22 November 2018

Lakukan 4 Olahraga Ini agar Pria Tak Kekurangan Hormon Testosteron

Lakukan 4 Olahraga Ini agar Pria Tak Kekurangan Hormon Testosteron

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, hormon testosteron sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas. Hormon ini akan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Hormon testosteron umumnya selalu diidentikkan dengan pria. Misalnya, dikenal sebagai hormon yang memengaruhi libido, pembentukan massa otot, ketahanan tingkat energi, hingga perubahan karakteristik seks sekunder pada pria saat puber. Contohnya, suara akan berubah menjadi lebih berat.

Nah, karena hormon ini memainkan berbagai peran penting dalam tubuh, bagaimana sih cara menjaga agar hormon ini tak berkurang dalam tubuh?

Sebenarnya ada berbagai cara untuk meningkatkan hormon ini, salah satunya lewat olahraga. Nah, berikut olahraga yang bisa meningkatkan hormon yang diidentikkan dengan pria ini:

 

1. Angkat Beban

 

Selain menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga telah terbukti dapat meningkatkan kadar testosteron. Nah, dari banyaknya jenis olahraga, olahraga seperti angkat beban dianggap yang amat baik untuk meningkatkan kadar testosteron. Menurut para pakar, kadar testosteron akan tetap tinggi selama 48 jam ke depan sesudah berlatih angkat beban.

Angkat beban sendiri merupakan olahraga berat yang dilakukan dengan kombinasi dari kekuatan, disiplin teknik, konsentrasi, fleksibilitas, mental dan kekuatan fisik. Menariknya lagi, olahraga ini juga bermanfaat untuk kepadatan tulang, meningkatkan metabolisme, dan membakar banyak lemak. Tak hanya itu saja lho, angkat besi juga bisa memengaruhi gairah seks, karena latihan ini bisa memicu tubuh untuk memproduksi testosteron lebih banyak.

 

2. Squat

 

Squat merupakan olahraga yang melibatkan multi-persendian. Menurut ahli, squat akan memperkuat otot lutut, pinggang, dan bokong. Selain itu, olahraga ini juga bisa membantu membangun otot tubuh, terutama di bagian kaki. Singkat kata, squat merupakan olahraga yang baik untuk kaki, terutama bagian paha depan, paha belakang, dan betis. Nah, menurut sebuah studi, olahraga ini merupakan olahraga yang cepat melepaskan hormon testosteron dalam tubuh.

 

3. Olahraga yang Menurunkan Berat Tubuh

 

Bagi kamu yang memiliki masalah dengan kelebihan berat badan alias obesitas perlu harap-harap cemas. Pasalnya, lemak tubuh yang berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron dalam tubuh. Enggak percaya? Menurut sebuah studi di University at Buffalo, Amerika Serikat, 40 persen pria dengan obesitas memiliki kadar testosteron yang rendah.

Nah, bagi kamu yang mengidap obesitas solusinya tak lain adalah dengan menurunkan berat badan dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Kamu bisa kok memilih olahraga, seperti aerobik hingga high intensity interval training (HIIT). Untuk HIIT sendiri disebut-sebut salah satu metode yang cukup manjur untuk menurunkan berat badan. Kok bisa?

Kata ahli, seluruh latihan dalam olahraga ini diyakini bisa meningkatkan denyut jantung, serta membakar lebih banyak karbohidrat dan lemak selama olahraga dan saat istirahat.

 

4. Olahraga Bersifat Kompetisi

 

Ada kabar baik bagi kamu yang gemar melakukan olahraga yang bersifat kompetisi. Menurut sebuah studi, kompetisi atau melawan orang asing bisa meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh lebih dari 30 persen. Kok bisa?

Kata ahli, peningkatan testosteron merupakan reaksi alami tubuh ketika seseorang ingin menang. Menariknya lagi setelah memang, kadar testosteron ini akan semakin meningkat untuk memastikan tubuh siap menghadapi kompetisi selanjutnya.

Namun yang perlu dipahami, testosteron dalam tubuh akan naik hanya bila dirimu melawan orang asing, bukannya teman sendiri. Misalnya, bermain sepak bola, basket, ataupun olahraga lainnya melawan “musuh” di luar sana.

Mau tahu lebih jauh mengenai cara menaikan kadar testosteron dalam tubuh? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: