13 March 2019

Konjungtivitis Dapat Sebabkan Pembesaran Kelenjar Getah Bening

 akibat konjungtivitis

Halodoc, Jakarta - Peradangan yang terjadi pada pengidap konjungtivitis disebabkan oleh bakteri atau virus. Selain itu, reaksi alergi juga bisa menjadi pemicu terjadinya mata merah. Konjungtivitis biasanya hanya terjadi pada satu mata. Namun, setelah beberapa jam, kondisi ini bisa terjadi pada kedua mata sekaligus. Apakah konjungtivitis bisa menyebabkan pembesaran pada kelenjar getah bening? Ini uraian selengkapnya.

Baca juga: Pakai Softlens Sembarangan, Waspada Konjungtivitis

Konjungtivitis Bisa Sebabkan Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Konjungtivitis biasanya ditandai dengan mata merah, sering mengeluarkan air mata dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi bagian depan mata. Saat terjadi peradangan, bagian mata yang seharusnya berwarna putih jadi akan terlihat merah. Meski terlihat menyeramkan, kondisi ini tidak akan memengaruhi penglihatan.

Konjungtivitis juga bisa menyebabkan pembesaran pada kelenjar getah bening di area kepala dan juga leher. Namun, kondisi ini akan terjadi pada kasus infeksi konjungtivitis yang cukup parah. Mata merah juga tidak selalu menandakan suatu infeksi, ya! Bisa jadi kondisi ini merupakan pertanda lain, seperti iritasi mata atau penekanan pada saraf mata.

Peradangan pada Konjungtiva Ditandai dengan Gejala Ini

Gejala umum pada pengidap peradangan ini biasanya disebabkan oleh debu, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari yang ditandai dengan bagian putih mata yang berubah warna jadi kemerahan. Gejala lain yang terjadi pada pengidap konjungtivitis bisa ditandai dengan sensitif terhadap cahaya dan mata sering mengeluarkan air mata dan mukus. Kondisi tersebut terjadi karena kelenjar yang memproduksi keduanya menjadi terlalu aktif akibat peradangan.

Penyebab Seseorang Mengidap Peradangan pada Konjungtiva

Objek asing yang masuk ke dalam mata, alergi, bakteri, atau infeksi virus merupakan penyebab umum terjadinya peradangan pada konjungtiva. Penyebab lain yang bisa membuat seseorang mengidap kondisi ini adalah tidak menjaga kebersihan mata. Ada beberapa faktor pemicu yang meningkatkan seseorang mengidap kondisi ini, yaitu:

  • Penggunaan lensa kontak yang sudah kedaluwarsa atau lensa kontak yang kotor.
  • Mengidap diabetes. Penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh jadi lemah.
  • Seseorang yang memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan.
  • Usia. Anak-anak rentan mengidap kondisi ini karena sering berinteraksi dengan teman-teman di sekolahnya.
  • Mengidap blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri.

Infeksi mata pada konjungtivitis bisa ditularkan dengan orang yang berdekatan dengan si pengidap. Penyebaran bisa terjadi melalui sekresi mata yang terinfeksi dari kontak langsung atau tidak langsung dengan pengidap.

Baca juga: 3 Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Konjungtivitis

Mengidap Peradangan pada Konjungtiva, Ini Pencegahannya

Kamu bisa melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan dan perubahan gaya hidup. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk membersihkan kotoran mata, sering cuci tangan dengan menggunakan sabun agar terhindar dari virus dan bakteri. Di samping itu, gunakan handuk dan bantal yang terpisah dari orang lain, jangan sentuh area yang terinfeksi dengan tangan yang belum dicuci bersih, serta hindari penyebab alergi. Jangan gunakan lensa kontak sampai sembuh, buang kosmetik yang sudah kedaluwarsa, dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain.

Kebanyakan kasus konjungtivitis tidak menimbulkan masalah kesehatan serius. Namun, kondisi ini bisa menimbulkan stres, karena rasa gatalnya yang sangat hebat dan terjadi secara terus-menerus. Konjungtivitis akan menimbulkan komplikasi jika infeksi sudah menyebar pada area sekitar, tetapi kondisi ini jarang sekali terjadi.

Baca juga: Ketahui Penanganan Konjungtivitis Penyebab Mata Merah

Untuk itu, jika kamu mengalami gejala-gejala konjungtivitis, sebaiknya jangan menduga-duga, ya! Lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Dengan Halodoc, kamu juga bisa langsung membeli obat yang telah diresepkan oleh dokter. Pesanan kamu akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!