Ruam Popok

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Ruam Popok

Ruam popok merupakan peradangan kulit bayi yang tertutup oleh popok dengan menyebabkan ruam akibat adanya reaksi kulit terhadap urine dan feses. Hampir semua bayi yang memakai popok, pernah mengalami ruam popok.

Si Kecil bisa saja mengalami ruam popok saat memakain popok sekali pakai atau popok kain, sebab keduanya memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Penentuannya tergantung pada kebutuhan ibu dan Si Kecil untuk menjaga agar kulitnya tetap kering, bersih dan terjaga.

 

Gejala Ruam Popok

Ruam popok biasanya terjadi pada dua tahun pertama, khususnya ketika Si Kecil berusia 9 bulan hingga 1 tahun. Berikut beberapa gejala yang terdapat pada ruam popok, yaitu:

  • Si Kecil bertambah rewel saat bagian yang biasanya tertutup popok, dibersihkan.
  • Timbulnya kulit warna kemerahan yang diikuti dengan pembengkakan.

 

Penyebab Ruam Popok

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan ruam popok pada kulit Si Kecil, diantaranya:

  • Pengaruh jenis makanan baru. Perubahan jenis makanan menyebabkan datangnya ruam popok. Mengapa? Karena struktur feses serta frekuensi buang air besar pada Si Kecil akan berubah, terutama saat ia mulai mengonsumsi makanan padat.
  • Adanya gesekan dan lecet.
  • Kontak yang terlalu lama dengan urine dan feses. Hal tersebut jika dibiarkan terlalu lama dalam popok, urine dan feses bisa memicu iritasi pada kulit Si Kecil.
  • Infeksi terhadap bakteri atau jamur. Kulit Si Kecil yang tertutup popok cenderung lembap, sehingga meningkatkan kemungkinan tumbuhnya bakteri  atau jamur.
  • Adanya iritasi akibat produk bayi yang baru digunakan.

 

Pengobatan Ruam Popok

Metode paling efektif dalam mencegah ruam popok pada kulit bayi, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Gantilah popok yang kotor secara rutin.
  • Bersihkan bagian kulit yang tertutup popok.
  • Jangan biarkan Si Kecil memakai popok. Usahakan agar kulitnya  “bernapas”.
  • Setelah dibasuh, seka kulit Si Kecil secara perlahan hingga kering sebelum menggunakan popok baru.
  • Basuh dan cuci tangan sebelum dan sesudah menggantikan popok.

 

Pencegahan Ruam Popok

Lakukan cara-cara berikut untuk mencegah ruam popok pada bayi:

  • Hindari penggunaan bedak karena dapat memicu iritasi kulit.
  • Sesuaikan ukuran popok bayi.
  • Hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol serta pewangi yang dapat memicu iritasi kulit.
  • Oleskan krim yang mengandung bahan zinc oxide untuk mencegah ruam popok setiap mengganti popok Si Kecil.
  • Gunakan popok dengan satu ukuran lebih besar selama Si Kecil menjalani masa penyembuhan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Saat kulit Si Kecil tak kunjung membaik meski ibu sudah memberikan langkah terbaik, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada dokter ahli. Untuk melakukan pemeriksaan, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.