• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan Ini Untuk Atasi Anak Cengeng dan Rewel

Lakukan Ini Untuk Atasi Anak Cengeng dan Rewel

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Anak-anak pada usia 2 hingga 3 tahun sudah dapat mengekspresikan emosi yang dirasakannya. Cara yang paling mudah bagi mereka menunjukkan emosi yang dirasakan adalah dengan menangis. Sayangnya, menangis untuk anak-anak bisa menjadi kebiasaan yang justru membuat orang tua kewalahan.

Anak cengeng dan rewel itu bukan tanpa sebab melainkan karena kebiasaan. Ketika mereka menginginkan atau menolak sesuatu dan menangis, orang tua biasanya langsung mengabulkan permintaan mereka. Orang tua seperti enggan mendengarkan anak menangis walau hanya sebentar dan agar si kecil tidak rewel langsung memberikan saja yang diinginkan. Padahal, cara ini sebenarnya tidak patut dilakukan karena justru membuat si kecil jadi manja. Mereka akan menjadi cengeng dan rewel saat keinginannya tidak terpenuhi. Nah untuk itu, yuk cari tahu trik jitu mengatasi si buah hati yang cengeng dan rewel berikut ini:

1.  Cari Tahu Keinginan Si Kecil
Ada saat ketika si kecil belum lancar berbicara, ia akan menangis saat menginginkan sesuatu. Apakah karena merasa tidak nyaman, lapar, haus, meminta sesuatu, atau bahkan hanya sekedar mencari perhatian dari ibu. Emosi si kecil bisa meledak dalam tangisan tiada henti yang membuat orang tua frustasi karena tidak mengerti keinginannya.

Nah untuk itu, ibu harus menjadi lebih dekat dengan si kecil. Meskipun belum fasih berbicara namun si kecil pada usia ini berada pada golden age. Sehingga mereka lebih mudah belajar mengenai hal-hal di sekitar mereka. Tenangkan si kecil dengan pelukan dan tanya dengan suara lembut mengenai hal yang diinginkannya. Minta ia tidak menangis dan berbicara dengan tenang. Meskipun belum jelas berbicara, ibu pasti bisa memahami kata-kata buah hatinya, bukan?

2.  Sabar Menenangkan Si Kecil
Anak-anak memang sulit dilarang, alhasil mereka akan memangis jika keinginannya tidak terpenuhi. Kalau sudah begini, tangisan mereka yang tiada henti bisa buat orang tua kesal. Namun sejak kecil, biasakan untuk menghindari kata “jangan” saat mengajari si kecil sesuatu. Menggunakan kata “jangan pada anak bisa membuat mental block dan memberikan sisi negatif pada kebebasan si kecil untuk berpikir dan berkreasi.

Orang tua tentu tak ingin membatasi si kecil untuk menjadi anak yang cerdas dan berani, bukan? Misalnya saat si kecil berlari di lantai yang licin orang tua mengatakan, “jangan lari”. Sebaiknya ini diganti dengan “jalan saja”. Karena masih kecil, dikhawatirkan si kecil menyerap kata “lari” sebagai sesuatu yang tak patut dilakukan. Padahal, tentu itu tergantung pada kondisi tertentu. Mendidik si kecil memang tidak mudah, butuh kesabaran untuk menenangkan. Ketika mereka mulai rewel, bicaralah dengan cara yang lembut namun tegas. Jangan memarahi atau membentak karena justru membuat mereka takut atau semakin marah sehingga menangis lebih kencang.

3.  Mengalihkan Perhatian
Karena kondisi kesehatannya, orang tua memilih untuk melarang anak untuk makan es krim sementara waktu. Lalu bagaimana jika mereka menangis karena tidak dibelikan es krim? Coba alihkan perhatiannya pada hal-hal yang mereka sukai. Misalnya pergi jalan-jalan atau menunjukkan benda yang ia sukai. Alihkan perhatiannya dari hal yang membuatnya menangis. Lalu di saat senggang, beri perngertian kepadanya mengapa untuk sementara ia harus menghindari es krim. Ajak si kecil untuk mengerti sehingga ia tidak akan rewel lagi saat melihat es krim.

4.  Berikan Pelukan
Saat si kecil tiba-tiba rewel tak usah ragu untuk memberikan pelukan untuknya. Apalagi saat berada di tempat ramai, tangisannya tentu bisa menarik perhatian orang sekitar. Tenangkan si kecil dengan pelukan dan bisikkan kata-kata lembut untuk menenangkannya. Ajak ia ke tempat yang sepi dan ajak ia bicara. Setelah itu, orang tua bisa mengajaknya kembali melakukan aktivitasnya lagi.

Yang terpenting dalam menghadapi si kecil yang rewel adalah dengan tidak memaksakan sesuatu padanya dan bicara dengan nada keras. Jaga selalu kondisi kesehatan si kecil dan bila perlu mintalah saran dari dokter mengenai cara mendidik dan merawat anak dengan benar.


Bicara dengan dokter pilihan pun jadi lebih mudah dengan Halodoc. Tak perlu langsung pergi ke rumah sakit, luangkan waktu sejenak bicara dengan dokter dimana saja, kapan saja melalui Voice/Video Call dan Chat di aplikasi Halodoc. Selain itu orang tua juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan anak di Halodoc dan langsung diantar tanpa perlu repot keluar rumah. Yuk, download Halodoc di App Store atau Google Play sekarang!