Hati-Hati, Kopi dan Hipertensi Jadi Penyebab Stroke di Usia 30-an

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Kopi dan Hipertensi Jadi Penyebab Stroke di Usia 30-an

Halodoc, Jakarta - Penyakit stroke hingga kini masih dianggap sebagai penyakit usia lanjut alias hanya orangtua yang bisa terserang penyakit ini. Hal ini yang menyebabkan para generasi muda cenderung acuh terhadap kondisi kesehatannya. Padahal, anggapan ini salah, karena kabar stroke menyerang mereka yang masih muda sekarang lebih santer terdengar dibandingkan dengan keganasannya pada orangtua. 

Seperti yang dialami Valiant Budi atau kerap disapa Vabyo, penulis buku yang baru-baru ini berbagi cerita bahwa ia divonis mengidap stroke hemoragik di usianya yang masih terbilang muda yaitu 35 tahun. Stroke hemoragik terjadi karena perdarahan pada otak yang menyebabkan pasokan darah ke otak menjadi berkurang. 

Pola Hidup Sehat Menjadi Penyebabnya

Vabyo berkata bahwa ia cenderung mengabaikan gejala yang muncul, menyalahartikan tanda yang ia rasakan, dan punya kebiasaan pola hidup yang tidak sehat. Gejala seperti hipertensi menjadi penanda terjadinya stroke hemoragik, seperti kepala pening, leher pegal dan kaku. Ya, gejala-gejala itu mirip dengan masuk angin, sehingga sering diremehkan. 

Baca juga: Mengapa Pengidap Stroke Bisa Alami Penurunan Kesadaran?

Lebih buruknya lagi, jika kamu membiasakan pola hidup yang tidak sehat. Minum kopi terlalu banyak dan merokok adalah dua di antaranya. Kamu perlu tahu bahwa stroke hemoragik yang dialami Vabyo termasuk tipe stroke yang jarang terjadi, tetapi sifatnya lebih berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan kematian. Dilihat dari gejalanya yang mengacu pada hipertensi, jenis stroke hemoragik yang menyerang Vabyo adalah tipe hemoragik intraserebral. 

Kebiasaan tidak sehat seperti merokok semakin meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik. Sayangnya, tidak hanya perokok aktif, mereka yang terpapar asapnya atau lebih sering disebut dengan perokok pasif juga memiliki risiko stroke hemoragik yang sama tingginya. Terlebih lagi dengan kebiasaan minum kopi berlebihan seperti lebih dari 5 gelas per hari, kurangnya olahraga, konsumsi alkohol berlebih, dan bertambahnya berat badan atau obesitas. 

Baca juga: Perhatikan 8 Penyebab Munculnya Stroke Hemoragik

Sulit Berbicara Menjadi Salah Satu Gejala Stroke Hemoragik

Pada kasus Vabyo, stroke hemoragik yang menyerangnya membuat ia mengalami kesulitan untuk berbicara. Dokter mengatakan bahwa ini disebabkan karena pembuluh darah pecah pada bagian otak kiri yang berhubungan dengan kemampuan berbahasa. Vabyo mengaku, ketika ia berbicara, keluar bahasa yang sulit dipahami orang lain, yang tepatnya paduan antara bahasa Belanda dan Rusia. 

Bahkan, Vabyo mengaku bahwa setiap bangun tidur, ingatannya berhenti di periode tertentu yang membuat ia terkadang tidak mengenal sanak keluarga dan rekan-rekannya. Kabarnya, diagnosis dokter menerangkan bahwa memori otaknya memang utuh, tetapi penghubung antar memori sering hilang yang membuatnya sering ‘terlempar’ pada suatu periode. 

Ya, sulit berbicara dan merasa kebingungan adalah gejala stroke hemoragik yang umum terjadi. Begitu pula dengan cara berbicara dan kemampuan untuk memahami percakapan yang turut mengalami penurunan. Jadi, jangan pernah abaikan gejala ini. Segera periksakan supaya diagnosis bisa segera didapat dan penanganan bisa segera dilakukan. Buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat saja, tak perlu lama lagi mengantre. 

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Stroke Hemoragik atau Iskemik?

Stroke hemoragik yang tidak segera ditangani bisa memicu komplikasi yang lebih serius dan membahayakan nyawa. Sulit bicara dan menelan, hilang ingatan dan sulit berpikir, masalah yang berkaitan dengan emosi dan lumpuh adalah beberapa di antaranya. Jadi, selalu jaga kesehatan tubuh, ya! Hindari merokok, konsumsi kopi dan alkohol berlebihan, dan sediakan waktu untuk rutin berolahraga.

Referensi: 
Mayo Clinic. (Diakses pada 2019). Stroke.
Emedicine Medscape. (Diakses pada 2019). Haemorrhagic Stroke. 
Stroke Foundation. (Diakses pada 2019). Haemorrhagic Stroke.