• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan 4 Pantangan agar Asam Urat Tidak Kambuh

Lakukan 4 Pantangan agar Asam Urat Tidak Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan gangguan kesehatan yang kamu alami, khususnya pada bagian sendi maupun otot. Nyeri pada sendi yang disertai pembengkakan menjadi salah satu gejala dari penyakit asam urat. Penyakit asam urat terjadi ketika kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah.

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Turunkan Asam Urat

Berbagai komplikasi dapat terjadi akibat penyakit asam urat yang tidak diatasi dengan baik. Melakukan berbagai pantangan yang diwajibkan untuk pengidap asam urat nyatanya menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak memburuk penyakit asam urat yang dimiliki. Yuk, ketahui beberapa pantangan yang perlu dilakukan bagi pengidap asam urat.

Inilah Pantangan yang Perlu Dilakukan

Ada beberapa pantangan yang sebaiknya dilakukan oleh pengidap asam urat agar kondisi tidak semakin memburuk. Berikut ini beberapa pantangan yang sebaiknya dilakukan:

1. Hindari Konsumsi Alkohol dan Minuman Mengandung Gula Tinggi

Cara untuk meredakan gejala asam urat yaitu menghindari konsumsi alkohol dan minuman yang mengandung gula tinggi. Dilansir dari National Health Service UK, perbanyak konsumsi air putih agar gejala yang dialami karena penyakit asam urat dapat segera pulih. Selain itu, mengonsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

2. Hindari Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok dapat menghindari kamu mengalami asam urat yang semakin parah.

3. Hindari Konsumsi Daging, Jeroan, dan Makanan Laut

Bagi pengidap asam urat, hindari mengonsumsi daging, jeroan, serta makanan laut. Beberapa jenis makanan tersebut mengandung purin yang cukup tinggi dan membuat penyakit asam urat yang dimiliki kembali kambuh.

4. Kurang Berolahraga

Bagi pengidap asam urat, hindari kebiasaan kurang melakukan aktivitas fisik. Nyatanya, salah satu faktor pemicu asam urat adalah obesitas. Rutin berolahraga mampu menjaga berat badan menjadi stabil dan terhindar dari obesitas.

Baca juga: Nyeri di Telapak Tangan Tanda Asam Urat?

Pengidap Asam Urat Hindari Kandungan Purin

Penyebab kadar asam urat cukup tinggi dalam darah adalah purin. Purin adalah kimia senyawa yang ditemukan pada beberapa jenis makanan. Asam urat sendiri memiliki fungsi untuk membantu tubuh dalam meregenerasi sel, kandungan purin yang masuk dalam tubuh melalui makanan nyatanya akan dipecah menjadi kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini membuat seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung purin risiko alami asam urat juga semakin tinggi. 

Normalnya asam urat dikeluarkan melalui urine maupun feses. Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin meningkatkan produksi asam urat. Asam urat yang tidak dikeluarkan dalam tubuh menumpuk dan membentuk kristal tajam pada persendian. Hal ini yang menyebabkan munculnya nyeri, pembengkakan atau peradangan pada sendi.

Dilansir dari dari Arthritis Health, ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap asam urat. Pengidap asam urat sangat rentan mengalami nyeri pada beberapa bagian sendi, seperti ibu jari, pergelangan tangan, serta tumit. Umumnya, pada kondisi awal asam urat terjadi, pengidap tidak akan merasakan nyeri yang cukup mengganggu. Tapi lama kelamaan nyeri yang muncul akan terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Asam Urat di Usia Muda

Selain itu, nyeri yang dirasakan berdampak pada kondisi tidur seseorang. Biasanya, gangguan tidur akan dialami oleh pengidap asam urat karena nyeri yang dirasakan membuat tidur menjadi terganggu. Bagian sendi yang mengalami nyeri umumnya terlihat membengkak, kemerahan, dan terasa panas ketika disentuh.

Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk memastikan kadar asam urat dalam tubuh agar asam urat yang dialami tidak semakin memburuk. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum ke rumah sakit untuk mempermudah pemeriksaan. 

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Gout
Arthritis Health. Diakses pada 2020. All About Gout
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Gout