Konjungtivitis

Pengertian Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva atau selaput bening yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata.

Gejala Konjungtivitis
Gejala konjungtivitis beragam tergantung dengan jenis dan penyebabnya. Secara umum, gejala-gejala konjungtivitis adalah mata merah, berair, perih, dan rasa terbakar. Mata juga sering terasa gatal dan dapat mengeluarkan cairan kental. Dapat juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening.

Penyebab dan Faktor Risiko Konjungtivitis
Konjungtiva bisa mengalami peradangan akibat:
Infeksi oleh virus atau bakteri
Reaksi alergi
Iritasi oleh angina, debu, polusi udara

Diagnosis Konjungtivitis
Diagnosis dilakukan secara klinis, dengan wawancara dan juga pemeriksaan fisik mata. Pemeriksaan penunjang jarang diperlukan.

Penanganan Konjungtivitis
Penangan tergantung penyebab konjungtivitis. Konjungtivitis bakterial memerlukan tetes mata atau salep antibiotik, pada konjungtivitis yang disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia diperlukan antibiotik oral.
Untuk konjungtivitis viral, antibiotic tidak akan diberikan. Konjungtivitis viral biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga minggu.
Konjungtivitis karena alergi ditangani dengan pemberian vasokonstriktor, antihistamin dan tetes mata steroid.
Penanganan umum bersifat simtomatik untuk segala jenis konjungtivitis, yaitu kompres mata dengan air hangat 5—10 menit 4 kali sehari untuk meringankan rasa tidak nyaman. Selain itu, dapat juga diberikan air mata buatan.

Pencegahan Konjungtivitis
Jaga kebersihan tangan, jauhkan tangan dari mata
Hindari berbagi bantal atau handuk dengan penderita konjungtivitis
Tidur cukup dan diet yang sehat
Kendalikan stres

Kapan Harus ke Dokter?
Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.