Konjungtivitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Konjungtivitis

Konjungtivitis atau yang dikenal juga sebagai pinkeye, adalah peradangan konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis paling sering menyerang anak-anak, karena penyakit mata ini bisa menyebar dengan cepat di sekolah dan tempat penitipan anak. Namun, konjungtivitis jarang berakibat serius, apalagi bila ditemukan dan diobati dengan cepat.

Baca juga: Yakin Atasi Gas Air Mata dengan Pasta Gigi? Awas, Ini Dampaknya!

 

Faktor Risiko Konjungtivitis

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami konjungtivitis, antara lain:

  • Menggunakan lensa kontak.

  • Paparan dari seseorang yang terinfeksi virus atau bakteri konjungtivitis.

  • Terpapar sesuatu yang membuat kamu alergi (konjungtivitis alergi).

 

Penyebab Konjungtivitis

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab di balik konjungtivitis, antara lain:

  • Infeksi oleh virus atau bakteri.

  • Reaksi alergi terhadap hal-hal, seperti serbuk sari, debu, atau asap.

  • Alergi khusus yang memengaruhi orang yang mengenakan lensa kontak.

  • Reaksi terhadap obat tetes mata.

  • Iritan terhadap shampoo, kotoran, asap, dan klorin.

  • Jamur, amuba, dan parasit.

Konjungtivitis juga kadang-kadang disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS). Gonore dan Chlamydia adalah contoh PMS yang bisa menyebabkan konjungtivitis.

Baca juga: Waspada, Ini Cara Penularan Penyakit Konjungtivitis

 

Gejala Konjungtivitis

Gejala konjungtivitis beragam tergantung dengan jenis dan penyebabnya. Secara umum, gejala-gejala konjungtivitis adalah:

  • Mata merah di satu atau kedua mata.

  • Mata juga sering terasa gatal dan seperti ada pasir.

  • Mata dapat mengeluarkan cairan kental yang membentuk kerak pada malam hari, sehingga menyulitkan kamu membuka mata di pagi hari.

  • Dapat juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening.

Baca juga: Jangan Sepelekan Kondisi Mata Merah, Ini Dampak Buruknya

 

Diagnosis Konjungtivitis

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis konjungtivitis dengan mengajukan pertanyaan tentang gejala dan riwayat kesehatan terkini. Pemeriksaan penunjang, seperti mengambil sampel cairan yang mengalir dari mata untuk dianalisis di laboratorium (kultur), jarang diperlukan. Biakan mungkin diperlukan bila gejala konjungtivitis yang kamu alami parah atau dokter mencurigai ada penyebab serius di baliknya, seperti benda asing di dalam mata, infeksi bakteri serius, atau infeksi menular seksual.

 

Penanganan Konjungtivitis

Penanganan dilakukan tergantung penyebabnya. Konjungtivitis bakterial bisa diatasi dengan pemberian obat tetes mata atau salep antibiotik, sedangkan pada konjungtivitis yang disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia, diperlukan antibiotik oral.

Untuk konjungtivitis viral, dokter tidak akan memberikan antibioitik, karena biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga minggu. Konjungtivitis karena alergi ditangani dengan pemberian vasokonstriktor, antihistamin, dan tetes mata steroid.

Penanganan umum bersifat simtomatik untuk segala jenis konjungtivitis, yaitu kompres mata dengan air hangat 5-10 menit 4 kali sehari untuk meringankan rasa tidak nyaman. Selain itu, dapat juga diberikan air mata buatan. Bagi pengidap konjungtivitis yan mengenakan lensa kontak, dianjurkan untuk tidak mengenakan lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh.

 

Pencegahan Konjungtivitis

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah konjungtivitis:

  • Jaga kebersihan tangan dan jangan menyentuh mata dengan tangan.

  • Gunakan handuk dan lap bersih setiap hari.

  • Jangan berbagi handuk atau waslap.

  • Ganti sarung bantal kamu sesering mungkin.

  • Batasi penggunaan kosmetik mata seperti mascara.

  • Jangan berbagi kosmetik mata atau barang perawatan mata pribadi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu mengalami gejala-gejala konjungtivitis, seperti sakit mata, perasaan seperti ada yang mengganjal dalam mata, penglihatan kabur, dan sensitivitas cahaya, segera kunjungi dokter mata untuk mendapatkan perawatan. Kamu yang menggunakan lensa kontak harus berhenti memakai lensa tersebut segera setelah gejala konjungtivitis dimulai. Bila gejala tidak membaik dalam waktu 12 sampai 24 jam, segera buat janji dengan dokter mata untuk memastikan kamu tidak mengalami infeksi mata yang lebih serius, terkait dengan penggunaan lensa kontak.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Conjunctivitis (Pinkeye).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pink eye (conjunctivitis).

Diperbarui pada 12 September 2019