• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Sederhana untuk Mengatasi Trauma Kepala Ringan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Sederhana untuk Mengatasi Trauma Kepala Ringan

Langkah Sederhana untuk Mengatasi Trauma Kepala Ringan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 November 2020
Langkah Sederhana untuk Mengatasi Trauma Kepala Ringan

Halodoc, Jakarta – Trauma kepala ringan adalah salah satu cedera yang cukup umum yang bisa terjadi pada semua orang dari segala usia. Cedera tersebut biasanya disebabkan oleh benturan atau pukulan di kepala, seperti ketika terjatuh, dipukul atau kecelakaan.

Bila kamu mengalami benturan di kepala, tidak usah panik. Trauma kepala ringan jarang menyebabkan kerusakan otak permanen dan ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya.

Memahami Trauma Kepala Ringan

Berbagai jenis cedera yang terjadi di area kepala, mulai dari tengkorak, kulit kepala, sampai otak bisa menyebabkan trauma kepala. Seseorang mungkin bisa mengalami trauma kepala bila sebuah benda menghantam kepalanya dengan keras, atau bila sebuah benda menembus ke otak melalui tengkorak.

Trauma kepala dapat dibagi menjadi trauma kepala ringan dan trauma kepala berat. Beberapa contoh hal yang menjadi penyebab trauma kepala ringan, seperti bola yang mengenai kepala dengan kencang, terjatuh atau mengalami kecelakaan dengan kepala membentur sesuatu. Guncangan keras di kepala juga bisa menyebabkan trauma kepala, yang lebih dikenal sebagai gegar otak.

Namun, terkadang sulit untuk menilai seberapa serius trauma kepala yang seseorang alami hanya dengan mengamatinya saja. Beberapa kasus trauma kepala ringan dapat mengeluarkan banyak darah, sementara beberapa trauma kepala berat malah bisa tidak mengeluarkan darah sama sekali.

Penting untuk memeriksakan trauma kepala ke dokter dan menanganinya dengan serius. Kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan untuk memeriksakan kondisi kamu setelah mengalami cedera kepala melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Ketahui Perbedaan Trauma Kepala Berat dan Trauma Kepala Ringan

Gejala Trauma Kepala Ringan

Trauma kepala ringan biasanya menimbulkan gejala-gejala ringan dengan durasi yang sebentar. Berikut gejala trauma kepala ringan:

  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Memar
  • Perdarahan.
  • Pandangan kabur.

Namun, penting untuk dipahami bahwa gejala trauma kepala ringan hanya bisa dideteksi berdasarkan pemeriksaan fisik atau pengetesan kesadaran oleh dokter.


Trauma kepala ringan yang terjadi pada anak juga menimbulkan gejala yang kurang lebih sama seperti orang dewasa. Namun, anak-anak yang mengalami cedera tersebut mungkin juga menunjukkan gejala, seperti:

  • Lebih rewel dari biasanya atau bahkan terus-menerus menangis.
  • Perubahan sikap, seperti menjadi tidak tertarik pada mainan kesukaannya.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Mudah lelah.

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter bila gejala bertambah parah atau tidak kunjung membaik selama 24 jam setelah mengalami cedera kepala. Pemantauan secara seksama pada 24 jam pertama setelah mengalami cedera kepala sangat penting.

Pasalnya, beberapa gejala yang muncul dalam waktu tersebut, seperti muntah berulang kali, sakit kepala yang parah, perdarahan di telinga, pandangan kabur, linglung, dan amnesia, dapat menandakan kondisi serius yang perlu segera ditangani.

Baca juga: 5 Komplikasi yang Diakibatkan Trauma Kepala Ringan

Langkah Sederhana untuk Atasi Trauma Kepala Ringan

Kebanyakan orang yang mengalami trauma kepala ringan biasanya dapat sembuh total dalam beberapa hari. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk merawat trauma kepala ringan:

  • Beristirahat. Bila kamu mengalami benturan di kepala, segera cari tempat untuk duduk dan pastikan kamu beristirahat.
  • Hindari melakukan olahraga yang berisiko sampai kamu benar-benar pulih sepenuhnya.
  • Gunakan kompres dingin pada kepala untuk meredakan rasa nyeri.
  • Kamu boleh mengonsumsi paracetamol atau acetaminophen untuk mengatasi rasa nyeri, tapi hindari mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau aspirin, karena bisa memperburuk kondisi kamu.
  • Batasi aktivitas yang menuntut penggunaan kemampuan berpikir dan konsentrasi. Hindari juga stres karena bisa memperburuk cedera.
  • Jangan mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Baca juga: Cara Mencegah Trauma Kepala Ringan yang Perlu Diketahui

Nah, itulah cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi trauma kepala ringan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Head injury: Symptoms, concussion, and treatment.
Healthline. Diakses pada 2020. Head Injury.
National Health Service Inform. Diakses pada 2020. Minor head injury.