• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Tisu
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Tisu

Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Tisu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Desember 2021
Langkah Pertolongan Pertama Mimisan dengan Tisu

“Saat mengalami mimisan, kebanyakan orang pasti langsung refleks mengambil tisu untuk menghentikan perdarahan. Namun, menggunakan tisu sebenarnya tidak cukup. Kamu juga perlu melakukan pertolongan pertama ini agar perdarahan segera berhenti.”

Halodoc, Jakarta – Mimisan atau keluarnya darah dari hidung sering membuat sebagian orang panik. Padahal, mimisan tidak selalu menandakan penyakit serius. Malahan mimisan paling sering disebabkan oleh udara yang kering. Selain udara kering, kebiasaan mengupil, meniup hidung, cedera pada hidung, alergi sampai efek samping obat juga bisa menyebabkan mimisan.

Nah, saat mengalami mimisan, kebanyakan orang pasti langsung refleks mengambil tisu untuk menghentikan perdarahan atau sekedar menyeka darah yang keluar dari hidung. Namun, penggunaan tisu ini sebetulnya tidak cukup untuk meredakan mimisan. Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan supaya mimisan cepat berhenti. Simak tipsnya berikut ini. 

Pertolongan Pertama saat Mimisan

Jangan langsung panik saat mengalami mimisan, segera lakukan pertolongan pertama berikut ini:

  • Duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan. Posisi ini dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung dan mencegah pendarahan lebih lanjut. Mencondongkan tubuh ke depan juga mencegah darah tertelan.
  • Tiup hidung dengan lembut. Meniup hidung dapat membersihkan hidung dari gumpalan darah. Namun, pastikan kamu melakukannya secara lembut agar tidak memperparah iritasi. Kemudian semprot kedua sisi hidung dengan dekongestan hidung yang mengandung oxymetazoline (Afrin).
  • Jepit hidung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit lubang hidung. Sementara itu bernapaslah melalui mulut terlebih dahulu. Cubit hidung selama 10-15 menit. Cara ini bertujuan untuk mengirimkan tekanan ke titik perdarahan pada septum hidung sehingga menghentikan aliran darah.
  • Jika pendarahan berlanjut setelah 10-5 menit, tekan hidung 10-15 menit lagi. Jika pendarahan masih berlanjut, cari perawatan darurat.

Untuk mencegah pendarahan ulang, jangan mengorek atau meniup hidung dan jangan membungkuk terlebih dahulu. Pastikan kepala lebih tinggi dari hati. Jika terjadi pendarahan ulang, ulangi langkah-langkah di atas. Kunjungi dokter jika pendarahan masih terus berlanjut.

Supaya mudah dan praktis, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc saja. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Kapan Mimisan Harus Diwaspadai?

Langkah-langkah di atas umumnya sangat efektif untuk menghentikan pendarahan. Namun, kamu harus waspada jika pendarahan berlangsung selama lebih dari 30 menit dan kamu merasa pusing atau lemas. Kamu juga harus segera mencari pertolongan apabila mimisan disebabkan oleh kecelakaan, jatuh, atau cedera di kepala atau wajah. 

Bila kamu sering mengalami mimisan berulang, dokter mungkin perlu mencari tahu penyebabnya. Sebab, mimisan berulang dapat mengindikasikan suatu penyakit. Jika mimisan disebabkan oleh konsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin, hubungi dokter apakah dosisnya perlu diturunkan atau obatnya perlu diganti. 

Apabila mimisan disebabkan oleh udara kering, oleskan pelumas berbahan dasar air ke lubang hidung dan tingkatkan kelembapan di rumah untuk membantu meredakan pendarahan hidung.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Nosebleeds: First aid.
Kids Health. Diakses pada 2021. First Aid: Nosebleeds.
WebMD. Diakses pada 2021. Nosebleeds.