke perut) dengan trakea (tenggorokan, pipa penghubung leher dan paru). Dalam kondisi normal, kedua pipa ini berada terpisah satu sama lain tanpa ada sambungan. 

Hingga kini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab penyakit ini bisa muncul. Namun, fistula trakea esofagus merupakan kondisi cacat lahir yang biasanya muncul menyertai bentuk cacat lahir lainnya. Saat bayi yang lahir dengan kondisi ini minum ASI, cairan bisa masuk ke jalur penghubung tersebut dan berdampak parah. Air susu bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan pneumonia atau gangguan pernapasan lain. 

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Fistula Trakea Esofagus

Komplikasi Fistula Trakea Esofagus yang Harus Diketahui 

Hingga kini masih belum diketahui apa penyebab bayi bisa mengalami kondisi ini. Namun, risiko fistula trakea esofagus disebut meningkat pada orang yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Selain itu, bayi yang mengidap trisomy 13, 18, atau 21 juga disebut berisiko tinggi mengalami fistula trakea esofagus. Kelainan ini bisa dideteksi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Pemeriksaan USG bisa dilakukan untuk mendeteksi fistula trakea esofagus. 

Fistula trakea esofagus juga bisa dikenali langsung sejak bayi baru dilahirkan. Kondisi ini ditandai dengan gejala berupa batuk parah, tersedak saat menerima asupan ASI atau makanan, sianosis, muntah, sekresi lisan tebal, dan distress pernapasan. Fistula juga bisa muncul di antara trakea dan esofagus distal, sehingga memicu terjadinya distensi abdomen. 

Kondisi ini sama sekali tidak boleh diabaikan begitu saja. Fistula trakea esofagus pada bayi bisa memicu berbagai komplikasi, mulai dari nutrisi buruk, gangguan pernapasan akut, abses paru, bronkiektasis dari aspirasi berulang, kegagalan pernapasan, hingga kematian. Kelainan ini ditangani dengan melakukan pembedahan yang bertujuan untuk memisahkan saluran yang menyatu akibat fistula trakea esofagus. 

Baca juga: Gejala Fistula Trakea Esofagus pada Bayi

Kabar buruknya, tindakan bedah yang dilakukan untuk mengatasi penyakit ini terkadang juga bisa memicu komplikasi yang berbahaya. Prosedur bedah bisa memicu stricture, kebocoran isi pada titik anastomosis, fistula kambuh, GERD, disfagia, infeksi dada berulang, mengi atau gejala batuk berulang, hingga tracheomalacia.

Meski begitu, pembedahan tetap harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Sebab, harapan hidup pada bayi yang terlahir dengan kondisi ini menjadi sangat kecil jika fistula trakea esofagus tidak segera ditangani dengan bedah. Trakea dan esofagus perlu segera dipisahkan. Setelah operasi dilakukan pun, bentuk dari esofagus yang sudah terpisah dari esofagus tetap harus diperbaiki. 

Sayangnya, terkadang operasi tidak bisa segera dilakukan. Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan, seperti bayi terlahir prematur, memiliki kondisi cacat lahir lain, ataupun mengalami komplikasi pneumonia aspirasi. Bayi yang memiliki cacat fistula trakea esofagus rentan mengalami pneumonia. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan risiko penyakit ini, yaitu dengan menyangga bagian belakang kepala bayi untuk mencegah refluks asam lambung masuk ke paru-paru, menggunakan kateter pengisap untuk membuang cairan dan liru yang terhirup, serta memberi makanan atau susu melalui selang khusus.

Baca juga: Awas, Komplikasi yang Diakibatkan Fistula Trakea Esofagus

Cari tahu lebih lanjut seputar fistula trakea esofagus dan komplikasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2019. The treatment strategy for tracheoesophageal fistula.
Medscape. Diakses pada 2019. Tracheoesophageal Fistula: Background, Pathophysiology, Etiology.