• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kurang Bertanggung Jawab, Awas Gejala Sindrom Peter Pan

Kurang Bertanggung Jawab, Awas Gejala Sindrom Peter Pan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tentunya kamu sudah tidak asing dengan tokoh Peter Pan pada cerita dongeng, bukan? Digambarkan tokoh Peter Pan sebagai sosok laki-laki yang tidak pernah menjadi dewasa. Namun ternyata tidak hanya dalam cerita dongeng, sosok Peter Pan juga dapat kamu temui dalam kehidupan nyata. Bukan sebagai tokoh, Peter Pan dalam kehidupan nyatanya dapat kamu temui sebagai salah satu pola perilaku di mana seorang pria tidak dapat bersikap dewasa serta tidak dapat hidup secara mandiri.

Baca juga: Bisakah Sindrom Peter Pan Disembuhkan?

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom Peter Pan. Seseorang yang mengalami kondisi sindrom Peter Pan nyatanya akan selalu menggantungkan kehidupannya pada orang lain. Tidak hanya itu, pengidap sindrom Peter Pan juga memiliki sifat yang kurang bertanggung jawab. Nyatanya, pola asuh yang dijalankan oleh orangtua dinilai menjadi salah satu faktor pemicu sindrom Peter Pan. Untuk itu, tidak ada salahnya kenali beberapa gejala yang menjadi tanda sindrom Peter Pan, agar kondisi ini dapat segera diatasi dengan baik.

Inilah Gejala Sindrom Peter Pan

Tumbuh kembang fisik seorang anak nyatanya dapat ditentukan dari asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak setiap harinya. Namun, kondisi tumbuh kembang psikologis atau mental seseorang nyatanya tidak hanya ditentukan dari asupan makanan yang dikonsumsi, beragam faktor, seperti pola asuh dan kondisi lingkungan menjadi faktor yang cukup penting untuk membangun kondisi psikologis seseorang.

Pernahkah kamu mendengar mengenai sindrom Peter Pan? Sindrom Peter Pan adalah salah satu pola perilaku yang pertama kali muncul pada buku karya Dr. Dan Kiley di tahun 1983. Sindrom Peter Pan merupakan gambaran perilaku seorang pria yang dianggap tidak sesuai dengan usia yang dimiliki. 

Sindrom Peter Pan nyatanya bukanlah sebuah gangguan kesehatan mental, kondisi ini hanya merupakan pola perilaku yang tentunya dapat menyebabkan dampak buruk pada hubungan sosial dengan orang lain maupun kualitas hidup pengidap sindrom Peter Pan. Lalu, apa saja gejalanya?

Baca juga: Orang Sindrom Peter Pan Enggak Bisa Punya Hubungan Normal?

Ada beberapa gejala sindrom Peter Pan seperti yang dilansir dari Psychology Today:

  1. Pengidap sindrom Peter Pan tidak akan pernah bisa hidup mandiri dan berjauhan dari orangtuanya. 
  2. Sindrom Peter Pan juga menyebabkan pengidapnya kurang memiliki rasa tanggung jawab. Umumnya, pengidap sindrom Peter Pan lebih senang melakukan hal-hal yang menjadi kesenangan pribadi dan tidak pernah memikirkan orang lain.
  3. Pengidap sindrom Peter Pan juga akan lebih mudah marah.
  4. Seseorang dengan kondisi sindrom Peter Pan akan lebih nyaman membuat hubungan sosial dengan orang-orang yang lebih muda dari usia pengidap sindrom Peter Pan.
  5. Biasanya, pengidap sindrom Peter Pan akan kesulitan membangun hubungan romantis hal ini disebabkan ia akan menganggap wanita akan selalu dapat melayani dan membahagiakannya, meskipun ia tidak akan melakukan hal yang serupa pada wanita tersebut.
  6. Pengidap sindrom Peter Pan akan lebih sering menyalahkan orang lain daripada menyadari kesalahan yang dibuat.

Itulah beberapa gejala umum yang dialami oleh pengidap sindrom Peter Pan, tetapi gejala ini nyatanya bisa berbeda pada tiap orang. Tidak hanya melihat gejala yang muncul, untuk memastikan kondisi sindrom Peter Pan nyatanya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya agar pengidap sindrom ini dapat mengontrol pola perilaku yang dimilikinya.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Pengidap Sindrom Peter Pan Menemui Psikolog?

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi sindrom Peter Pan? Dilansir dari Healthline, pola asuh orangtua dapat menjadi faktor pemicu seseorang memiliki pola perilaku yang berkaitan dengan sindrom Peter Pan. Tidak ada salahnya para orangtua mencari tahu pola asuh yang tepat, untuk mendidik anak agar anak memiliki kualitas hidup yang baik dengan bertanya langsung pada psikolog melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. 10 Signs of an Emotionally Immature Adult.
Healthline. Diakses pada 2020. Peter Pan Syndrome: When People Just Can’t Grow Up.