09 November 2018

Lakukan 4 Langkah Ini agar Si Kecil Bebas Ruam Popok

Cara mencegah ruam popok pada si kecil, bintik merah bayi

Halodoc, Jakarta - Ruam popok merupakan suatu peradangan pada bayi di area yang tertutup popok dan ditandai dengan bintik-bintik kemerahan. Kondisi ini terjadi karena kulit yang terus-menerus bersentuhan langsung dengan urine dan tinja. Perlu diketahui bahwa, urine dan tinja mengandung zat yang dapat mengiritasi kulit pada bayi.

Lapisan pertahanan pada kulit bayi belum berkembang dengan baik, sehingga zat yang menyebabkan iritasi itu mudah masuk ke dalam kulit bayi. Meski kondisi ini bukan merupakan penyakit yang serius, ruam popok dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Ruam popok umumnya terjadi pada dua tahun pertama, terutama ketika bayi berusia 9-12 bulan. Ruam ini juga dapat kambuh sewaktu-waktu, selama anak masih menggunakan popok. Berikut ini gejala-gejala ruam popok pada bayi, antara lain:

  1. Bayi yang bertambah rewel dan menangis pada saat bagian yang biasanya tertutup popok disentuh atau dibersihkan.

  2. Bagian kulit yang tertutup popok tampak memerah, terutama pada bokong, paha, lipatan paha, dan sekitar alat kelamin pada bayi.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan ruam popok pada bayi:

  1. Popok yang terlalu ketat, karena dapat bergesekan dengan kulit bayi dan dapat menyebabkan lecet.

  2. Kulit bayi yang sensitif, jika bayi mengidap masalah kulit seperti eksim, lebih memungkinkan untuk terkena ruam popok

  3. Terlalu lama memakai popok kotor. Jadi, sering-seringlah untuk mengganti popok yang sudah basah atau kotor akibat tinja.

  4. Infeksi dikarenakan area tubuh yang bersentuhan dengan popok langsung akan memiliki kondisi lembap, sehingga menyebabkan kulit tersebut rentan mengalami infeksi jamur atau bakteri.

  5. Iritasi suatu produk karena ketidakcocokan penggunaan produk seperti bedak, sabun, atau tisu basah pada area popok.

Berikut ini merupakan beberapa langkah pencegahan agar Si Kecil bebas dari ruam popok:

  • Memberikan Gel untuk Bayi

Ibu bisa menggunakan gel yang mengandung zinc untuk meredakan ruam pada kulit, serta mencegah iritasi lainnya. Hindari pemakaian gel steroid, kecuali dengan resep dokter. Karena jenis gel tersebut dapat mengiritasi kulit pantat bayi.

  • Pilih Pakaian yang Menyerap Udara

Selain tidak menggunakan produk yang mengandung parfum, pilihan baju yang tepat juga akan membantu meredakan ruam. Baju atau popok yang ketat dapat membuat lembap di area sekitar pantat bayi, serta membuat bayi merasa kepanasan.

  • Rutin Mengganti Popok

Saat muncul ruam pada kulit bayi, rutin mengganti popok merupakan hal yang sangat harus dilakukan. Usahakan untuk mengganti popok saat sudah terlihat kotor.

Usahakan untuk tidak memakaikan popok yang terlalu ketat pada bayi, agar kulit bayi bisa bernapas, dan ruam pun tidak menjadi parah. Tunggu kulit bayi sampai kering terlebih dahulu sebelum memakaikan popok. Agar kulit bayi tetap kering dan tidak lembab.

  • Perhatikan Cara Memilih Popok, Pastikan Tidak Menyebabkan Ruam

Beberapa orangtua mengakui bahwa mengenali popok yang cocok untuk dipakai dapat mengurangi ruam pada bayi. Berikut ini tips-tips untuk menghindari ruam dari popok yang digunakan:

  • Jika kamu memakai popok berbahan kain untuk bayi dan mencucinya sendiri, jangan lupa untuk mengganti sabun cuci yang biasa dipakai untuk membersihkan popok. Gunakan sabun cuci yang lembut. Ibu juga bisa menambahkan setengah cangkir cuka saat membilas popok tersebut.

  • Jika bayi tidak cocok menggunakan produk popok yang sedang dipakai saat ini, cobalah untuk mengganti popok dengan merk lain.

Perhatikan gejala-gejala ruam popok pada bayi. Sebaiknya segera diskusikan dengan dokter apabila terdapat ruam pada bayi, agar segera ditangani. Dengan aplikasi Halodoc, ibu tidak perlu repot-repot untuk berobat keluar rumah. Karena di sini ibu dapat berdiskusi dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call, dan juga dapat langsung membeli obat yang sedang dibutuhkan. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: