Lansia Rentan Mengidap Neutropenia, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Lansia Rentan Mengidap Neutropenia, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta –  Neutropenia adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup neutrofil yang merupakan jenis sel darah putih. Ini mengarah pada peningkatan risiko infeksi bakteri serius. Neutropenia didiagnosis dengan tes darah. Perawatan kondisi ini tergantung pada penyebab dan seberapa parahnya.

Neutropenia bukanlah penyakit. Ini adalah kondisi di mana tidak ada cukup neutrofil. Sel darah putih membantu melawan infeksi, sehingga orang dengan neutropenia rentan terhadap infeksi. Pengidap neutropenia bisa mendapatkannya secara akut, artinya tiba-tiba muncul (dan biasanya hilang dengan cepat), kronis, yaitu sudah ada sejak lama bahkan siklik yang berarti datang dan pergi.

Baca juga: Kenali Penyebab Seseorang Idap Neutropenia

Neutropenia bisa ditandai dengan demam yang biasanya merupakan komplikasi dari perawatan kanker. Ini terjadi ketika kamu memiliki suhu 38 derajat Celsius atau lebih tinggi. Setelah demam, tanda-tanda infeksi lainnya adalah menggigil, bergetar, dan merasa tidak sehat. Bila sudah mengalami gejala ini, artinya kondisi sudah mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis segera.

Rentan Terjadi pada Lansia?

Orang yang memiliki neutropenia memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi serius. Ini karena mereka tidak memiliki cukup neutrofil untuk membunuh organisme yang menyebabkan infeksi. Orang dengan neutropenia yang parah atau tahan lama kemungkinan besar akan mengalami infeksi.

Lansia kerap rentan terhadap neutropenia karena sistem imunitas tubuhnya yang melemah seiring dengan pertambahan usia. Mekanisme dan sistem tubuh para lansia juga menurun, membuat tubuh susah mempertahankan vitalitasnya.

Bagian penting dari perawatan neutropenia adalah menghilangkan efek samping dari perawatan. Ini disebut perawatan paliatif atau perawatan suportif. Bicarakan dengan tim perawatan kesehatan mengenai gejala apapun yang kamu miliki, termasuk segala perubahan gejala.

Waktu penurunan kadar neutrofil didasarkan pada jenis atau dosis kemoterapi. Jumlah neutrofil umumnya mulai turun sekitar satu minggu setelah setiap putaran kemoterapi dimulai. Tingkat neutrofil mencapai titik rendah sekitar 7, hingga 14 hari setelah perawatan.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Ini disebut nadir. Pada titik ini, kemungkinan besar pengidapnya yang melakukan perawatan akan mengalami infeksi. Hitungan neutrofilmu kemudian mulai naik lagi. Ini karena sumsum tulang memulai kembali produksi normal neutrofil. Namun, mungkin perlu 3 hingga 4 minggu untuk mencapai tingkat normal lagi.

Ketika tingkat neutrofil kembali normal, kamu siap untuk putaran kemoterapi berikutnya. Namun, dokter dapat menunda putaran berikutnya atau menurunkan dosis kemoterapi karena:

  • Kamu mengembangkan neutropenia

  • Level neutrofil tidak kembali normal dengan cukup cepat

Dokter dapat merekomendasikan antibiotik selama periode neutropenia yang lebih lama untuk mencoba mencegah infeksi. Jika kemoterapi menyebabkan neutropenia karena demam, dokter mungkin akan memberimu obat yang disebut faktor pertumbuhan sel darah putih. Obat-obatan ini membantu tubuh membuat lebih banyak sel darah putih.

Baca juga: Jalani Kemotrapi Bisa Sebabkan Neutropenia, Ini Sebabbnya

Perlu Diwaspadai

Neutropenia sendiri mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun. Pasien biasanya mengetahui bahwa mereka memiliki neutropenia dari tes darah atau ketika mereka mendapatkan infeksi. Beberapa orang akan merasa lebih lelah ketika mereka memiliki neutropenia.

Dokter akan menjadwalkan tes darah rutin untuk mencari neutropenia dan efek samping kemoterapi terkait darah lainnya. Untuk pasien dengan neutropenia, bahkan infeksi ringan dapat dengan cepat menjadi serius. Berbicaralah dengan tim perawatan kesehatan segera jika kamu memiliki tanda-tanda infeksi berikut:

  1. Demam di atas 38 derajat Celsius

  2. Menggigil atau berkeringat

  3. Sakit perut

  4. Nyeri dekat anus

  5. Nyeri atau terbakar saat buang air kecil, atau sering buang air kecil

  6. Diare atau luka di sekitar anus

  7. Batuk atau napas pendek

  8. Kemerahan, pembengkakan, atau nyeri

  9. Keputihan atau gatal yang tidak biasa

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai neutropenia serta gejala dan penanganannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.