Gejala Fistula Trakea Esofagus pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Gejala Fistula Trakea-esofagus pada Bayi

Halodoc, Jakarta –  Fistula trakeo-esofagus adalah jalur hubungan antara esofagus dan trakea. Esofagus adalah tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Trakea adalah tabung yang menghubungkan tenggorokan ke paru-paru. 

Biasanya, kerongkongan dan trakea adalah dua tabung yang tidak terhubung. Ketika dua tabung ini terhubung, maka kondisi ini disebut dengan fistula trakea-esofagus. Bayi yang mengalami kondisi ini akan mengalami perpindahan cairan yang tidak semestinya dan menyebabkan pneumonia dan masalah lainnya. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kondisi ini, baca lanjutannya!

Komplikasi dan Gejala Fistula Trakea-esofagus

Sistem organ bayi terbentuk selama kehamilan. Trakea dan kerongkongan mulai terbentuk sebagai satu tabung. Di 4 hingga 8 minggu kehamilan, dinding terbentuk antara kerongkongan dan trakea yang memisahkannya menjadi 2 tabung. Fistula trakea-esofagus terjadi ketika dinding ini tidak terbentuk sebagaimana mestinya.

Baca juga: 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

Memiliki masalah berikut ini dapat meningkatkan risiko bayi untuk kondisi fistula trakea-esofagus:

  1. Trisomi 13, 18, atau 21.
  2. Masalah saluran pencernaan lainnya, seperti diafragma hernia, atresia duodenum, atau anus imperforata.
  3. Masalah jantung, seperti defek septum ventrikel, tetralogi Fallot, atau paten ductus arteriosus.
  4. Masalah ginjal dan saluran kemih, seperti tapal kuda atau ginjal polikistik, tidak adanya ginjal, atau hipospadia.
  5. Masalah otot atau tulang.
  6. Sindrom VACTERL, yang melibatkan masalah tulang belakang, anal, jantung, ginjal, dan ekstremitas.

Penyedia layanan kesehatan anak akan sering menemukan gejala segera setelah bayi lahir. Gejala dapat terjadi sedikit berbeda pada setiap anak. Beberapa gejala pada umumnya, yaitu mulut berbusa, gelembung putih di mulut, batuk atau tersedak saat menyusu, muntah, warna biru pada kulit terutama saat bayi menyusu, kesulitan bernapas, perut penuh, serta cacat lahir lainnya.

Gejala dari kondisi ini mungkin terlihat, seperti gejala masalah kesehatan lainnya. Untuk memastikan gejalanya lebih lanjut, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Pemeriksaan Fistula Trakea-esofagus

Bagaimana pemeriksaan kesehatan fistula trakea-esofagus dilakukan? Dokter akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan anak dan melakukan beberapa jenis pemeriksaan. Anak akan diperiksa rontgen pada dada dan perutnya.

Untuk tes ini, dokter akan memasukkan tabung kecil ke mulut atau hidung anak sampai ke kerongkongan. Posisi tabung dapat dilihat dengan sinar-X yang sejatinya dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi tersebut.

Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Ini juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya. Pengobatan untuk fistula trakea-esofagus adalah dengan operasi yang dilakukan untuk menutup koneksi antara kerongkongan dan trakea. 

Anak-anak yang menjalani operasi untuk fistula trakea-esofagus dapat mengembangkan jaringan parut. Ini bisa membuat anak sulit menelan. Kemungkinan anak memerlukan operasi lain untuk mengambil jaringan parut tersebut.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Radang Amandel dan Radang Tenggorokan 

Beberapa anak yang lahir dengan fistula trakea-esofagus memiliki masalah jangka panjang. Menelan makanan atau cairan mungkin sulit karena masalah dengan pergerakan normal makanan dan cairan turun ke kerongkongan (peristaltik), dan jaringan parut yang dapat terjadi di kerongkongan setelah operasi, karena luka sembuh yang sebagian dapat menghalangi jalannya makanan.

Kadang-kadang, esofagus yang menyempit dapat melebar atau melebar dengan prosedur khusus yang dilakukan saat anak berada di bawah anestesi umum. Dalam kasus lain, operasi lain mungkin diperlukan untuk membuka kerongkongan, sehingga makanan dapat masuk ke perut dengan benar.

Sekitar setengah dari anak-anak yang memiliki fistula trakea-esofagus sebelumnya biasanya akan mengalami masalah dengan GERD, atau penyakit refluks gastrointestinal. GERD menyebabkan asam bergerak naik ke kerongkongan dari lambung. 

Ketika asam bergerak dari perut ke kerongkongan, itu menyebabkan rasa terbakar atau sakit yang dikenal sebagai mulas. GERD biasanya dapat diobati dengan obat-obatan atau dengan prosedur antireflux bedah invasif minimal yang dikenal sebagai fundoplikasi.

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Tracheoesophageal Fistula and Esophageal Atresia.
The University of Chicago. Diakses pada 2019. Tracheoesophageal Fistula.